
"Iya, saya adalah asisten rumah tangga plus plus." Jawab Vanya sambil berjalan mendekat ke arah Kenzo. Dia juga langsung melingkarkan lengan kanannya pada bahu Kenzo.
Seketika wanita yang ada di depan Vanya membulatkan mata dan mulutnya. Dia masih menatap wajah Vanya dengan tatapan mengintimidasi. Namun, bukanya takut Vanya malah semakin menjadi-jadi. Vanya menunduk dan mendekatkan wajahnya pada pipi Kenzo. Dan, cup. Dia memberikan sebuah kecupan pada pipi kiri Kenzo.
Melihat apa yang dilakukan Vanya pada Kenzo, wanita itu semakin geram. Dia mengalihkan pandangan pada Kenzo. Wanita itu terlihat minta penjelasan kepada Kenzo.
"Apa maksudnya ini Ken? Kamu membiarkan wanita rendahan ini untuk melakukan hal itu kepadamu?" Kata wanita itu dengan gusar.
Seketika Kenzo langsung terbakar emosi setelah mendengar perkataan wanita itu.
"Jaga bicaramu, Elsa! Jangan sekali-kali kamu menghina Vanya. Dia Zivanya Anindita Abram. Dia adalah istriku yang sah. Jadi jangan lagi kamu mengatakan hal itu kepadanya!" Geram Kenzo. Dia sudah sangat muak dengan segala tingkah polah Elsa. Ya, dia adalah Elsa. Tetangga depan rumah Kenzo yang bisa dikatakan sangat terobsesi dengan Kenzo. Hal ini yang membuat Kenzo jarang berada di rumah itu. Hanya sesekali dia akan menginap disana, dan itu pun sangat larut dia akan datang.
Elsa sangat terkejut mendengar penuturan Kenzo. Dia masih membulatkan matanya dengan mulut masih sedikit terbuka.
"A-apa maksud kamu? Menikah? Kalian beneran sudah menikah?" Tanya Elsa masih menatap nanar ke arah Vanya.
"Ccckkk. Tante masih tidak percaya jika kami sudah menikah? Apa perlu kami buktikan jika kami sudah benar-benar menikah. Tante mau lihat kami mau nyicil buat anak?" Tanya Vanya dengan nada sedikit mengejek.
Sontak Elsa langsung terkejut. Dia menatap wajah Kenzo dan Vanya bergantian. Rahangnya terlihat mengeras menahan geramannya. Vanya bisa melihat jika wanita yang berada di depannya ini menaruh hati kepada suaminya.
"Tidak perlu!" Jawabnya dengan sedikit emosi. "Aku pulang dulu Ken." Katanya sambil beranjak pergi dan masih menatap wajah Vanya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Vanya dan Kenzo masih menatap kepergian Elsa hingga dia hilang di balik pintu depan.
"Jadi, selama ini mas Kenzo sering diganggu wanita kutilang itu?" Tanya Vanya.
Kenzo menoleh menatap wajah sang istri yang masih memeluk lengannya itu.
"Kutilang? Apa itu?" Tanya Kenzo.
"Kurang belaian dan kasih sayang." Jawab Vanya.
Kenzo mencebikkan bibirnya saat mendengar jawaban Vanya.
"Dia memang sering datang jika melihatku menginap di sini." Jawab Kenzo.
Vanya menatap wajah Kenzo dengan tatapan tajamnya. Kenzo yang merasa diperhatikan oleh Vanya pun segera menoleh. Dia mengangkat sebelah alisnya sambil menatap wajah Vanya.
Vanya langsung mencebikkan bibirnya dan melepas pegangan tangannya pada lengan Kenzo. Dia berjalan hendak membereskan piring sisa makan malam mereka.
"Siapa yang cemburu, aku tidak cemburu." Jawab Vanya. "Jika mas Kenzo mau main-main dengan wanita-wanita macam tante Elsa itu, silahkan. Nanti aku akan mulai beternak buaya." Lanjut Vanya sambil mulai membereskan sisa makan malam mereka.
Kenzo yang mendengarnya langsung menarik Vanya dan memeluknya dengan erat.
"Coba saja kalau kamu berani." Kata Kenzo dengan tatapan tajamnya. "Aku tidak akan melepaskanmu. Tidak akan pernah!" Lanjut Kenzo.
"Ak…" belum sempat Vanya meneruskan kata-katanya, mulutnya sudah dibungkam oleh bibir Kenzo. Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menolaknya.
Awalnya, bibir Kenzo bergerak dengan sangat lembut, sehingga Vanya yang awalnya kaget, bisa mengikuti alur yang dibuat oleh sang suami. Namun, lama kelamaan pertemuan dua bibir tersebut semakin memburu. Entah siapa yang mulai lebih dulu, hingga tangan keduanya pun sudah mulai ikut berpartisipasi.
Namun, seketika Vanya tersadar jika dia tidak bisa melanjutkannya. Dia mendorong dada Kenzo hingga pertemuan dua bibir itu terlepas. Kenzo yang tidak terima pun langsung menatap nanar ke arah Vanya. Vanya yang mengerti langsung mengusap dada Kenzo yang masih bergerak naik turun untuk menstabilkan gejolak di dalam tubuhnya.
"Maaf Mas, aku tidak bisa melanjutkannya. Aku masih halangan." Kata Vanya sambil mengusap dada Kenzo.
Kenzo yang tersadar pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Aku akan menagihnya setelah kamu selesai nanti. Aku ingin semuanya di rapel saat itu." Kata Kenzo sambil beranjak pergi ke kamar mandi.
"Lhah, emang dikira cicilan pakai rapelan segala."
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Maaf hanya bisa up ini, lagi ngedrop banget 🙏