TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
PERTARUNGAN CYBER



Terra dan Haidar turun dari mobil. Semua terkejut akan kedatangan dari CEO PT. Bermegah Pratama Group, bersama dengan wakil direktur mereka.


Bukan masalah kenapa tuan Haidar Putra Pratama datang ke perusahaan mereka. Tapi, sosok Haidar yang tampan membuat para kaum hawa histeris. Tatapan Haidar yang dingin..Mampu membekukan siapa pun.


Rommy didampingi Aden asisten sekaligus sekretarisnya, menyambut Terra dan Haidar di lobby. Pria itu mengetahui jika CEO dari PT Bermegah Pratama Group itu datang bersama dengan Terra. gadis itu yang mengatakannya melalui pesan singkat.


Senyum kecut Rommy yang menyambut keduanya datang. Terra sedikit mengernyit dengan senyum yang Rommy berikan.


"Ada apa Kak?' tanyanya.


"Tidak apa-apa," jawab Rommy sambil menggeleng.


Ketika di dalam lift Rommy menjelaskan keadaan yang terjadi.


"Data kita hampir diserang. Beruntung kau sudah memblok aman. Tapi, aku curiga jika ada penyusup di kantor kita, hingga mampu membuka sedikit pintu cyber kita."


Mata Terra berkilat marah. Tangannya terkepal kuat. Padahal ia sudah banyak membongkar semua yang berkaitan dengan penggelapan keuangan perusahaan dengan hukuman yang tidak main-main.


"Kalau begitu kita langsung ke ruang IT," ujar Terra.


Baik Haidar, Rommy dan Aden merasakan suasana paling mencekam saat itu. Aura dingin yang dipancarkan oleh Terra mampu membuat ketiganya bergidik.


Sampai di ruang IT. Para pekerja yang tengah bekerja langsung berdiri. Karena Terra yang sudah datang beberapa kali datang ke ruang itu, membuat semua karyawan yang ada mengenal siapa Terra.


"Selamat siang Nona!" sapa mereka.


Terra datang pertama kali ketika membuat shield untuk menameng data perusahaan. Semua serangan cyber tidak akan mampu menembus pertahanan data yang dibuat oleh gadis itu. Bahkan untuk menyentuh gerbangnya saja susah.


Tidak ada yang bisa membuka kode akses yang Terra buat. Bahkan para pekerja IT terbaik yang ada di perusahaan mana pun.


"Jelaskan bagaimana bisa ada penyusup masuk gerbang kita?" tanya Terra dengan tatapan tajam.


Semua menunduk. Mereka keluar keringat dingin. Aura mencekam tercipta ketika keempat orang itu masuk ruangan.


Baik Haidar, Rommy dan Aden memasang wajah yang sangat tidak bersahabat bagi yang bermain-main.


"Kami kurang yakin, Nona. Tapi pastinya penyusup itu datang bukan dari negara kita, melainkan dari luar. Ini ada kodenya," jelas salah satu IT terbaik di perusahaan.


Terra melihat data masuk. Sedikit tersenyum miring. Matanya berkilat. Entah kapan gadis itu menggunakan keybord. Tiba-tiba sebuah deretan kode tertulis di layar komputer. Data itu mulai bergerak cepat.


'Tangannya cepat sekali mengetik. Sampai aku tak lihat apa saja yang diketiknya!' puji Haidar dalam hati.


Beberapa kode terbuka. Terra langsung duduk. Menyingsingkan lengan. Karena kali ini ia mengenakan kaos lengan panjang berwarna hijau lumut sepanjang pahanya dengan paduan celana jeans belel ketat.


Perang cyber di mulai. Terra tengah serius membunuh semua cyber yang hadir menyerang data yang ia umpan. Hanya butuh lima menit. Gadis itu berhasil menutup data tanpa jejak.


Terra melihat benda yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Dalam hati ia menghitung mundur.


'Tiga ... dua ....'


"Satu!"


"Nyalakan televisi dan life streaming update!" titahnya kemudian.


Serangkaian berita hadir. Semua hacker pencuri data tertangkap. Bahkan interpol mampu membekuk perdagangan manusia yang terjadi di sebuah negara.


Para mafia kelas kakap juga banyak yang tertangkap akibat jual beli senjata ilegal. Bahkan musnahnya beberapa data perusahaan besar yang ada di dunia.


"Sudah selesai," ujar Terra santai.


Kini Haidar tahu betapa berbahayanya yang sedang berurusan dengan kekasihnya. Dunia cyber adalah dunia yang tidak mengenal kata kasihan. Jika melakukan sedikit saja kesalahan. Maka ribuan orang yang bergantung kehidupannya di sebuah perusahaan, akan hilang.


"Halo ! Kalian kenapa?' tanya Terra sambil melambaikan tangan di depan muka ketiga pria yang ada di hadapannya.


Haidar tersadar, begitu juga Rommy dan Aden. Mereka sangat salut akan kecerdasan gadis cantik ini. Sekaligus bergidik ngeri.


"Te ... Sebentar lagi ada rapat saham. Aku hanya sebagai CEO pengganti, pastinya akan lengser sebentar lagi. Aku harap, kau sebagai pemegang saham utama dan terbanyak muncul dan memimpin perusahaan. Karena jika aku yang maju. Mereka akan dengan mudah menggeser kedudukan ku dengan saham mereka," jelas Rommy panjang lebar.


"Kalau begitu kita bicarakan di ruangan HRD sekarang. Kita lihat data-data pemegang saham," ujar Terra.


Mereka semua ke ruangan HRD. Terra diberi satu bundel berkas. Hanya butuh waktu lima belas menit bagi Terra mempelajari semua data yang ada dalam berkas tersebut.


"Ah ... Pak Haidar juga punya lima persen saham di sini ternyata," ujar Terra sambil menatap pria yang ada di sampingnya.


Haidar baru teringat, jika ia memiliki saham di perusahaan mendiang ayah Terra ini.


"Om Sofyan juga punya saham tiga persen di sini," ujar Terra kemudian menutup berkas yang ada di tangannya.


Rommy hanya mengangguk menanggapi perkataan Terra. Para management di HRD hanya diam melihat kelakuan Terra yang begitu santai. Dalam hati mereka bertanya siapa gadis yang kini bersandar di meja pemimpin management mereka.


"Siapa tuh cewe. Kok nggak sopan banget. Padahal ada CEO kita, Pak Rommy juga CEO perusahaan Bermegah Pratama."


Begitulah pertanyaan yang melintas di otak para pekerja di bawah naungan divisi HRD.


"Baiklah, kapan rapat saham itu dilaksanakan Kak?' tanya Terra pada Rommy.


"Tanggal dua puluh tujuh bulan ini. Karena sebentar lagi kita akan tutup buku. Terlebih masalah korupsi kemarin Sebagian pemilik saham ingin menjual keluar saham perusahaan kita. Makanya kita gerak cepat untuk membeli saham mereka ketika rapat saham nanti dengan harga sesuai pasar," jelas Rommy panjang lebar.


"Sekarang harga saham kita sudah naik kan?' tanya Terra yang ditanggapi anggukan.


"Den, coba berikan laporan grafik saham pada Terra," titah Rommy pada Aden.


Aden menyentuh iPad yang sedari tadi ada di tangannya. Setelah terlihat gambar grafik yang bergerak, Aden menyerahkannya pada Terra.


"Ini Nona. Saham kita sudah bergerak normal, dengan kenaikan nol koma tiga persen per menitnya," jelas Aden kemudian.


Terra melihat pergerakan grafik. Gadis itu cukup puas. Tiba-tiba sebuah ide melintas di otaknya.


"Kak Rom, tolong siapkan berkas untuk membuat suatu usaha baru. Nanti akan aku kirim poin-poinnya melalui email," ujar Terra.


"Baik. Nanti biar Aden yang mempersiapkan semuanya," jelas Rommy.


"Baik. Apa ada lagi masalah, Kak?' tanya Terra.


"Untuk saat ini. Sepertinya kita aman. Oh ya, data penyusup yang mencoba membongkar gerbang data sudah ditemukan. Apa yang harus kita lakukan?' tanya Rommy.


"Biar itu jadi urusanku," jawab Terra dengan senyum penuh misteri.


Bersambung


waah ... Apa lagi aksi Terra selanjutnya ya?


Kurang seru kah?


Oke ...


minta dukungan love, like and vote yaa, makasih ...