
"Lalu, anda mau dipanggil apa jika semua ditolak? Atau anda mau dipanggil sayang saja?" Kata Fida yang sudah mulai kesal.
"Saya setuju." Jawab Reyhan.
Gubraakkk
Saking terkejutnya mendengar jawaban Reyhan, Fida langsung mundur sehingga menabrak kursi yang ada di ruang makan tersebut. Dia langsung menatap wajah Reyhan yang terlihat biasa saja. Namun, siapa yang menyangka jika jantungnya berdegup sangat kencang waktu itu.
"Eh, yakin anda mau dipanggil sayang?" Tanya Fida sambil tersenyum. Bukan Fida namanya jika dia tidak bisa menggoda balik laki-laki yang berada di depannya ini. Setelah bisa menguasai diri dari keterkejutannya, Fida malah menggoda balik Reyhan.
Dan benar saja. Reyhan terlihat salah tingkah dan semakin gugup.
"Ehm, terserah kamu." Jawab Reyhan akhirnya.
Belum sempat Fida menjawab, sudah terdengar suara dari Vanya dan Kenzo yang tengah menuruni. Mereka terlihat lebih segar dengan rambut basah. Fida dan Reyhan yang melihat hal itu hanya bisa mencebikkan bibirnya.
Dasar, mereka sama sekali tidak berperasaan. Mereka enak-enakan naik turun lembah berbelukar, sementara kami harus menunggu di sini sampai kelaparan. Jiwa jombloku meronta-ronta. Mama, anakmu mau nikah, jerit Fida dalam hati.
Hhhhh, jadi sejak tadi aku kelaparan gara-gara menunggu mereka berdua mencicil buat rambut bayi. Batin Reyhan.
"Waahh sudah siap semuanya, maaf ya kami lama." Kata Vanya sambil tersenyum nyengir. Sementara Kenzo masih memasang ekspresi biasa saja. "Ayo, kita makan malam. Aku sudah sangat lapar." Lanjut Vanya sambil menarik kursinya dan diikuti oleh oleh Kenzo, Fida dan juga Reyhan.
Vanya mengambilkan makanan untuk Kenzo seperti biasanya. Sementara Fida dan Reyhan mengambil makanan untuk mereka sendiri.
"Nanti tidak usah pulang Rey, tidur di sini saja. Ada yang mau aku bahas. Lagipula, di luar juga masih hujan." Kata Kenzo di sela-sela makan malamnya.
Reyhan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya setuju. Tidak ada pembicaraan setelahnya lagi, hingga terdengar suara Fida.
"Van, beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan Rasha keponakan mbak Erika. Dia sudah balik ke Jakarta lagi ya?" Tanya Fida sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.
Deg
Seketika Vanya, Kenzo dan Reyhan langsung menghentikan aktivitasnya setelah mendengar perkataan Fida. Mereka tengah bergelut dengan pikirannya masing-masing.
Aduuhhh, kenapa Fida ngobrolin hal itu saat ini. Bisa-bisa aku akan dilahap lagi oleh mas Kenzo. Batin Vanya.
Rasha? Ah aku ingat. Rasha orang yang menyukai Vanya. Apakah Rasha yang dimaksud Vanya itu adalah orang yang sama dengan orang tadi? Batin Kenzo.
Rasha? Siapa Rasha? Apakah orang yang tadi siang datang ke kantor? Reyhan bertanya-tanya.
"Van, ada apa?" Tanya Fida menyenggol lengan Vanya dengan lembut.
Seketika Vanya, Kenzo dan Reyhan tersadar. Mereka segera melanjutkan aktivitas makan malam mereka dengan berbagai macam pertanyaan.
Vanya langsung menoleh menatap wajah Fida. Dia terlihat menggeleng sambil tersenyum. Vanya menjawab pertanyaan Fida sambil mencebikkan bibirnya dan mengendikkan bahunya pertanda dia tidak tahu menahu tentang hal itu.
Setelah selesai makan malam, Kenzo mengajak Reyhan untuk ke ruang kerjanya. Mereka ingin membicarakan masalah pekerjaan. Sementara Vanya dan Fida membersihkan meja makan.
"Iihh, apaan sih kamu Fid? Ngapain juga kamu tanya hal itu saat ada suamiku?!" Gerutu Vanya.
Fida yang masih belum menyadari kesalahannya pun hanya bisa mencebikkan bibirnya.
"Yyeee, aku kan hanya bertanya saja. Lagipula, kamu kan juga sudah cerita kepada suami kamu." Kata Fida.
"Iya, aku memang sudah menceritakan masalah itu kepada mas Kenzo. Tapi, aku belum menceritakan semuanya, kemarin aku masih cerita sebagian." Jawab Vanya dengan lemas. Dia yakin malam ini Kenzo pasti tidak akan melepaskannya.
"Kebetulan sekali, nanti sekalian saja kamu ceritakan saja semuanya. Harusnya kamu berterima kasih kepadaku karena membantu kamu membuka pembicaraan tentang masalah itu." Kata Fida.
"Berterima kasih gundulmu itu." Jawab Vanya sambil mengerucutkan bibirnya.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=
Mohon dukungannya ya, like, komen dan vote.
Untuk informasi kapan up dani karya terbaru, silahkan follow ig othor @keenandra_winda
Thank you