
Mommy Vanya mengernyitkan keningnya saat melihat Fara seperti enggan menceritakan keluarganya.
"Yasudah, tidak apa-apa, Sayang. Tante tidak akan memaksa kamu. Sekarang, apa ada yang kamu inginkan?" Tanya mommy Vanya.
"Ehm, sa-saya haus, Tante." Jawab Fara sambil tersenyum.
"Baiklah, sebentar." Kata mommy Vanya sambil beranjak berdiri untuk mengambilkan air minum.
Fara langsung meminum air putih tersebut hingga tandas. Tenggorokannya yang semula terasa kering, kini sudah terasa segar kembali. Mommy Vanya meletakkan kembali gelas tersebut di atas nakas yang berada di samping brankar Fara. Saat itu, bertepatan dengan pintu ruang rawat inap tersebut terbuka.
Ceklek.
Mommy Vanya dan Fara sontak menoleh untuk menatap orang yang baru saja membuka pintu tersebut.
"El, kamu sudah kembali? Sini, mommy kenalkan sama Fara." Kata mommy Vanya sambil melambaikan tangan untuk meminta El mendekat ke arahnya.
El mengikuti keinginan sang mommy. Dia berjalan mendekat dan berhenti di samping mommy Vanya. Kedua matanya mengamati gadis yang sedang berbaring di atas brankar tersebut. Hal yang sama juga dilakukan oleh gadis itu.
"Sayang, kenalkan ini putra Tante, El. Maafkan putra Tante yang telah menyebabkan kamu seperti ini." Kata mommy Vanya.
"Iya, Tante. Tidak apa-apa kok." Kata Fara.
Mommy yang melihat El tidak bergerak langsung menyenggol lengannya. Seketika El langsung tersadar dan mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Dia beranjak mendekat ke arah brankar dan mengulurkan tangan kanannya.
"Kenalkan, aku El. Aku minta maaf. Maaf telah menyebabkan kamu seperti ini." Kata El.
Fara mengulurkan tangan kanannya dan menerima uluran tangan El.
"Fara. Tidak apa-apa kok, Kak. Ini tidak seburuk yang Kakak kira. Beberapa hari lagi juga pasti akan membaik." Kata Fara sambil mengulas senyumnya.
Mommy Vanya yang melihat hal itu langsung tersenyum bahagia. Pada saat bersamaan, terdengar suara pintu kembali terbuka.
Ceklek.
Ketiga orang yang berada di dalam ruangan tersebut seketika menoleh. Mereka melihat seorang laki-laki yang terlihat datang terburu-buru.
"Dad?" Gumam El.
Ya, laki-laki yang baru saja datang tersebut adalah Kenzo. Dia buru-buru kembali ke Jakarta saat mendengar kabar jika istri dan putranya mengalami kecelakaan.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan? Mana yang terluka? Perlu melakukan scan? Atau operasi?" Tanya daddy Kenzo sambil mengamati seluruh tubuh mommy.
Sementara mommy hanya bisa memutar bola matanya dengan jengah saat mendapati daddy Kenzo panik. Mommy sudah sangat hafal dengan tingkah daddy Kenzo yang selalu lebay.
"Aku dan El baik-baik saja, Mas. Kami tidak terluka. Justru karena kecerobohan El, ada orang lain yang harus mengalami musibah. Sudah, ah. Jangan lebay begitu." Kata mommy.
"Benar yang dikatakan mommy, Dad. Tadi aku juga kan sudah bilang kepada Daddy jika kami baik-baik saja." Kata El ikut menimpali perkataan sang mommy.
"Lebay!" Kata El dan mommy Vanya bersamaan.
Daddy Kenzo hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah istri dan Putra semata wayangnya. Lalu setelahnya, dia berpaling untuk melihat Fara yang tengah berbaring di atas brankar.
"Hallo, kenalkan saya Kenzo, daddynya El. Maafkan kecerobohan putra saya. Bagaimana keadaanmu?" Tanya daddy Kenzo.
"Ehm, saya sudah tidak apa-apa kok, Om. Ini hanya luka kecil. Beberapa hari lagi juga sudah pulih." Jawab Fara.
Setelahnya, mereka melanjutkan obrolan ringan. Mommy Vanya menemani Fara sambil mengobrol banyak hal. Sementara daddy Kenzo dan El tengah berdiskusi tentang kuliah dan pekerjaan.
Menjelang petang, mommy Vanya dan daddy Kenzo hendak beranjak pulang. Mereka memaksa El untuk menemani Fara di rumah sakit. Sebenarnya El ingin menolak. Dia merasa tidak nyaman jika harus menemani orang asing di rumah sakit. Namun, dia juga tidak bisa menolak permintaan sang mommy. Karena kecerobohan dirinya, Fara mengalami kejadian seperti ini.
"Ehm, tidak apa-apa kok Om, Tante. Saya bisa sendiri tanpa harus ditunggu. Nanti jika ada perlu, saya bisa meminta tolong kepada perawat." Kata Fara yang merasa tidak enak saat melihat El tengah merajuk.
Seketika mommy Vanya menoleh menatap wajah Fara. Dia menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Tidak, Sayang. Tante tidak akan membiarkan kamu sendirian di rumah sakit. El harus bertanggung jawab akibat kecerobohannya." Kata mommy Vanya sambil menatap tajam ke arah El.
Jika sudah seperti itu, El tidak bakal bisa menolak permintaan mommy. Dia mengiyakan permintaan mommy Vanya untuk menemani Fara di rumah sakit.
"Mommy akan menyuruh supir untuk mengantarkan baju ganti. Awas, jangan kemana-mana. Jaga Fara baik-baik. Bantu dia jika membutuhkan sesuatu. Jika sampai terjadi apa-apa dengan Fara, Mommy tidak akan melepaskanmu." Kata mommy Vanya.
"Ccckk. Iya. Memang apa yang akan terjadi sih, Mom." Gerutu El.
Setelahnya, mommy Vanya dan daddy Kenzo segera pamit. Sementara El langsung merebahkan diri di atas sofa. Dia hendak memejamkan matanya sebentar.
Fara yang melihat hal itu merasa semakin bersalah. Namun, dia tidak bisa melawan keinginan orang tua El. Hingga beberapa saat kemudian, dia ikut terlelap.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Mohon bantu dukungannya dengan klik like, komen dan vote.
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda.
Terima kasih.