
Sesampainya di rumah, Vanya langsung mengeluarkan barang-barang belanjaannya dan berniat membawanya masuk ke dalam rumah. Namun, Kenzo melarangnya dan mengambil alih belanjaan Vanya.
"Biar aku yang bawa. Ini berat sekali." Kata Kenzo sambil mengambil alih barang belanjaan Vanya. Vanya pun mengangguk mengiyakan. Saat hendak berbalik, Vanya merasakan mereka tengah diperhatikan. Dan benar saja. Saat Vanya berbalik, ada sepasang mata yang tengah memperhatikan mereka. Ya, dia adalah Elsa, si kutilang yang dulu sering menggoda Kenzo.
Vanya berhenti sebentar dan membiarkan Kenzo berjalan masuk ke dalam rumah terlebih dahulu. Vanya ingin mengetahui apa yang diinginkan tante kutilang itu.
"Ada yang bisa saya bantu Tante?" Tanya Vanya sedikit berteriak.
Elsa yang mendengar pertanyaan Vanya langsung mendelik tajam dan menghembuskan napasnya dengan kasar. Vanya dapat mengetahui hal itu dengan sangat jelas.
"Aku nggak butuh bantuanmu. Kamu nikmati saja hidupmu sekarang, toh sebentar lagi juga kamu akan menangis-nangis darah." Jawab Elsa sambil beranjak pergi meninggalkan Vanya.
Vanya lumayan terkejut dengan maksud dari Elsa. Apa maksudnya dengan menangis darah? Apa yang akan dilakukannya? Batin Vanya.
Lamunan Vanya ambyar seketika saat mendengar panggilan Kenzo dari balik pintu.
"Sayang, ngapain sih di luar. Cepat masuk, mendung ini mau hujan sepertinya." Teriak Kenzo.
Vanya yang tersadar pun segera beranjak menuju pintu utama rumahnya.
"Iya Mas, ini juga mau masuk." Jawab Vanya sambil berjalan menuju pintu utama rumah.
Setelahnya, mereka segera membersihkan diri. Vanya segera memasak untuk makan malam, sementara Kenzo sedang memainkan ponselnya di ruang makan sambil menemani Vanya.
"Nanti malam ada acara kemana?" Tanya Kenzo saat Vanya bolak-balik mengambil bumbu di lemari pendingin.
"Ehm, di rumah saja Mas. Memangnya ada apa?" Tanya Vanya. "Mau ada acara keluar?" Lanjutnya lagi.
"Ehm, kita jalan ke mall yuk." Ajak Kenzo.
Vanya menghentikan memasaknya dan menoleh menatap wajah Kenzo.
"Di luar lagi hujan Mas, serius mau jalan ke mall?" Tanya Vanya.
Seketika Kenzo menghentikan aktivitasnya memainkan ponsel dan mencoba untuk fokus mendengarkan suara hujan.
"Ah iya, aku nggak fokus Yang. Maaf ya. Hehehe." Jawab Kenzo sambil nyengir.
"Kamu terlalu asik main game Mas. Jangan di kembangbiakkan ih hobby nya." Kata Vanya sambil mulai mengaduk-aduk sup ayam buatanya.
"Iya, maaf deh. Aku off ini." Kata Kenzo sambil berdiri melangkah ke arah Vanya. Dia tidak mau membuat sang istri marah. Bisa-bisa dirinya yang akan rugi nanti. "Aku bisa bantuin apa Yang?" Tanya Kenzo sambil memeluk Vanya dari belakang.
"Ehm, aku masak lumayan banyak nih Mas. Kamu ajak Reyhan saja ke sini. Sekalian tanya-tanya dia sudah punya pacar apa belum. Katanya mau dijodohin sama Fida." Kata Vanya.
"Ah iya, benar juga. Aku hubungi dia sekarang kalau begitu." Kata Kenzo sambil beranjak mengambil ponselnya.
Tut tut tuuut.
"Hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reyhan setelah panggilan telepon tersambung.
"Kamu dimana Rey?" Tanya Kenzo.
"Eh, ini saya di rumah Tuan mau keluar cari makan. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reyhan.
"Datanglah ke rumah. Vanya masak banyak malam ini. Sekalian ada yang ingin aku sampaikan." Kata Kenzo.
"Ah, baiklah. Saya akan segera kesana." Jawab Reyhan.
Setelahnya, Kenzo segera menutup ponselnya dan kembali kepada Vanya.
"Sudah Mas?" Tanya Vanya sambil menata makan malamnya di atas meja makan.
"Hhhmmm, Reyhan akan kemari." Jawab Kenzo.
"Mas Kenzo beneran akan menjodohkan Reyhan dengan Fida?" Tanya Vanya.
"Hhhmm, sepertinya itu ide yang bagus. Reyhan itu orangnya kalem, penurut, dia juga akan sulit untuk mendekati perempuan jika sang perempuannya tidak agresif. Sepertinya cocok dengan Fida." Kata Kenzo.
"Benar juga Mas. Fida itu anaknya rame, dia memang ceplas ceplos kalau ngomong, tapi aslinya dia baik kok." Kata Vanya.
"Iya, aku juga percaya dia baik. Jika tidak, mana mungkin dia akan membantu kamu menyiapkan segala keperluan buat pecah melon dulu. Hahahahaha." Kata Kenzo sambil tertawa.
Vanya yang mengingat hal itu langsung mencubit lengan sang suami. Bagaimana tidak, dia benar-benar malu jika harus mengingat hal itu. Wajah Vanya pun langsung merah merona saat mengingatnya.
"Ciieee, yang lagi blushing mengingat awal-awal aahhh uuhhh aahhh uuhh." Goda Kenzo semakin menjadi-jadi.
"Mas ih, aku ngambek nih." Ancam Vanya. Sontak saja Kenzo langsung diam. Dia akan sangat takut jika tidak mendapat jatah dari Vanya.
Melihat Kenzo yang langsung terdiam, giliran Vanya yang terkekeh geli. Dia masih merasa heran dengan sikap sang suami. Bagaimana tidak, jika di depan orang lain atau karyawannya, dia akan sangat berwibawa sekali, bahkan terkesan seperti orang yang kaku dan keras. Namun, jika hanya berdua saja dengannya, bisa dipastikan pikirannya tak jauh-jauh dari hal-hal omes.
Tak berapa lama kemudian, terdengar ketukan pintu. Kenzo dan Vanya bisa memastikan jika itu adalah Reyhan, mengingat rumah Reyhan juga berada di komplek perumahan yang sama dengan Kenzo, hanya berbeda blok.
Kenzo berjalan untuk membuka pintu utama, sementara Vanya pergi untuk membersihkan diri.
"Terima kasih Tuan atas undangannya. Saya jadi tidak harus bersusah payah mencari makan malam lagi. Hehehe." Kata Reyhan sambil berjalan memasuki rumah tersebut.
"Hhhhh, makanya cepat cari istri agar ada yang masakin, nemenin tidur dan tempat berbagi." Kata Kenzo sambil berjalan menuju meja makan.
Reyhan mencebikkan bibirnya setelah mendengar perkataan Kenzo.
"Tuan juga nggak bakal menikah jika nggak kepergok nyonya waktu itu kan." Kata Reyhan.
Seketika Kenzo langsung berbalik menatap tajam wajah Reyhan. Belum sempat Kenzo membalas perkataan Reyhan, Vanya sudah menginterupsi mereka.
"Kamu sudah datang Rey, ayo segera ke ruang makan." Kata Vanya sambil menarik lengan sang suami.
Kenzo langsung melupakan amarahnya pada Reyhan. Dia mengikuti sang istri yang sudah menarik lengannya menuju meja makan.
Mereka langsung mengambil tempat duduk masing-masing. Vanya segera mengambilkan makanan untuk sang suami. Saat dia hendak mengambilkan makanan untuk Reyhan, Kenzo memelototinya.
"Ada apa sih Mas, Reyhan kan tamu kita. Sudah seharusnya kita menjamunya kan. Jangan parnoan begitu ih." Kata Vanya saat mengetahui maksud sang suami.
Vanya mengambilkan nasi untuk Reyhan, tapi dia mempersilahkan Reyhan mengambil lauk sendiri sesuka hati. Setelahnya, mereka mulai menyantap makan malam mereka.
"Berapa usiamu Rey?" Tanya Kenzo di tengah-tengah aktivitasnya mengunyah makan malam.
Reyhan tampak terkejut mendengar pertanyaan Kenzo. Namun, dia berusaha untuk tetap tenang.
"Ehm, saya tiga puluh satu Tuan, mau jalan tiga puluh dua tiga bulan lagi." Jawab Reyhan.
Kenzo dan Vanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.
"Kamu mau menikah saat berusia berapa Rey?" Kali ini Vanya yang bertanya.
"Ah itu, sa-saya tidak dapat memastikannya Nona." Jawab Reyhan.
"Kenapa begitu? Apa kamu belum punya pacar?" Tanya Vanya lagi. Dia ingin memastikannya sendiri.
"Ehm, i-iya begitulah." Jawab Reyhan kikuk.
Vanya tampak tersenyum senang mendengarnya. Dia yakin bisa menjodohkan Reyhan dengan sang sahabat, Fida. Semoga mereka berjodoh, batin Vanya.
Kenzo yang melihat sang istri tersenyum-senyum sendiri sambil memandang Reyhan langsung terbakar api yang tidak tampak namun rasanya bisa membakar tubuh. Ya, dia sangat cemburu. Kenzo mulai berpikir jika Vanya menyukai Reyhan. Seketika Kenzo langsung menoleh menatap wajah Reyhan.
"Kamu harus menikah sebelum usia kamu menginjak tiga puluh dua tahun Rey. Aku tidak mau tahu alasan apapun. Aku tunggu dalam waktu tiga bulan ini, kamu harus segera menikah." Kata Kenzo dengan tegas.
Uhuk uhuk uhuk.
Reyhan langsung tersedak. Dia segera mengambil air minum yang disodorkan oleh Vanya. Melihat hal itu, wajah Kenzo semakin merah padam, seolah ada asap yang keluar dari kepalanya, bul bul bul.
"Me-menikah? Ta-tapi dengan siapa Tuan?" Tanya Reyhan panik. Seketika nafsu makan Reyhan langsung berkurang drastis. Dia semakin panik setelah mendengar perkataan Kenzo.
"Tenang Rey, aku akan membantumu." Kata Vanya yang dihadiahi oleh tatapan tajam dari Kenzo.
Babang Kenzo Julian
Zivanya Anindita
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=
Hhhmm, kira-kira gimana ya tanggapan Fida jika dia akan dijodohkan dengan Reyhan? 🤔
Mohon dukungannya ya, like, komen dan vote.
Untuk informasi up dan karya terbaru, silahkan follow ig othor @keenandra_winda
Thank you