The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Cerita Sebenarnya



"Eh, bukankah itu?" Fida mendadak berhenti berjalan saat melihat sesosok wanita yang menarik perhatiannya.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Reyhan saat melihat seorang laki-laki dan wanita yang dikenalnya tengah berdebat di lorong sempit yang ada di sebelah toilet. Reyhan segera menarik Fida agar segera bersandar pada sebuah tiang di dekat tanaman hias tak jauh dari sepasang laki-laki dan wanita yang tengah berdebat tersebut.


"Gue nggak mau ya Sha, pokoknya lo harus bertanggung jawab dengan semua ini." Kata wanita tersebut.


"Heh, kenapa jadi minta pertanggungjawaban gue, hah?! Bukannya ini semua rencana lo. Lo yang maksa gue untuk melakukan ini semua. Lo juga yang maksa gue untuk masuk di perusahaan itu dengan bantuan bokap lo dan melakukan semua kecurangan itu. Lalu, setelah semua kesulitan yang gue alami ini, lo masih minta gue bertanggung jawab, hah!" Teriak laki-laki itu.


"Jika bukan karena otak lo yang pas-pasan itu dan akting lo yang amatiran, semua rencana ini pasti akan berhasil." Sergah sang wanita.


"Eh, lo ngatain otak gue pas-pasan?! Setidaknya gue bukan orang g*bl*k yang bisa sampai kecolongan hingga hamil seperti lo, Sa." Kata sang laki-laki dengan senyum mencibir.


"Benar-benar si*l*n lo Rasha. Gue akan pastikan lo menerima semua konsekuensi atas semua yang lo lakuin ke gue." 


"Lo kira gue peduli, hah?!" Kata Rasha. Ya, laki-laki tersebut adalah Rasha yang tengah berdebat dengan Elsa, si ngket-ngket gatel. "Gue bener-bener nyesel dulu ikut termakan hasutan lo. Seandainya gue nggak terpengaruh dengan apa yang lo ceritakan, mungkin hidup gue nggak akan jadi seperti ini." Lanjut Rasha.


"Semua yang terjadi pada lo dan keluarga lo bukan gara-gara gue. Lo sendiri yang kelewat t*l*l hingga menggagalkan semua rencana yang telah dibuat. Jadi jangan salahkan gue dan orang tua gue jika lo dan keluarga lo mendapat blacklist." Kata Elsa dengan berapi-api.


"Heh, lo dengar ya. Gue memang salah telah terpengaruh oleh omongan lo dan bokap lo. Gue sempat mengira jika Kenzo itu memegang salah satu dari anak perusahaan Abram Corp. Namun ternyata gue salah. Kenzo bahkan mampu membangun sendiri perusahaan yang sangat kuat dengan jaringan yang begitu luas. Bahkan, dia bisa bermain dari balik layar menjalankan semua bisnisnya. Gue yakin, cepat atau lambat, lo dan bokap lo pasti akan ketahuan. Kenzo bukan orang bodoh yang bisa dengan mudah dibohongi oleh cecunguk macam lo dan bokap lo." Kata Rasha tak kalah sengitnya.


"K*r*ng aj*r. Berani-beraninya lo ngancem gue." Hardik Elsa sambil mengayunkan lengan kanannya hendak menyentuh pipi Rasha.


Namun, tangannya langsung di cekal oleh Rasha dan segera dihempaskannya.


"Dengarkan gue baik-baik. Jika lo berani macam-macam lagi sama gue, gue akan pastikan lo nggak bakal bisa melihat matahari terbit besok. Gue sudah tidak ada urusan lagi dengan lo dan bokap lo. Jangan cari gue lagi dan jangan libatkan gue kedalam obsesi lo dan bokap lo untuk dapat masuk ke dalam keluarga Abram." Kata Rasha dengan tatapan nanarnya.


"Tau apa lo tentang rencana gue, hah?!" Tantang Elsa.


"Ccckkk. Lo kira gue nggak tahu jika lo kebobolan sampai hamil saat menjalin hubungan dengan Erwin Danu. Lo berniat menjebak Kenzo dan mengatakan kepada semua orang jika bayi yang lo kandung adalah anak Kenzo."


"Elsa, Elsa… lo kira dunia yang lo hadapi ini seperti cerita sinetron yang dapat dengan mudah dikendalikan, hah. Jangan mimpi di siang bolong! Lo dan bokap lo hanya seperti remahan rempeyek di atas minyak bagi keluarga Kenzo. Gue ingatkan sekali lagi, jika lo masih sayang sama hidup lo, lebih baik lo mundur sekarang. Jangan sampai lo nyesel setelah kehilangan semuanya." Kata Rasha sambil beranjak pergi meninggalkan Elsa.


Sementara Elsa yang memandangi kepergian Rasha hanya bisa mengeluarkan sumpah serapahnya. Tak berapa lama kemudian, dia juga segera pergi meninggalkan tempat tersebut.


Reyhan dan Fida yang mendengar semua percakapan Elsa dan Rasha pun masih diam ditempat yang sama. Mereka masih tidak berani berpindah sebelum memastikan Elsa benar-benar sudah pergi.


"Ehm, sepertinya si ngket-ngket itu sudah pergi deh, Mas." Kata Fida sambil melongokkan kepalanya.


Reyhan pun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Fida.


"Sepertinya si ngket-ngket itu sedang hamil dan berusaha untuk menjebak Kak Kenzo agar rumah tangganya dengan Vanya berantakan deh." Kata Fida.


"Iya, itu memang rencananya." Jawab Reyhan.


"Hhhhfff. Kok si ngket-ngket itu bisa sampai kena dp dulu sih, bisa sampai hamil gitu. Padahal dia kan belum menikah." Kata Fida.


"Kalau itu aku tidak tahu."


"Ehm, apa sebaiknya kita juga membuat dp, Mas?" Goda Fida.


Puk


"Sembarangan kalau ngomong. Nggak ada dp-dp nan. Nanti jika kita sudah menikah akan langsung aku bayar tunai, cash." Kata Reyhan.


Eh


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Masih ada kah yang nungguin?


Mohon dukungannya ya, karena cerita ini belum banyak dikenal pembaca, mohon bantuan klik vote, like dan komen


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru othor, bisa follow ig othor @keenandra_winda


Thank you