
Akhirnya, mau tidak mau Adrian menerima tawaran Kinan untuk membantunya mandi. Eh, catat. Membantunya mengelap bagian punggung Adrian. Untuk yang lainnya, Adrian masih bisa melakukannya sendiri.
Kinan segera mengambil kursi plastik dari ruang tengah dan membawanya ke kamar mandi untuk Adrian duduk. Sementara itu, Adrian juga sudah mengganti celananya dengan handuk yang dililitkan dengan kencang pada pinggangnya. Adrian benar-benar harus berkonsentrasi agar tidak baper.
Setelah semua siap, Kinan segera mengambil handuk kecil untuk mulai membersihkan punggung Adrian. Tentu saja dia harus berhati-hati agar tidak mengenai luka Adrian.
Tidak sampai lima menit, aktivitas Kinan sudah selesai. Dia segera membereskan peralatannya dan keluar dari kamar mandi untuk membiarkan Adrian melanjutkan sendiri aktivitas mandinya. Hhmm, jangan berpikiran aneh-aneh lho ya, masih siang. ðŸ¤
Sementara Adrian tengah menyelesaikan aktivitas mandinya, Kinan segera menyiapkan baju ganti. Dia mengeluarkan baju dari tas yang dibawa oleh Adrian. Sebelumnya, Kinan sudah meminta izin kepada sang suami untuk membongkar tas tersebut. Selain itu, dia juga harus mengambil obat dan perlengkapan lainnya untuk mengobati punggung Adrian.
Kinan sudah mengeluarkan box yang berisi obat serta perban untuk punggung Adrian. Setelah itu, dia berniat mengambilkan baju ganti Adrian. Kinan mengambil sebuah celana jeans dan kemeja hitam untuk baju ganti Adrian. Hanya ada tiga stel baju di sana. Masing-masing ada dua celana jean dan dua kemeja, sementara yang satunya ada celana pendek dan kaos putih polos. Kinan yakin itu untuk tidur.
Membayangkan pakaian itu, seketika otak Kinan langsung menari-nari ke adegan tubruk-tubrukan alias tindih menindih. Entah mengapa otaknya langsung nyelonong ke sana.
"Astaga! Kenapa hal seperti itu justru langsung terlintas di pikiranku," gumam Kinan sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Setelah itu, Kinan membuka tas bagian bawah. Dia hendak mengambil 'jeroan' Adrian untuk 'kurungan kail jumbo'. Namun, seketika kedua bola mata dan mulut Kinan langsung terbuka dengan lebar.
"Astaga! Kenapa bagian depan menggembung besar sekali? Memang bagian itu menampung isi seberapa besar?" Kinan hampir berteriak saat menjembreng 'jeroan' tersebut.
'Jeroan' dengan model brie** tersebut, benar-benar membuat otak Kinan traveloka ke scene antah brantah. Meskipun dia perempuan yang masih ting tong ting tong. Namun, Kinan bukanlah termasuk perempuan yang benar-benar polos.
Belum sempat Kinan menurunkan tangannya, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Adrian dengan memakai handuk yang dililitkan dengan erat pada pinggangnya, berjalan keluar dari kamar mandi.
Kedua bola matanya langsung membulat saat melihat Kinan sedang mengamati 'kurungan' pribadinya.
"Apa yang kamu lakukan?" Adrian berjalan terburu-buru untuk menghampiri Kinan dan segera merebut benda tersebut. Wajahnya terasa panas karena malu.
Kinan menoleh ke arah Adrian sambil mengamati tubuh polosan tersebut.Â
"Memangnya apalagi? Aku sedang membantu menyiapkan keperluan kamu, Mas."
"Lalu, kenapa kamu lihat-lihat itu tadi?"
"Memangnya ada apa? Lama-lama aku juga harus terbiasa dengan itu, kan? Bukan hanya bungkusnya saja sih, tapi isinya juga." Kinan dengan nakalnya mengalihkan pandangan matanya ke bagian bawah tubuh Adrian yang tertutup handuk.
Apa yang dilakukan Adrian, tentu saja dia buru-buru menutupi bagian itu dengan kedua tangannya. Eh, bukannya itu sudah tertutup handuk, Bang? 🤧
\=\=\=
Like dan komen banyak-banyak ya, nanti othor balik lagi jika ramai. Jika masih sepi, othor selingkuh di sebelah dulu ðŸ¤