The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 13



Shanum hanya bisa mendengus kesal setelah mendengar perkataan Cello. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia langsung berbalik sambil menghentak-hentakkan kakinya kembali ke dalam ruang ganti. Di dalam ruang ganti, Shanum hanya bisa menggerutu tidak jelas sehingga membuat para karyawan butik kebingungan.


Setelahnya, dia kembali lagi mencoba kebaya satunya. Kali ini model belakang nya masih sama dengan panjang menjuntai hingga jatuh ke atas lantai. Hanya saja lebih tertutup, sedangkan bagian bahu dan dadanya sedikit terbuka.


Shanum kembali berjalan keluar ruang ganti untuk menghampiri Cello. Dia berjalan sambil mengerucutkan bibirnya hingga sampai di dekat laki-laki yang tengah memainkan ponselnya tersebut.


"Masih ada lagi yang kurang pas?" Tanya Shanum.


Mendengar suara Shanum, Cello segera memutar kepalanya untuk menatap penampilannya. Lagi-lagi, kedua bola mata Cello membulat saat melihat leher Shanum terekspose hingga bagian da*danya yang memang memiliki model agak rendah.


"Ccckkk, apa-apaan itu. Kamu mau nikahan apa mau pameran. Coba saja kamu sedikit menunduk atau ada orang yang lebih tinggi tubuhnya lewat di dekat kamu. Sudah pasti orang-orang tersebut akan melihat ada selat di sana." Gerutu Cello.


"Apaan sih maksudnya, Cell?"


"Coba kamu menunduk di depan kaca sana. Sudah, ganti bajunya. Jangan pakai yang itu." Kata Cello dengan nada tegasnya. Hingga membuat Shanum mau tidak mau menuruti keinginan Cello.


Dengan langkah kesalnya, Shanum berjalan kembali menuju ruang ganti. Dilihatnya seorang karyawan butik yang membantunya mengerutkan kening.


"Masih tidak suka?" Tanya karyawan tersebut.


"Iya, alasannya aneh-aneh, buat kesal saja." Gerutu Shanum.


"Kali ini apa alasannya?"


"Katanya orang-orang bisa melihat selat jika aku menunduk. Apa coba maksudnya,"


Seketika karyawan tersebut terkekeh geli. Dia menuntun Shanun hingga berada tepat di depan kaca. Shanum hanya menuruti permintaan karyawan tersebut.


Shanum segera menuruti perkataan karyawan tersebut. Dan, betapa terkejutnya dia saat melihat sesuatu yang benar-benar tidak kepikiran. Shanum tidak berpikir sejauh itu. Dia hanya memikirkan baju tersebut nampak cocok di tubuhnya.


Seketika Shanum langsung mendongakkan tubuhnya dan menutupi bagian da*danya dengan kedua tangan. Wajahnya sudah merona merah karena malu. Melihat hal itu, karyawan tersebut hanya bisa terkekeh geli.


Shanum segera melepaskan kebaya tersebut. Dia kembali memilih kebaya yang sekiranya terlihat elegan tanpa harus menampilkan bagian-bagian tubuhnya terlalu berlebihan. Hingga pilihannya jatuh pada sebuah kebaya dengan bagian belakang yang menjuntai panjang, tak kalah indahnya dengan kedua kebaya yang dicobanya tadi.


Dia mengambil dan segera mencobanya dengan bantuan karyawan tadi. Tak butuh waktu lama bagi Shanum untuk memakai kebayanya. Setelah siap, dia segera berjalan keluar ruang ganti untuk menemui Cello. Dia hanya berharap jika kali ini Cello tidak banyak protes.


Shanum mendekatkan diri di tempat Cello tengah duduk. 


"Bagaimana? Masih ada yang kurang?" Tanya Shanum harap-harap cemas. Pasalnya dia sudah cukup lelah bergonta ganti kebaya.


Cello segera menoleh ke arah Shanum. Kedua bola matanya membesar saat melihat penampilan Shanum. Namun, kali ini bukan karena tidak suka. Tetapi, Cello cukup puas dengan hasilnya. Dia mengangguk-anggukkan kepalanya memberikan tanda setuju.


"Pakai itu saja." Kata Cello tanpa memberikan pujian apapun.


Sementara Shanum hanya bisa mencebikkan bibirnya melihat reaksi Cello. Dia masih berdiri ditempat yang sama sambil menggerutu lirih. Cello yang melihat hal itu segera mematikan ponselnya dan beranjak berdiri.


"Jangan ganti dulu, aku akan mencoba pakaianku." Kata Cello sambil melangkahkan kakinya tanpa menunggu jawaban Shanum.


"Ccckkk, awas saja. Nanti giliran aku akan gantian ngerjain kamu." Gumam Shanum sambil tersenyum smirk.


\=\=\=\=\=


Kasih like, vote dan komen buat othor ya.