
Adrian masih terbengong-bengong setelah mendengar ucapan Kinan. Meskipun dia sudah pernah menikah, namun otaknya masih harus bersusah payah mencerna ucapan 'nyeleneh' yang baru saja disampaikan oleh Kinan tersebut. Selama ini, hidupnya lempeng-lempeng saja, alias datar-datar saja. Dia tidak pernah menemui perempuan yang bicara ngawur seperti Kinan.
"Cckkk, apa maksud kamu? Mengklaim isinya? Jangan suka aneh-aneh. Aku yakin isinya pun nggak seberapa." Adrian mendengus kesal sambil berlalu meninggalkan Kinan yang masih berdiri di depan pintu kamar tamu apartemennya tersebut.
Mendengar ucapan Adrian, Kinan merasa sakit hati. Tentu saja dia tidak terima dengan tuduhan yang baru saja dialamatkan kepadanya tersebut.
"Cckkk. Belum tau saja dia bagaimana isinya. Jika dia sampai tau, aku jamin Om-om itu pasti bakalan langsung nempel nggak mau lepas," Kinan menggerutu kesal sambil menatap kepergian Adrian. Namun setelahnya, Kinan tersadar dengan apa yang baru saja diucapkannya.
"Oh, astaga! Apa yang baru saja aku omongin, sih. Bisa-bisanya pikiranku sampai sana." Kinan menggeleng-gelengkan kepala untuk menghilangkan pikiran-pikiran aneh.
Setelahnya, Kinan segera menutup pintu kamar tersebut. Tanpa perlu pikir panjang lagi, Kinan segera mengganti baju dengan baju pemberian Adrian. Setelahnya, dia harus melaksanakan sholat maghrib. Beruntung di apartemen Adrian ada mukena. Kinan tadi sempat menanyakan hal itu saat dalam perjalanan menuju apartemen.
Beberapa saat kemudian, Kinan pun sudah selesai. Dia segera membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang. Sebelumnya, dia berniat untuk mengucapkan terima kasih kepada Adrian. Kinan memberanikan diri keluar dari kamar dan mencari keberadaan Adrian.
Namun, setelah berada di ruang tengah apartemen tersebut, Kinan tidak mendapati keberadaan Adrian. Samar-samar dia mendengar suara orang berbicara dari dalam sebuah ruangan yang tidak terkunci.
Kinan memberanikan diri melangkahkan kaki menuju ruangan tersebut. Disana, dilihatnya Adrian tengah duduk di depan laptop. Sepertinya, Adrian tengah melakukan meeting online. Tampak dia sedang berbicara dan menjelaskan sesuatu dalam bahasa Inggris.
Kinan mengurungkan niatnya untuk menemui Adrian. Setidaknya, dia akan menunggu beberapa saat lagi untuk berterima kasih sekaligus berpamitan.
Kinan mulai mengedarkan pandangan ke seluruh bagian apartemen tersebut. Dia cukup kagum dengan design interiornya. Sepertinya, Adrian memang menyukai design modern.
Belum sempat Kinan melangkahkan kaki ke arah balkon, terdengar sebuah bel dari arah pintu. Kinan mengernyitkan kening dan menoleh ke arah ruangan tempat Adrian berada.
"Sepertinya, dia tidak mungkin keluar dan membukakan pintu," gumam Kinan.
Mau tidak mau, Kinan berjalan mendekati pintu dan membukanya. Terlihat seorang kurir tengah mengantarkan pesanan makan malam yang tadi sudah dipesan oleh Adrian. Kinan segera menerimanya dan membawanya masuk setelah mengucapkan terima kasih.
Kinan melihat cukup banyak makanan yang dipesan oleh Adrian. Dia berjalan membawa makanan tersebut menuju dapur.
"Kenapa dia memesan banyak sekali makanan? Apa ada orang lain disini?" Kinan berbicara sambil mengeluarkan makanan-makanan tersebut dari bungkusnya.
Makanan-makanan tersebut, cukup banyak, hingga bisa dimakan oleh tiga orang. Menunya juga ada makanan Jepang, soto, dan ayam suwir pedas.
Kinan melirik kembali ke arah ruangan tempat dimana Adrian masih melakukan meeting online. Sepertinya, Adrian tidak akan keluar selama beberapa saat. Dengan mengesampingkan rasa malunya, Kinan mencicipi ayam suwir yang sudah menggoda seleranya tersebut.
Hap. Rasa pedas langsung menyambar lidahnya. Namun, Kinan yang memang menyukai pedas tersebut tidak ambil pusing. Dia mencoba mencicipi lagi ayam suwir tersebut.
Belum sempat ayam suwir tersebut masuk ke dalam mulut, terdengar sebuah pintu terbuka. Rupanya, ada yang baru saja masuk ke dalam apartemen. Seketika tubuh Kinan membeku. Dia cukup terkejut saat melihat orang yang baru saja datang tersebut.
"Kamu siapa?"
\=\=\=
Nah lho, siapa itu?
Ada beberapa pertanyaan yang dikirim di Igeh othor @keenandra_winda
Q : Thor, cerita 'Tetangga Kamar' apa ada hubungannya dengan mendadak istri dan the CEO's proposal?
A : Tidak ya. Cerita itu adalah cerita baru yang tidak ada hubungannya dengan cerita othor yang lainnya.
Q : Thor, apa cerita baru itu nanti akan gesrek seperti cerita-cerita sebelumnya?
A : Othor sih maunya enggak. Maunya yang lempeng-lempeng saja, yang polos bin imut. Othor kan juga gitu, polos.
Q : Thor, kenapa cerita Kinan nggak dibuat judul baru saja?
A : Sebenarnya juga mau buat judul terpisah, tapi nanti othor bingung kebanyakan judul. Lagipula, Kinan masih ada hubungannya dengan cerita Rean dan Dena. Takutnya nanti malah bolak balik bacanya.
Q : Thor, beneran Kinan hanya sedikit babnya?
A : Rencananya sih juga begitu. Maunya sedikit. Intinya ya, sak uprit selesai. Kira-kira bagaimana? Setuju nggak?
Cuuss kasih komen, ya 🤭