The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.58



"Maaasss, ayo segera ke Surabaya. Fida akan menikahkan Revina di Surabaya hari ini."


"Hhhaaaa?" 


Seketika daddy Kenzo dan El langsung menghentikan aktivitasnya menyapu dan mengelap meja. Mereka langsung menoleh dan menatap ke arah mommy Vanya dengan tatapan terkejut dan sekaligus menuntut penjelasan.


"Menikah? Maksudnya apa, Sayang?" Tanya daddy Kenzo. Pasalnya dia tidak mendapati cerita apapun dari Reyhan tentang pernikahan putrinya tersebut. Jadi, berita tersebut cukup mengejutkan bagi mereka.


"Fida baru saja telepon. Dia bilang jika Revina sedang berada di Surabaya bersama dengan Bian. Semalam Bian sudah melamar Revina, dan hari ini mereka akan menikah." Kata mommy Vanya sambil beranjak kembali ke ruang tengah. Mommy Vanya terlihat sangat heboh.


"Bian? Maksudnya Bian dari Als Corp, Dad?" Kali ini El yang bertanya. Dia juga penasaran dengan pernikahan Revina.


"Sepertinya iya. Dulu Reyhan pernah membicarakan tentang Bian yang sempat ikut berbuka puasa bersama dengan mereka di rumah." Jawab daddy Kenzo.


El mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. El dan daddy Kenzo masih berada di ruang depan. Mereka bahkan belum beranjak dari posisi mereka saat itu. Hingga suara mommy Vanya kembali mengejutkan mereka.


"Mas, kenapa masih di sana?! Kamu juga El. Segera pergi ke kamar dan bersiap-siap. Kita ke Surabaya sekarang. Fida sudah memesankan tiket pesawat untuk kita." 


Baik El dan daddy Kenzo hanya bisa mengangguk mengiyakan. Mereka segera beranjak menuju kamar mereka masing-masing untuk bersiap-siap.


Ceklek.


El membuka pintu kamar tidurnya lebar-lebar. Dia tidak menemukan keberadaan Fara di sana. El segera berjalan menuju walk in closet untuk mencari keberadaan sang istri.


"Sedang apa?" Tanya El saat melihat Fara tengah berjinjit berusaha untuk meraih sebuah koper. Melihat hal itu, El langsung berinisiatif untuk mengambilkannya.


"Berkemas, Mas. Mommy meminta kita ikut ke Surabaya. Katanya, kak Revina akan menikah." Jawab Fara.


El mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia berjalan mendekat ke arah Fara dan memeluknya dari belakang. 


"Eh, apa-apaan sih, Mas. Aku mau berkemas-kemas dulu. Sana, mandi gih." Kata Fara sambil berusaha melepaskan pelukan El.


"Kebanjiran kamu surutnya kapan sih, Yang?" Tanya El sambil menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Fara. Di kecup-kecupnya leher sang istri tersebut dari belakang.


"Euugghhhh, Maaassshh." Kata Fara sambil menahan napas. Dia hanya bisa memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan kata-kata 'horor' nya.


"Mumpung masih pagi. Bantu aku lagi, yuk." Kata El.


"Eh, nanti ditunggu mommy, Mas." Jawab Fara sambil menoleh menatap wajah El.


El tidak membuang kesempatan yang ada di depannya. Dengan segera, dia langsung melahap bibir Fara yang berada tepat di depan wajahnya. Keduanya pun sudah larut dalam aktivitas yang membuat gerah dan juga membuat otak traveling.


Namun, aktivitas keduanya langsung terhenti saat sang mommy tiba-tiba datang ke kamar mereka yang masih terbuka lebar dan mendapati aktivitas 'horor' yang mereka lakukan.


"Astagaaaa! Ini anak kenapa masih saja sempat-sempatnya berpikir untuk ngadon. El, jangan menggoda Fara terus. Biarkan istri kamu beres-beres." Kata mommy Vanya tiba-tiba sambil bertolak pinggang.


Seketika El dan Fara langsung melepaskan pagutan mereka. Mereka tampak malu saat mendapati aktivitas yang baru saja mereka lakukan tengah dipergoki oleh mommy Vanya.


"Siapa yang menggoda Fara sih, Mom. Aku kan hanya membantunya tadi." Protes El.


"Halah, membantu apa, membantu kasih napas buatan hingga Fara megap-megap sambil merem melek gitu?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mohon maaf kemarin masih ada kerjaan deadline, jadi tidak bisa up. Semoga hari ini bisa up double.