
Seketika raut wajah panik Danisha benar-benar terlihat dengan jelas. Dia langsung mengambil beberapa lembar foto yang tadi sempat dilemparkan oleh Mr. Bernard. Kedua bola matanya semakin membesar saat melihat foto-foto tersebut. Bahkan, ada beberapa orang berbeda yang tertangkap kamera sedang bersama dengan Danisha.
"Ho-honey, i-ini…,"
"Itu adalah kamu! Kamu sudah tahu sendiri dengan konsekuensi apa yang akan kamu peroleh saat menghianatiku. Bahkan, kamu dengan sengaja melakukan nikah siri dengan laki-laki lain."
"Ho-honey, a-aku tidak …,"
"Jangan memanggilku dengan sebutan seperti itu! Membuatku geli saja."
"Tapi ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan!" Bantah Danisha. Entah apa lagi rencananya. Yang pasti, dia terlihat tidak merasa bersalah.
"Tidak seperti apa yang aku pikirkan?! Cccckkkk, kamu kira aku orang b*go yang tidak tahu rencana akal bulusmu!"
"Apa maksudmu, Honey? Aku sama sekali tidak mempunyai rencana apapun," bantah Danisha.
"Tidak punya rencana apapun? Baiklah. Jika kamu tetap bersikeras menyangkal semuanya, aku akan menunjukkan sesuatu." Kata Mr. Bernard sambil mengotak-atik ponselnya.
Danisha masih mengamati aktivitas yang dilakukan oleh Mr. Bernard. Dia merasa sedikit gugup dengan apa yang dimaksudkan oleh laki-laki yang ada di depannya tersebut.
Seketika terdengar suara riuh dari suara televisi yang ada di restoran tersebut. Zee memang sengaja memasang delapan televisi berukuran super besar di beberapa tempat di restoran tersebut.
Awalnya, hampir semua orang yang sudah terbiasa datang ke restoran tersebut tidak menyadari keberadaan televisi tersebut. Namun, setelah mendadak televisi tersebut menyala, hampir semua orang yang berada di sana langsung memperhatikannya. Tak terkecuali Danisha.
Kedua bola mata Danisha seakan keluar dari tempatnya saat melihat apa yang ditayangkan di dalam televisi. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya. Tatapan matanya masih nyalang menatap layar televisi dan juga Mr. Bernard bergantian.
Danisha terlihat sangat emosi. Bagaimana tidak, tayangan yang ada di dalam televisi tersebut adalah sebuah video yang memperlihatkan dirinya dengan seorang laki-laki yang sedang asyik bercumbu di sebuah ruangan yang bisa dipastikan berada di dalam kamar hotel.
Pakaian mereka masih lengkap. Namun, aktivitas yang mereka lakukan benar-benar membuat orang yang melihatnya merasa risih. Ditambah lagi dengan percakapan yang mereka lakukan.
Danisha sangat murka saat percakapan tersebut berhasil membongkar rencananya untuk mengeruk harta kekayaan Mr. Bernard dan juga pak Danu. Rupanya, laki-laki tersebut adalah laki-laki yang memperkenalkan Danisha kepada Mr. Bernard. Ternyata mereka sudah merencanakan hal itu sejak lama.
"Kenapa? Kamu marah jika rencanamu terbongkar, hah?! Dasar wanita m*r*han! Aku benar-benar sudah termakan oleh mulut manismu. Benar-benar wanita tidak tahu diuntung!" Kata Mr. Bernard.
Beberapa pengunjung yang berada di sana bahkan ada yang diam-diam merekam apa yang sedang ditayangkan di televisi tersebut.
"Jangan bicara sembarangan!" Kali ini Danisha ikut berteriak. Tatapan matanya menatap tajam ke arah Mr. Bernard seolah mengajak berkonfrontasi.
Seketika emosi Mr. Bernard langsung memuncak. Dia langsung berdiri dan mencengkram rahang Danisha dengan keras.
"Jangan berteriak kepadaku! Ingat, aku tidak akan melepaskanmu begitu saja karena telah membohongiku. Segera bereskan barang-barangmu dari apartemenku dan tinggalkan semua fasilitas yang sudah aku berikan. Dan satu lagi, segera pergi dari hadapanku dan menjauh sejauh apapun kamu bisa. Karena jika aku masih melihat wajah j*l*ngmu lagi, aku pastikan tidak akan membiarkanmu hidup lagi!" Kata Mr. Bernard sambil menghempaskan cengkraman tangannya hingga membuat Danisha mundur dan menabrak meja yang ada di belakangnya.
Danisha masih menatap wajah Mr. Bernard seakan tidak terima dengan apa yang terjadi dengannya. Saat dia hendak mengeluarkan pembelaan, terdengar suara seseorang.
"Apa yang kamu lakukan?!"
Siapa lagi itu? 😩🤧