TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
PERTANDINGAN SEKOLAH



Mestinya kemarin adalah hari ayah dan anak di sekolah. Namun berhubung para orang tua murid adalah pekerja. Maka mereka meminta mengganti hari menjadi minggu. Pihak sekolah pun menyetujuinya.


Haidar sudah berpakaian trainingnya. Begitu juga Darren. Terra dan keenam anak lainnya juga ikut. Rion terus memberi semangat pada kakaknya itu.


"Ata' Dallen palus pemamat!"


"Siap Baby!" sahut Darren.


"Tata Dallen janan lemah ya. Nanti Iya tasih ain minum bial Tata syemangat!' ujar Lidya.


Terra menyiapkan stroller khusus untuk bayi kembarnya. Romlah dan Ani ikut untuk membantu mendorong stroller para bayi termasuk Lidya dan Rion. Sedang Gina membawa tas besar berisi makanan dan susu untuk semua anak majikannya.


"Assalamualaikum. Sudah siap semuanya?" Virgou datang bersama baby Twinsnya. Puspita juga datang bersama Inah dan Ninuk untuk membantu. Gomesh menjadi supir pribadi mereka.


"Wa'alaikum salam. Udah dong. Nih, kita udah mau jalan semuanya," balas Haidar.


Mereka berjalan kaki ke sekolah. Budiman dan tim langsung. Membentuk kelompok untuk mengawal mereka ke sekolah. Hanya butuh lima belas menit rombongan tiba di sana.


Sudah banyak para orang tua murid berdatangan. Mereka saling jabat dan menanyakan kabar. Ketika pendaftaran guru pusing ketika Haidar dan Virgou mengaku sebagai ayah dari Darren.


"Saya ayahnya," aku Virgou enteng.


"Enak saja. Darren itu anakku!" sahut Haidar sengit.


Darren hanya tersenyum bahagia. Ia pun meminta guru untuk mendaftarkan keduanya. Akhirnya sang guru pun menurut keinginan dua pria dewasa dengan ketampanan luar biasa itu.


Semua mata kaum hawa begitu memuja para pria tampan yang datang bersama Terra. Sedang Puspita dan Terra hanya bisa pasrah.


"Ah, lama-lama kukasih topeng kera tuh muka suamiku, biar nggak ada yang lirik!" sungut Puspita kesal bukan main.


"Apa kau bilang!?" Virgou masih bisa mendengar keluhan istrinya. Puspita hanya cemberut.


"Sudahlah. Kau ikhlaskan suamimu yang tampan ini," sahut Virgou percaya diri sambil merangkul bahu istrinya posesif.


Rion sibuk ingin turun dari stroller nya. Ia sangat antusias melihat permainan yang sedang dilombakan.


"Ion mo pulun!" teriaknya.


Virgou pun menurunkan Rion. Balita itu dengan gagahnya menuju lapangan. Virgou mengikutinya.


Semua macam benda ia tanyakan pada Virgou. Pria itu pun menjawab semuanya.


Acara dimulai. Semua bentuk pertandingan dilombakan. Haidar dan Virgou mengikutinya bergantian. Darren begitu bahagia sampai dia memekik kesenangan. Terra tersenyum melihatnya.


"Mama Tata Dallen menan ladhi, Ma?" tanya Lidya ketika Darren menjuarai kembali salah satu pertandingan.


"Iya, sayang," jawab Terra.


"Mama, Iya judha mau tulun," ucap Lidya.


Terra menurunkan Lidya. Gadis kecil itu mengamit tangan Gomesh meminta gendong. Pria besar tinggi itu menuruti keinginan nona kecilnya.


"Bagaimana jjka kita rebut semua juara pertandingan ini!' ajak Virgou.


"Jangan Daddy. Biar yang lain ikut merasakan juara. Darren nggak mau gara-gara ini mereka semua membenci Darren," ujar Darren langsung menolak keinginan Virgou.


"Ah, kau memang baik hati sayang," puji Virgou.


Tiba-tiba seorang gadis manis seusia Darren datang.memberi bunga pada pria kecil itu.


"Ini buat kamu. Selamat ya, kamu juara lagi," ujarnya malu-malu.


Darren menerima bunga itu sambil tersenyum. Ia pun merona. Terra hanya menganga.


"Astaga anakku ada penggemarnya?" ujarnya tak percaya.


"Cieee ... kakak ada yang naksir nih yee ...!" goda Puspita.


Darren hanya menunduk malu-malu. Terra mencebik, ia cemburu.


"Cantikan juga Mama," sahutnya sengit.


Darren tertawa. Pria kecil itu memeluk Terra dan mencium pipi ibunya itu.


"Mama memang yang paling cantik," puji Darren.


Terra tersenyum mendengar pujian itu. Acara pun berakhir. Semua anak gembira karena ayah mereka ikut melakukan kegiatan antara ayah dan anak. Mereka tidak peduli mau menang atau kalah. Ayah mereka juga santai-santai saja.


Semuanya pulang dengan hati gembira.


"Om Pudi. Antat Ion pindi pelus pelbanin!" pinta Rion.


Budiman mengangkat Rion tinggi-tinggi dan menerbangkannya. Rion berteriak.


"Ion pupelmen!"


"Iya mau dudha!" pekik Lidya.


Virgou menyanggupi. Gadis itu pun diangkat tinggi-tinggi lalu di terbangkan.


"Mama Iya dadhi bulun!"


Terra hanya tertawa. Sedangkan adik-adik mereka tertawa melihat kakak-kakaknya diterbangkan. Gomesh mengangkat Darren lalu juga menerbangkan pria kecil itu hingga memekik dan terpingkal kesenangan.


Terra bahagia keluarganya diliputi rasa cinta dan saling kasih mengasihi.


bersambung.


keluarga senang hati pun tenang. Maaf yang terakhir dikit. Othor nya kurang halu ... butuh om Pudi eh .. 🤭


next?