
Mommy Vanya pergi dari kamar El dan Fara sambil menggerutu karena tingkah sang putra. Mommy Vanya yakin jika El yang menggoda Fara, mengingat jika tingkah El benar-benar mirip dengan tingkah daddy Kenzo.
Mommy masih mengomel tidak jelas saat kembali ke kamarnya. Daddy Kenzo yang mendengar hal itu pun langsung menoleh.
"Ada apa, Yang?" Tanya daddy Kenzo.
"Anak kamu itu, Mas. Sudah tahu kita harus cepat-cepat, eh masih saja menggoda Fara. Bisa-bisa kita akan ketinggalan pesawat jika menunggu mereka ngadon dulu " jawab mommy Vanya.
Daddy Kenzo yang mendengar hal itu pun hanya bisa mencebikkan bibirnya. Pasalnya, dulu mereka juga pernah mengalami hal yang sama karena terlalu bersemangat dan lupa diri saat hokya-hokya.
"Ccckkk, giliran anak saja di omelin, memangnya nggak ingat dulu jika kita juga pernah ketinggalan pesawat karena terlalu bersemangat hokya-hokya." Cibir daddy Kenzo.
Seketika mommy Vanya berbalik dan menatap tajam ke arah daddy Kenzo. Bukannya apa-apa, mommy Vanya hanya merasa malu jika mengingat hal itu. Apalagi, saat itu mereka terburu-buru datang ke bandara tanpa memperhatikan jejak petualangan mereka yang terpampang nyata pada leher. Alhasil, mereka langsung balik kanan grak untuk pulang. Malu.
Sekitar satu jam kemudian, semua sudah siap dan segera berangkat menuju bandara. Mereka sudah ditunggu oleh keluarga Revina di sana. Tak berapa lama setelah kedatangan mereka ke bandara, pesawat yang mereka tumpangi pun segera take off. Mereka semua berangkat ke Surabaya dengan berbagai macam pertanyaan yang memenuhi kepala.
Setelah tiba di Surabaya, rombongan mereka langsung dijemput oleh utusan Bian. Ternyata, mereka datang ke Surabaya tidak sendiri. Ada Kaero beserta istri dan putranya juga turut serta hadir di sana.
Keluarga Revina berangkat lebih dulu ke hotel yang sudah di siapkan oleh Bian. Sementara keluarga daddy Kenzo masih mengobrol dengan keluarga Kaero.
"Saya sama sekali tidak menyangka jika pak Bian akan menikah dengan putri dari asisten saya, pak Kaero. Ini benar-benar berita yang sangat mendadak." Kata daddy Kenzo sambil berjalan menuju mobil yang menjemput mereka.
Disamping kanan daddy Kenzo, berjalan Kaero sambil menggendong putranya, Sean. Di samping kirinya, El juga tengah berjalan mengiringi. Sementara para istri mereka berjalan di belakang.
"Jangankan Anda, Pak. Saya pun juga merasa terkejut saat semalam Bian menelepon saya dan memberitahukan jika hari ini dia akan menikah. Kami langsung memesan tiket pesawat dan berangkat ke sini." Jawab Kaero.
Daddy Kenzo dan El hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Kaero. Tak berapa lama kemudian, mereka sudah mendapati mobil jemputan mereka. Segera setelahnya, mereka langsung menuju hotel. Acara ijab qobul akan dilakukan sore nanti di hotel tersebut.
"Sayang sekali kamu sedang kebanjiran. Jika tidak, kita bisa nyicil buat bibit unggul, nih." Kata El saat mengekori Fara memasuki kamar hotel.
Namun, bukan El namanya jika tidak memanfaatkan kesempatan. Dia langsung mendekati Fara dan menggendongnya menuju tempat tidur. Tanpa aba-aba lagi, El langsung menyerang Fara dengan ci*u*mannya yang membuat Fara kembali terhanyut.
Namun, aktivitas mereka terhenti saat terdengar suara ketukan pintu. El dan Fara seketika menghentikan aktivitas mereka dengan napas ngos-ngosan.
"Siapa, Mas. Bukain pintu dulu, gih. Aku akan membersihkan tubuh dulu." Kata Fara sambil mendorong tubuh El.
Mau tidak mau El segera beranjak untuk membukakan pintu. Dia berniat untuk membukakan pintu dan mengomeli siapapun yang telah mengganggunya.
Ceklek.
"Astaga, itu bibir kenapa belepotan lipstick?!"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Setelah ini, part Revina's Wedding. Mohon bantuan vote, like dan komen untuk cerita ini. Terima kasih.