The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 107



Beberapa hari pun berlalu. Kini, Shanum tengah berada di teras depan untuk mengantar keberangkatan mommy Fara dan juga daddy El. Siang itu, mereka akan pergi ke Bandung untuk melayat ke kerabat oma Vanya.


"Sayang, ingat jaga diri baik-baik. Jaga cucu mommy juga dengan baik, ya." Kata mommy Fara sambil memeluk tubuh Shanum dan mengusap-usap punggungnya.


"Iya, Mom. Mommy dan daddy hati-hati di jalan. Tidak usah langsung pulang jika masih capek, Mom."


"Iya, Sayang. Nanti mommy kabari jika mau pulang. Kamu jaga diri baik-baik. Mommy akan segera menghubungi Cello agar segera pulang."


"Nggak apa-apa, Mom. Mas Cello pasti juga akan segera pulang."


"Ya sudah kalau begitu. Mommy dan daddy berangkat dulu."


"Iya, Mom. Hati-hati."


Setelahnya, mommy dan daddy segera berangkat. Mereka langsung berangkat menuju Bandung karena oma Vanya dan opa Kenzo juga sudah berada di sana selama beberapa hari ini.


Shanum segera masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil yang ditumpangi kesua mertuanya tersebut berbelok. Dia langsung berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum.


"Ada yang bisa Bibi bantu, Non?"


"Nggak ada, Bi. Terima kasih. Aku hanya haus."


"Mau dikupaskan buah lagi, Non?"


"Ehm, nggak dulu deh, Bi. Rasanya masih kenyang sekali ini."


Si bibi hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelahnya, Shanum segera beranjak menuju kamar untuk mengambil ponselnya yang tertinggal. Dia ingin menghubungi sang suami. Shanum juga pergi ke kamar kecil dulu karena harus buang air kecil. 


Setelah selesai dari kamar mandi, Shanum sedikit terkejut saat melihat sang suami sudah berada di dalam kamar.


"Ini baru sampai. Mommy dan daddy sudah berangkat ya?"


"Iya. Mereka baru saja berangkat. Aku pikir, kamu akan pulang sore, Mas."


"Entahlah, aku hanya merasa nggak nyaman saja. Bawaannya ingin segera pulang." Kata Cello sambil memeluk tubuh Shanum dan memberikan beberapa kecupan pada bibir sang istri.


"Mass, ih! Mandi dulu sana. Bau tau," gerutu Shanum sambil mendorong bahu sang suami.


Cello hanya bisa mencebikkan bibirnya. Namun, dia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Jika dia tidak segera beranjak, bisa-bisa Shanum akan mengomelinya panjang kali lebar. Entah mengapa semenjak hamil, sang istri tersebut terlihat sangat cerewet dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan kebersihan.


Beberapa saat kemudian, Cello terlihat sudah selesai membersihkan diri. Dia keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan boxer andalannya dan bertelanjang dada. Tentu saja dia juga tidak memakai apa-apa lagi di dalamnya. 


Cello menggosok-gosok rambutnya yang masih basah sambil berjalan untuk mengambil alat pel-pelan. Ya, kebiasaannya memang selalu begitu setelah ada yang baru dari kamar mandi. Cello langsung menggosok-gosok lantai dengan alat pel untuk memastikan jika lantai kamar mereka tidak licin dan membahayakan Shanum dan kedua calon bayinya.


Shanum yang melihat apa yang dilakukan oleh Cello menjadi sangat bersyukur. Suaminya tersebut benar-benar sangat perhatian kepadanya dan calon buah hati mereka. 


Setelah melihat Cello selesai dan mengembalikan alat pel, Shanum langsung berjalan menghampiri sang suami yang tengah berada di walk in closet untuk mengambil kaosnya. Melihat hal itu, Shanum segera menangkap tangan Cello dan menghentikan gerakannya untuk memakai kaos tersebut.


Cello yang terkejut pun langsung menoleh dan menatap wajah Shanum yang sudah terlihat sayu. Jangan lupakan bibir bawahnya yang sudah digigiti sambil kedua matanya menatap ke arahnya.


"Ada apa?" Tanya Cello sambil berbalik.


"Ehm, sepertinya anak-anak kamu mau bertemu dengan daddynya, Mas?"


"Eh, kamu sudah mau melahirkan?"


Eh, iya kah? 🤔