TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
MAMA ION NTIT!



Sudah dua hari Rion merengek. Gigi Gerahamnya tumbuh, jadi gusinya bengkak. Itulah alasan Rion selalu merengek.


Bahkan bocah gembul itu mulai kehilangan napsu makan, karena sakit jika mengunyah. Rion selalu menempel layak koala sama Terra.


Sebagai ibu, tentu harus memperhatikan kesehatan anaknya. Rion sudah dibawa ke dokter gigi. Dokter pun mengatakan tidak apa-apa, hanya memberinya resep turun panas.


Haidar datang berkunjung. Tradisi apel malam minggu tetap dilaksanakan pria itu. Rion tidak mau lepas dari pelukan Terra. Sedang dua kakaknya yang melihat adiknya sakit, ikutan bersedih.


Haidar membawa biskuit coklat kesukaan Rion. Wajah Rion yang lesu sedikit bergairah melihat makanan favoritnya itu.


Namun ketika ia mengunyahnya. Balita montok itu menangis kesakitan.


"Mama, Ion ntit!" rengeknya.


"Oh ... sayang. Mana sini Mama lihat?" pinta Terra


Rion membuka mulutnya. Gusinya masih sedikit bengkak. Terra sangat sedih melihat putranya kesakitan. Ia pun mencium lembut pipi balita itu.


"Sekarang masih sakit?" tanya Terra sendu.


Rion menggeleng. Namun, ia meletakkan biskuit yang sudah digigitnya. Ia enggan melanjutkan makannya.


Haidar ikut sedih melihat, Rion yang biasa lahap ketika makan dan biasa ceria dengan celotehannya yang salah, kini lesu tak bertenaga.


Bahkan kesakitan Rion berimbas pada dua kakaknya. Mereka juga langsung bergelayut pada Terra.


Terra menatap Darren dan Lidya. Mengingat siksaan yang dialami Darren sebelumnya. Gadis itu bersedih. Bagaimana Darren melewati hari ketika ia pertama kali tumbuh gigi, begitu juga Lidya.


Buliran bening menetes di pipinya begitu saja. Haidar merasakan kesedihan kekasihnya itu. Pria itu mengusap jejak basah di pipi sang gadis dengan ibu jarinya.


"Sayang, kenapa kau sedih?" tanya Haidar serak.


"Te cuma ngebayangin ketika Darren dan Lidya melewati fase seperti Rion, mengingat Darren disiksa setiap harinya," jawab Terra lirih.


Haidar memeluk tubuh pria kecil yang ada didekatnya. Menyalurkan perasaan hangat dan jutaan kasih sayang. Darren membalas pelukan Haidar.


Waktu berlalu. Haidar sudah pulang. Kini mereka berempat kembali tidur satu kamar. Darren ingin ikut menjaga adiknya. Rion sedikit membuat Terra tak bisa tidur. Darren membantu ibunya sebisa mungkin.


Bocah lelaki itu memiliki sikap tanggung jawab penuh terhadap adik-adiknya. Sebelumnya, bukan kah ia yang merawat kedua adiknya sendirian? Jadi tak masalah jika sekarang ia juga merawat adik untuk membantu sang ibu.


Terra tersentuh dengan perlakuan pria kecilnya itu. Darren masih sangat belia untuk memikul tanggung jawab sebesar ini. Gadis itu membelai sayang kepala Darren.


"Terima kasih, sayang. Kamu bantuin Mama buat jagain Baby Rion," ungkap Terra dengan binaran mata bahagia.


"Ah ... sayang. Mama sangat menyayangimu," ungkap Terra kemudian mencium pipi putranya.


"Darren juga sangat menyayangi Mama," balas Darren juga mencium pipi Terra.


Lidya yang melihat memonyongkan bibirnya.


"Mama, Iya shium dudha!" pintanya.


Terra tersenyum, kemudian mencium samping bibir Lidya. Rion pun tak mau kalah.


"Mama Ion mium unga!" Terra terkekeh mendengar perkataan Rion yang lagi-lagi salah.


"Cium!" saut Terra enggan memberi cium pada Rion karena salah bicara.


"Mium!" saut Rion galak.


Terra tertawa. Gadis itu mencium gemas pipi gembul Rion. Tiba-tiba balita tampan itu menangis.


"Oh, sayang. Maafkan Mama, Mama lupa!' pekik Terra langsung memeluk Rion dan membelai pipinya.


"Ssshh ... ssshhh ... maafin Mama. Mama lupa, sayang. Habis, kamu gemesin amat sih," ujarnya geregetan.


"Mama, Ion ntit!" adu Rion sambil terisak.


"Iya ... ini Mama usap ya, biar sembuh,"' ujar Terra lembut sambil terus membelai pipi gembul Rion.


"Mama syih. Shium-shiim keyas Baby Lion. Dadhi nayis deh," omel Lidya.


"Maafin Mama ya," cicit Terra merasa bersalah.


Tak lama, ketiga anak itu sudah tertidur dengan tenang. Terra mencium pelan kening mereka satu persatu.


"Selamat tidur sayang, selamat malam," ujarnya sambil tersenyum.


Ia pun merebahkan badannya. Sejurus kemudian ia pun terlelap.


bersambung .


duh Baby Rion cepet sembuh yaaa....