
Setelah penjelasan panjang lebar dari Cello, semua orang baru mempercayai apa yang dikatakan oleh Cello. Shanum sudah terlihat tidak mutung lagi. Namun, dia tetap menolak untuk tidur bersama dengan Cello malam itu.
"Aku nggak mau tidur sama kamu, Mas." Kata Shanum saat Cello membujuknya untuk pergi ke kamar.
"Hhaah? Kenapa, Yang? Aku kan sudah menjelaskan semuanya." Cello mendadak panik saat Shanum menolak tidur dengannya.
"Pokoknya aku nggak mau tidur sama kamu malam ini, Mas. Kamu berendam dulu lama-lama sana." Kata Shanum sambil menenggelamkan wajahnya pada pelukan mommy Fara.
"Eh kenapa harus berendam lama-lama, Yang?" Tanya Cello bingung.
"Aku nggak mau ada jejak dari wanita itu. Pokoknya, jika kamu mau dekat-dekat sama aku, kamu harus mandi yang lama. Dan ingat, pakai sabun yang pakai aroma jeruk. Shampo dan parfum juga semua harus beraroma jeruk."
"Lhah, kok jadi gini sih, Yang? Aku kan nggak salah apa-apa. Kenapa harus melakukan itu semua," protes Cello tidak terima.
"Salah sendiri punya wajah bule yang membuat tertarik banyak orang!" Kata Shanum sewot.
"Hhaah? Memangnya itu salahku?!" Kata Cello geram. "Dad, ini semua gara-gara daddy. Coba saja jika daddy nggak mewarisi gen bule daddy. Pasti ini nggak akan terjadi." Lagi-lagi Cello tidak terima dan memprotes daddy El.
"Kenapa aku jadi di bawa-bawa sih?" Daddy El hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudah, sudah. Malam ini, Shanum akan tidur denganku. Kamu Mas, malam tidur di luar." Kata mommy Fara.
"Lhoh, Yang. Kenapa aku juga jadi ikut kena imbasnya sih? Ya nggak bisa gitu dong. Mana tadi siang gagal finishing ini. Nanggung, Yang." Daddy El langsung merengek kepada mommy Fara.
"Salah sendiri! Kenapa tadi siang berhenti untuk terima telepon dan buru-buru pergi."
"Tadi ada tamu penting, Yang. Fajar nggak bisa handle sendirian. Tidur bareng ya, ya, ya." Rengek daddy El.
"Nggak! Aku mau nemenin Shanum. Ayo Sayang, kita ke kamar mommy. Biarkan para laki-laki ini mengurus masalahnya sendiri." Kata mommy Fara sambil mengajak Shanum beranjak menuju kamarnya meninggalkan daddy El dan juga Cello yang langsung berubah nelangsa.
Sebelum menaiki tangga menuju kamar tidur, mommy Fara berhenti dan menoleh ke arah daddy El dan juga Cello.
"Segera urus video yang beredar itu, Cell. Mommy nggak mau jika video itu akan menimbulkan masalah dikemudian hari." Kata mommy Fara kepada Cello.
"Dan, kamu juga seharusnya mengambil tindakan, Mas. Jangan diam saja seperti itu melihat anaknya mendapat fitnah." Tegur mommy Fara kepada daddy El.
Setelahnya, mommy Fara benar-benar mengajak Shanum tidur di kamarnya. Daddy El dan juga Cello yang melihat hal itu, hanya bisa menghembuskan napas beratnya.
"Dad, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Cello sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Kamu tahu kira-kira siapa yang mengambil video itu?"
Cello menggelengkan kepalanya.
"Nggak tahu, Dad. Tadi memang ada beberapa mahasiswa yang keluar masuk perpustakaan. Tapi, aku juga nggak begitu perhatian apakah ada diantara mereka yang sempat merekam kami."
Daddy El hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Daddy akan meminta bantuan seseorang untuk menyelidiki masalah ini. Selama penyelidikan berlangsung, ingat jangan melakukan hal-hal yang justru menambah masalah."
"Ccckkk, memangnya apa yang akan aku lakukan, Dad? Masalah begini saja hukumannya berat sekali. Apalagi jika aku bertingkah," dengus Cello.
Daddy El mengangguk-anggukkan kepalanya setuju. Setelahnya, dia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Tak berapa lama panggilan telepon tersebut sudah terhubung.
"Hallo El, hah hah hah. Ngapain lo telepon gue, ucet gue balik lagi nih. Ganggu aja!"
"Ucet apaan Zee?"
•••
Halah embuh. Wis kunu-kunu lah Zee.
Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya. Klik like, komen dan klik vote juga buat othor. Biar tambah semangat upnya. Terima kasih.
Bagi kemarin yang dm tanya kasih vote beda dengan hadiah ya.