
Tak terasa kini usia baby boys sudah memasuki dua minggu. Cello dan Shanum yang awalnya masih merasa kesulitan beradaptasi dengan aktivitas mengasuh twin boys pun sudah mulai terbiasa.
Mommy Fara juga langsung ikut turun tangan untuk membantu mengasuh the twins. Mereka bahkan memutuskan untuk tidak memakai baby sitter. Lebih tepatnya, belum mencari baby sitter. Shanum dan mommy Fara merasa masih mampu untuk mengasuh mereka.
"Yang, sepertinya ini popok si kakak sudah penuh. Aku ganti ya," kata Cello sambil berjalan menuju kamar mereka.
"Iya, Mas. Sekalian tolong lihatin popok adik," jawab Shanum yang berada di dapur untuk mencuci botol susu si kembar.
"Iya."
Setelahnya, Cello segera berjalan menuju kamar tidur mereka. Dia langsung menidurkan baby Drew diatas tempat untuk mengganti popoknya. Sesekali Cello menciumi pipi sang putra yang sudah mulia gembul tersebut.
Mommy Fara yang saat itu baru saja pulang dari rumah oma Vanya, langsung berjalan menuju dapur untuk meletakkan barang belanjaannya. Mommy Fara sempat mampir ke minimarket untuk membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga yang habis.
"Sayang, mana twins?" tanya mommy Fara sambil menatap ke arah Shanum.
"Eh, mommy sudah pulang? Mereka di dalam kamar, Mom."
"Sama siapa?"
"Sama mas Cello, kok."
"Lho, Cello sudah pulang dari cafe?"
"Sudah kok, Mom. Baru pulang dia."
Mommy Fara hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Setelahnya, mommy Fara langsung berjalan menuju kamar Cello untuk melihat sang cucu. Entah mengapa dia selalu merasa kangen kepada para cucunya tersebut.
"Waahh, adik masih tidur, nih. Kakak sudah bangun?" kata mommy Fara sambil berjalan menuju box bayi tempat baby Dryn tidur.
"Popoknya penuh, Mom. Makanya tadi dia rewel sekali."
Mommy Fara mengangguk-anggukkan kepalanya sambil masih menatap pergerakan Cello saat mengganti popok baby Drew.
"Kamu kapan pulang, Cell?"
"Sekitar tiga puluh menit yang lalu, Mom. Ada apa?" tanya Cello bingung sambil menoleh ke arah sang mommy.
"Hhhh, tadi daddy kamu mau nyamperin ke cafe. Eh, ternyata kamu sudah di rumah," jawab mommy Fara sambil menghembuskan napas beratnya.
"Eh, daddy ke cafe? Ada apa, Mom?"
"Ada yang mau dibahas katanya. Nggak enak jika bahas di rumah."
Kening Cello kembali berkerut. Dia benar-benar tidak mengerti maksud perkataan sang mommy.
"Ada apa, Mom? Memangnya kenapa tidak enak bahas di rumah?"
Belum sempat mommy Fara menjawab pertanyaan Cello, terdengar suara pintu kamar terbuka. Terlihat Shanum memasuki kamar dengan membawa botol susu untuk the twins.
"Belum selesai, Mas?"
"Eh, sudah kok, Yang. Nih, lihat kakak Drew sudah cakep seperti daddy, ya." Jawab Cello sambil menciumi hidung sang putra.
"Ya, memangnya kenapa jika aku brewok, Mom? Shanum saja nggak masalah." Gerutu Cello sambil menoleh menatap wajah sang mommy.
"Coba saja kamu tanya Shanum, dia pasti geli jika melihat suaminya brewok gitu. Nggak enak mau ngapa-ngapain."
Lagi-lagi Cello mendengus kesal setelah mendengar perkataan sang mommy.
"Memangnya mau ngapain sih Mom, sampai-sampai nggak nyaman dengan brewokku?"
"Ya, pasti gatal Cell. Bisa iritasi nanti."
"Apanya?"
"Jalannya Drew dan Dryn." Jawab mommy Fara sambil melenggang pergi meninggalkan Cello dan Shanum di dalam kamar.
Seketika kedua pasang bola mata Cello dan Shanum membulat setelah mendengar perkataan mommy Fara. Cello menoleh menatap wajah Shanum yang masih terlihat terkejut.
"Eh, memang benar Yang, bisa iritasi begitu?"
Wajah Shanum langsung memerah saat mendengar pertanyaan Cello.
"Apaan sih, Mas. Mana ada yang begitu itu. Aku juga nggak tahu," jawab Shanum sambil beranjak menggendong baby Drew untuk menyusuinya.
"Kok bisa nggak tahu?"
"Ya, kamu kan belum pernah brewokan begitu Mas sebelum ini. Jadi, aku mana tahu." Lagi-lagi Shanum merasakan kedua pipinya terasa panas.
"Mau dicoba sekarang?" Goda Cello sambil tersenyum dan menaik turunkan alisnya.
"Astaga Mas, masih banjir bah ini!"
Cello yang baru menyadari hal itu langsung menepuk keningnya. Dia benar-benar lupa jika sang istri masih dalam masa nifasnya.
Setelahnya, Cello segera beranjak menuju dapur. Di sana, dia bertemu dengan mommy Fara yang terlihat sedang membantu bi Yam untuk menyiapkan makan malam.
"Mom, tadi apa maksudnya?" Tanya Cello setelah berada di dekat sang mommy.
Mommy Fara menoleh menatap ke arah Cello. Dia menghembuskan napas beratnya sebelum menjawab pertanyaan putranya tersebut.
"Mommy nggak tahu pastinya. Tapi, daddy kamu benar-benar serius meminta bantuan kamu kali ini."
Cello semakin penasaran dengan apa yang dimaksud oleh mommynya tersebut.
Q: Ada apa sih, thor? 🤔
A: Sabar dulu ya.
Q: Rean mana thor?
A: Di umpetin dulu 🤭