The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Musim - 2 Bujukan Gagal



Kehidupan Reyhan dan Fida berjalan harmonis. Bukannya tidak ada masalah atau pertengkaran dalam kehidupan rumah tangga, namun Reyhan yang memang sudah berusia lebih tua dari Fida selalu bisa mengalah. Lama kelamaan, Fida juga sudah semakin dewasa.


Hal yang sangat berubah dari Reyhan adalah sikapnya. Setelah sekian tahun menikah, sikap dingin dan cueknya sudah mulai hilang. Dia sudah tidak malu-malu lagi mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya kepada sang istri.


Saat ini, usia pernikahan mereka sudah mencapai sepuluh tahun. Selama rentang usia sepuluh tahun, Fida selalu merengek bahkan memohon-mohon agar bisa hamil lagi. Namun, Reyhan selalu saja menolaknya.


Hari ini, Reyhan mengikuti Kenzo untuk mengadakan meeting di salah satu perusahaan. Menjelang makan siang, meeting yang mereka lakukan sudah selesai. Kenzo dan Reyhan memutuskan untuk langsung pergi makan siang.


Dan, disinilah mereka berada. Di sebuah rumah makan yang menyajikan menu olahan dari ikan dan sambal pedas menjadi pilihan mereka.


"Rey, sepertinya para istri kita kembali bekerja sama kali ini." Kata Kenzo sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.


"Saya rasa juga begitu, Tuan. Selama hampir seminggu ini Fida tidak segan-segan menyerang saya. Bahkan, dia selalu memaksa untuk melakukannya." Jawab Reyhan sambil menghembuskan napas beratnya.


"Benar. Vanya juga seperti itu. Apa kamu tahu, Vanya malah mengancam akan mengantarkan El ke rumah omanya jika tidak mau menuruti keinginannya." Kata Kenzo sambil mendengus kesal.


"Benarkah?"


"Hhhmmm. Kita harus benar-benar memberikan pengertian kepada para istri kita, Rey."


"Benar, Tuan. Saya setuju."


Setelah itu, mereka kembali melanjutkan makan siangnya. Sebenarnya, alasan Kenzo dan Reyhan tidak menginginkan para istri mereka untuk mengandung lagi karena mereka tidak ingin melihat Vanya dan Fida kesakitan saat melahirkan. Mereka benar-benar tidak tega.


Hari berganti hari, ternyata Vanya dan Fida masih merencanakan untuk memaksa para suami agar diizinkan untuk mengandung lagi. Mereka memang sudah beberapa kali mengunjungi dokter untuk melakukan program hamil. Vanya dan Fida juga akan berusaha untuk tetap membujuk para suami mereka. Namun, hasilnya tetap sama. Kenzo dan Reyhan tetap tidak mengizinkan para istri mereka untuk mengandung lagi.


Hingga kini, para putra dan putri mereka sudah lulus SMA. El sudah menginjak usia dua puluh tahun, sedangkan Revina sudah berusia sembilan belas tahun. Mereka kuliah di kampus yang sama, namun berbeda fakultas.


Saat ini, El sudah memasuki semester enam, sedangkan Revina sudah memasuki semester dua kuliahnya. Hampir setiap hari El selalu mengantar dan menjemput Revina. Bahkan, sejak sekolah dasar mereka selalu bersama-sama. Kedua orang tua mereka pun sudah menganggap mereka seperti anak sendiri.


Revina benar-benar mewarisi sikap centil, ceria dan cerewet sang mama. Berbeda dengan El, dia benar-benar mewarisi sikap daddynya saat masih muda dulu. Dia benar-benar menjadi sosok yang sangat sulit di jangkau oleh para perempuan. Bagaimana tidak, El bahkan tidak punya sahabat perempuan. Entah mengapa dia mempunyai sikap seperti itu. 


Sikap yang cenderung tertutup tersebut sangat pas dengan Zee. Seolah membuat mereka cocok jadi sahabat.


"Lama?" Tanya El sambil masih mengamati ponselnya.


"Nggak lama sih, hanya mengantarkan buku. Tapi, nanti aku akan coba ajak kak Zee makan siang deh. Semoga dia mau." Jawab Revina lagi.


Zee? Ya, dia adalah Zoey Alexander Geraldy, putra dari Ken dan Gitta. Zee memang seumuran dengan El. Mereka hanya terpaut usia satu tahun dengan Revina.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mohon dukungan vote dan like ya. 


Thank you