The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Rean 100



Rean langsung membawa Dena untuk berbaring diatas tempat tidur. Dia juga segera melucuti pakaiannya sendiri. Dena yang memang sudah sering melihat Rean bertelanjang dada setelah mandi, langsung merasa sangat terkejut saat melihat tubuh polos Rean.


Wajah Dena mendadak terasa panas dengan. Ingin rasanya dia membuang muka karena malu. Namun, perkataan Rean mencegahnya untuk melakukan hal tersebut.


"Nggak usah malu. Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Jadi, biar kenal, mau sayang-sayangan dulu, nggak?" Rean menggoda sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.


Sontak saja hal itu membuat Dena semakin malu. Ketika dia hendak meraih bantal untuk dilempar ke arah Rean, buru-buru tubuh Dena ditindih. Rean langsung bergerak cepat. Kini, bukan hanya tangannya yang bergerak. Namun, bibirnya juga ikut memberikan pemanasan kepada sang istri.


Yang bisa dilakukan oleh Dena hanya mendesis, menggeram hingga menjambak rambut Rean saat sang suami mulai bermain-main di bawah sana. Hingga pelepasan kesekian kalinya pun sudah diperolehnya.


Napas memburu dengan keringat sebesar jagung sudah memenuhi dahinya. Dena bahkan merasa sangat lemas hanya untuk menggerakkan tubuh.


Rean memberikan waktu kepada Dena untuk meraup oksigen sebanyak-banyaknya. Ketika dirasa sudah lebih tenang, Rean segera memposisikan diri untuk memulai pertarungan yang sesungguhnya.


"Kamu sudah siap, Yang?" tanya Rean sambil mulai menggoda Dena di bagian bawah sana.


Dena hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan mata. Dia menganggukkan kepala.


"Yakin?"


Lagi-lagi Dena mengangguk, sementara Rean masih terus bermain-main di bawah sana.


"Tidak akan menyesal?"


Kali ini Dena menggelengkan kepala. Dia sedang berusaha menahan untuk tidak mengumpat Rean karena tengah mempermainkannya terlalu lama.


"Beneran sudah siap?" Lagi-lagi Rean bertanya.


Rasa yang ditahan Dena sudah mencapai ubun-ubun. Dia menggeram sambil menatap ke arah Rean.


Rean melakukannya pelan-pelan. Dia tidak ingin membuat sang istri kesakitan. Hingga beberapa saat kemudian, Rean mulai menambah tenaganya hingga kini dia sudah berhasil melesakkan bapak jarinya ke tempat yang seharusnya.


Rean membiarkan Dena beradaptasi dulu sebelum mulai bergerak. Setelah dirasa cukup, Rean mulai bergerak berirama. Kedua insan yang baru buka puasa tersebut larut dalam. Bahkan, tidak hanya satu kali. Namun, mereka mengulanginya hingga beberapa kali.


Malam itu, Rean dan Dena benar-benar merasakan indahnya buka puasa setelah sekian lama. Dena benar-benar bahagia akhirnya dapat melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri. Rasa cemas yang selama ini dirasakannya, seolah terangkat setelah menyelesaikan malam panas tersebut.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Rean. Dia benar-benar bersyukur dan merasa sangat bahagia. Malam itu, Rean dan Dena tidur dengan rasa lega.


Keesokan hari, jangan tanya apa yang dilakukan oleh Rean dan Dena. Hari itu, Rean bahkan membolos kuliah. Rean meminta Dena untuk melakukan siaran ulang hingga berkali-kali.


Rean hanya keluar untuk melaksanakan sholat jumat. Setelah itu, Rean kembali lagi ke hotel dan lagi-lagi meminta siaran ulang. Mau tidak mau, Dena menuruti semua keinginan sang suami. Meskipun tubuhnya terasa sangat sakit, sebisa mungkin Dena tetap menjalankan kewajibannya. Beruntung Rean bermain sangat lembut. 


Selama tiga hari menginap di hotel, Rean dan Dena lebih banyak menghabiskan aktivitas mereka di atas tempat tidur. Bahkan, Rean melarang Dena keluar kamar. Untuk makan pun, Rean juga memesan untuk diantar ke kamar. Rean benar-benar ingin menikmati masa-masa buka puasa.


Setelah acara buka puasa Rean dan Dena, kehidupan rumah tangga mereka mulai berjalan semakin membaik. Baik Rean dan Dena sama-sama berdoa untuk kebaikan rumah tangga mereka. Tak lupa juga, mereka berdua berdoa agar bisa segera diberi kepercayaan untuk mendapatkan momongan.


End.


\=\=\=


Terima kasih untuk semuanya yang sudah menemani othor sampai sini. Mohon maaf jika kurang greget. Othor tidak mau jika terkena laporan lagi seperti cerita sebelumnya. 


Cerita Rean dan Dena selesai sampai di sini. Untuk nanti apakah ada cerita lanjutannya, othor belum tahu. Kalaupun ada lanjutannya, nanti akan tetap diinformasikan disini.


Sekali lagi terima kasih banyak telah menemani othor sampai 500 lebih part cerita. Peluk online dari othor untuk semuanya. 🤗