The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Rean 34



Shanum hanya bisa mendengus kesal setelah mendengar jawaban sang adik. Meskipun begitu, dia bersyukur setidaknya dengan kehadiran sang adik dan keluarganya, dapat membuatnya sedikit melupakan rasa rindunya kepada sang suami yang sudah berangkat ke luar negeri.


Tak terasa hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari ini, adalah hari bersejarah bagi Rean dan Dena. Akad nikah yang akan dilaksanakan pada pukul sepuluh di kediaman Dena tersebut sudah mulai dipersiapkan.


Sementara itu rumah Rean, sejak pukul enam pagi semua anggota keluarga Rean sudah bersiap. Tak terkecuali Shanum dan kedua buah hatinya. Mama Revina membantu sang putri untuk mempersiapkan si kembar.


Menjelang pukul delapan pagi, semua anggota keluarga Rean bersiap untuk berangkat ke kediaman Dena. Rean yang saat itu menggunakan baju putih-putih, tampak sangat dewasa saat berjalan. Meskipun sudah mempersiapkan diri sejak beberapa hari yang lalu, namun Rean masih merasa gugup. Papa Bian yang mengetahui jika sang putra tengah gugup pun mengusap-usap punggungnya.


"Tidak usah gugup, Re. Perbanyak sholawat agar hati tenang."


Rean menoleh ke arah sang papa sambil menganggukkan kepala. "Iya, Pa."


Tak berapa lama kemudian, rombongan mobil Rean sudah terlihat memasuki halaman rumah Dena. Sudah banyak tamu undangan yang hadir pagi itu. Para tamu undangan tersebut, akan menjadi saksi pernikahan Rean dan Dena.


Rean, papa Bian, mama Revina dan kakek Reyhan berjalan menuju tempat yang disediakan. Sementara nenek Fida membantu menjaga cicit kembarnya.


Acara memang belum dimulai karena menunggu penghulu yang masih dalam perjalanan. Beruntung beberapa saat kemudian, penghulu acara sudah datang. Prosesi ijab kabul pun segera dipersiapkan.


Setelah serangkaian acara menjelang prosesi dilaksanakan, kini acara puncak pun dilakukan. Hari itu, papi Dena sendiri yang menikahkan putri semata wayangnya. Rean dengan suara lantang mengucapkan ikrar sakral tersebut dalam satu tarikan napas.


Sah! Sah! Sah!


Suara sah menggema dari seluruh saksi dan tamu undangan yang hadir hari itu. Ucapan hamdalah langsung terdengar setelahnya.


Setelahnya, Dena yang awalnya masih berada di dalam kamar, dibantu sang mami keluar untuk menemui Rean yang sekarang sudah menjadi suaminya. Dena sebenarnya sangat gugup sekali. Namun, dia berusaha mengontrol diri agar tidak melakukan kesalahan.


Setelah penandatanganan dokumen pernikahan, Rean dan Dena saling memasangkan cincin pernikahan di jari masing-masing. Saat itulah kedua pasang netra mereka saling bertemu. Rean bahkan sempat terbengong-bengong saat menatap wajah Dena yang anggun dan benar-benar pangling tersebut.


Cukup lama mereka saling pandang, hingga terdengar suara deheman dari pak penghulu. "Nanti saja dilanjutkan, Mas. Kasihan tamu undangan sudah menunggu," ucap pak penghulu sambil tersenyum.


Sontak saja perkataan pak penghulu tersebut menyadarkan Rean dan juga Dena. Mereka langsung menarik diri masing-masing untuk menjauh. Wajah keduanya benar-benar terasa panas karena malu.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan mengikuti adat jawa, temu manten. Keluarga Rean dan Dena yang memang berasal dari Jawa, membuat mereka memutuskan untuk memakai adat jawa untuk pernikahan mereka.


Acara tersebut berlangsung hingga menjelang pukul satu siang. Para tamu undangan yang memang hanya sekitar seratus orang tersebut, sudah mulai berpamitan. Hal yang sama juga dilakukan oleh keluarga Rean. Mereka juga segera berpamitan untuk mulai menyiapkan acara ngunduh mantu di rumah Rean keesokan hari.


Saat semua anggota keluarga sudah bersiap pulang, Rean berjalan mendekati sang mama yang saat itu tengah menggendong Drew.


"Ma, ini yakin aku tinggal disini malam ini?" tanya Rean sambil berbisik kepada mamanya.


"Tentu saja. Memang kenapa? Kamu takut?" tanya mama Revina sambil mendelik ke arah Rean.


Rean pun menggelengkan kepala. "Nggak takut sih, Ma. Tapi aku nggak bawa baju ganti."


"Astaga, Mama juga lupa tadi tidak membawakan baju ganti. Nanti pinjam istri atau mertua kamu saja. Atau, nggak usah pakai baju sekalian saja. Pakai selimut alami, selimut kulit."


\=\=\=\=


Dah sah nih Rean dan Dena, kasih hadiah dong buat pernikahan mereka 🤭