
Malam itu, daddy El meminta bantuan Zee untuk menyelidiki penyebaran video Cello. Daddy El juga menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya terjadi kepada Zee.
"Waahh, benar-benar ini perempuan. Sudah ngidam mau dibuat men*desah." Gerutu Zee setelah mendengar penjelasan daddy El.
"Apa?! Men*desah? Kamu mau ikut nyicipin perempuan itu, Zee? Doyan, Lo?" Tanya daddy El terkejut.
"Sembarangan! Mana mungkin gue doyan perempuan model begituan. Sudah ndlower, El."
Daddy El langsung mendengus kesal. Bisa-bisanya Zee memikirkan hal itu disaat seperti ini, gerutu daddy El.
"Lalu apa maksudnya tadi men*desah?"
"Memedi den-den sawah alias orang-orangan sawah. Dia terlalu mengkhawatirkan jika dibiarkan berkeliaran di sekitar manusia. Lebih aman jika diletakkan di sawah. Siapa tahu bisa nakut-nakutin tikus dan ular sawah." Jawab Zee dengan entengnya.
Belum sempat daddy El menjawab perkataan Zee, terdengar teriakan dari seberang sana.
"Auuwww, aduuhhh duuhhh, Yang. Kamu ini suka banget sih cubitin iniku. Lama-lama bisa sebesar jagung ini mah besarnya." Gerutu Zee. Omong opo to Zee? Othor ndak mudeng 🙄
Daddy El yang mendengar percakapan absurd tersebut hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Setelah itu, dia segera memutuskan panggilan telepon begitu mendapat kepastian jika sahabatnya tersebut akan meminta bantuan kepada orang kepercayaan sang daddy.
"Bagaimana, Dad?" Tanya Cello saat melihat daddynya meletakkan ponsel di atas meja.
"Om Zee mau memperkenalkan kita kepada orang kepercayaan daddynya. Kita akan tahu langkah apa yang bisa kita lakukan setelah bertemu dengan orangnya. Kita tunggu saja."
"Iya, Dad. Aku juga sudah nggak sabar untuk mengusut kasus ini. Lama-lama aku bisa gila jika seperti ini terus." Gerutu El.
"Benar, Cell. Daddy yang tidak tahu apa-apa jadi ikut terkena imbasnya."
"Ya, sekali-kali ikut prihatin napa sih, Dad. Sama anak sendiri juga." Kata Cello sambil mencebikkan bibirnya sambil merebahkan punggungnya.Â
Daddy El tang melihat ekspresi putra semata wayangnya menjadi tidak tega.
"Iya, iya. Daddy temenin tidur di sini."
Belum sempat daddy El merebahkan punggungnya, terdengar suara langkah kaki menuruni tangga. Sontak Cello dan juga daddy El langsung menolehkan kepalanya. Mereka terkejut saat melihat Shanum menuruni tangga dengan terisak dengan mommy Fara berada di belakangnya.
Cello langsung melompat bangun dari selonjorannya dan berjalan mendekati sang istri.
"Heii, Sayang, ada apa? Kenapa menangis lagi?" Tanya Cello saat sudah mendekati Shanum. Dilihatnya wajah sang istri yang berkaca-kaca.
"Eh, memangnya kenapa?" Tanya Cello sambil mengusap-usap punggung sang istri.
Shanum hanya menggelengkan kepalanya di dalam dekapan sang suami. Dia sendiri bahkan bingung mengapa seperti itu.
"Sudah, Cell. Kamu bawa istrimu ke kamar sana. Kasihan Shanum pasti sudah capek. Biarkan dia istirahat." Kata mommy Fara yang masih berdiri di belakang tubuh Shanum dan juga Cello.
"Iya, Cell. Ajak istri kamu istirahat. Daddy dan mommy juga sudah mau istirahat. Ayo, Yang." Dengan tanpa rasa bersalahnya daddy El langsung menarik tangan mommy Fara untuk kembali menaiki tangga. Dia bahkan tidak menoleh ke arah putra dan menantunya yang masih berada di ujung tangga.
"Daddy nggak jadi tidur di sini?" Tanya Cello.
"Enggak, ngapain? Mommy kamu sendirian di dalam kamar. Kasihan nanti kedinginan. Daddy mau bantu angetin."
"Memangnya kompor apa?!" Dengus mommy Fara sambil mengikuti langkah kaki sang suami.
"Hehehe, iya Yang. Kali ini, kompor alami yang banyak memberikan efek samping dan reaksi." Jawab daddy El sambil tersenyum jahil.
"Memangnya apa efek samping dan reaksinya?"
"Mau tau?" Tanya daddy El sambil membuka pintu kamar.
"Iya."
"Sini, aku tunjukkan langsung biar kamu langsung bisa merasakannya."Â
Seketika kedua mata dan mulut mommy Fara langsung terbuka lebar saat melihat daddy el mulai melucuti pakaiannya.
"Mass?! Nggak malu apa. Masih di depan pintu juga sudah mau polosan." Gerutu mommy Fara sambil memalingkan muka. Wajahnya sudah mulai memerah karena tingkah daddy El.
"Biarin. Biar cepet selesai finishing."
"Eh,"
•••
Tinggalkan jejak vote, like dan komen buat othor ya. Terima kasih.