
Sementara di kamar Cello, dia langsung membulatkan kedua bola matanya saat mendapati sang istri telah menunggu di atas tempat tidur. Cello langsung menutup pintu dan menguncinya.
"I-itu dapat dari mana, Yang?" tanya Cello sambil tak mengalihkan pandangan dari tubuh Shanum.
"Kamu mau tahu saja apa mau tahu banget, Mas?" goda Shanum sambil tersenyum. Jangan lupakan ekspresinya yang dibuat semupeng mungkin hingga membuat jakun Cello langsung naik turun. Eh, memang gimana Thor ekspresi mupeng itu? Lihat ekspresi si Mbut Mbut di atas.
"Aku nggak mau tahu semuanya, Yang. Yang aku mau, ikut Drew dan Dryn."
"Eh, ikut kemana?" tanya Shanum bingung.
"Itu, sedot-sedot."
Shanum yang mendengar perkataan Cello hanya bisa mendengus kesal. "Ccckkk, itu sih maunya kamu, Mas. Bukan hanya atas saja, tapi bawah juga pasti kamu habiskan."
Cello hanya bisa tersenyum nyengir sambil beranjak naik ke atas tempat tidur. Dia langsung merangkak menuju Shanum yang tengah bersandar di ranjang bagian kiri. Dengan gerakan cepat, Cello menarik baju ha*ram namun halal Shanum tersebut.
Namun, kejadian tak terduga justru terjadi. Karena terlalu bersemangat, Cello langsung menarik baju Shanum hingga membuatnya langsung terkoyak.
Breeetttttttt.
Seketika Shanum langsung berteriak. "Maaassss!"
Cello yang juga kaget langsung tersenyum nyengir. Dia masih menatap bagian robekan baju tersebut. Namun, kini perhatiannya langsung buyar saat mendengar kedua buah hatinya terbangun dan menangis. Ternyata, Drew dan Dryn merasa kaget dan terganggu karena teriakan refleks Shanum.
Seketika rencana Cello dan Shanum pada aktivitas cangkul-cangkulan langsung ambyar. Mereka berdua langsung beranjak untuk menenangkan kedua buah hati mereka.
Shanum segera menyusui Dryn terlebih dahulu sementara Cello berusaha menimang Drew. Namun, usaha Cello benar-benar tidak berhasil. Drew masih saja menangis dengan keras sehingga membuat Dryn ikut gelisah.
"Aku ambilkan susu di dapur saja ya, Yang. Kasihan Drew nangis kejer begini."
Cello segera mengangguk mengiyakan. Setelah itu, dia langsung mengajak Drew untuk pergi ke dapur. Beruntung persediaan asi Shanum masih melimpah.
Cello segera menyiapkan asi untuk Drew. Setelah siap, dia langsung memberikannya kepada sang putra sambil menimangnya. Beruntung Drew langsung diam setelah mendapatkan asupan gizinya.
Tak butuh waktu lama bagi Drew untuk terlelap. Cello masih membawa Drew berjalan-jalan di sekitar ruang tengah. Sesekali Cello memberikan kecupan pada pucuk kepala sang putra.
Saat hendak kembali ke dalam kamar, Cello baru menyadari betapa berantakannya ruang tengah tersebut. Proposal dan kertas berserakan dimana-mana. Kening Cello langsung berkerut saat melihat sekitar ruang tengah tersebut.
"Ini kenapa berantakan sekali? Apa si Mbut Mbut keluar kandang?" gumam Cello sambil berjalan mendekati sofa.
Cello melihat ponsel daddy El juga tergeletak dengan posisi nyungsep di dekat sandaran sofa. "Ponsel Daddy? Kenapa ada di sini? Tumben nggak dibawa ke dalam kamar?"
Cello hanya melihat kondisi ruang tengah yang berantakan tersebut. Bukanya dia tidak mau membereskan proposal dan kertas yang berantakan tersebut. Namun, Cello saat itu tengah menggendong Drew.
Setelah itu, Cello langsung beranjak menuju kamar. Dia melihat jika Dryn sudah kembali terlelap di dalam box bayinya. Cello segera membawa Drew mendekati box bayi dan menidurkannya di sana. Tak lupa juga Cello memberikan kecupan selamat malam kepada kedua jagoannya tersebut.
Cello segera menutup pintu dan menguncinya dengan pelan agar tidak mengganggu tidur Drew dan Dryn. Setelah itu, dia langsung mencari keberadaan Shanum yang ternyata sedang berada di dalam kamar mandi.
Tak berapa lama kemudian, Shanum terlihat keluar dari kamar mandi. Cello yang melihat sang istri langsung berbinar bahagia.
"Aku sudah membantu menidurkan Drew, Yang. Sekarang, giliran kamu menidurkan ini," kata Cello sambil menarik tangan Shanum dan menunjukkan apa yang dimaksudnya.
"Maasss!"
Huuaaaaaa huuaaaaaa.
Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya. Terima kasih.