TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
LADY



"Tuan ...," panggil sosok tampan.


Pria itu lalu memberikan beberapa berkas. Ia telah menyelidiki semuanya.


"Jadi, ada konspirasi terjadi untuk menjatuhkan gadisku?" tanya sosok tinggi berambut pirang.


Pria itu menatap kaca anti peluru di depannya. Melihat mobil-mobil dari atas seperti mobil mainan.


"Benar Tuan," jawab Jacob tegas.


"Lady dikeluarkan," lanjutnya.


Demian mengepal tangan erat. Ia sangat tahu siapa Lady. Wanita yang memiliki gangguan Bipolar (Depresi Akut).


Orang dengan gangguan bipolar menunjukkan perubahan suasana hati yang parah - mereka dapat menjadi terlalu tertekan sekali kemudian terlalu bahagia di saat lain.


Lady diantar keluarganya tiga tahun yang lalu. Berasal dari keluarga kaya raya, tak menjamin kebahagiaan seseorang. Lady diantar dan tidak pernah dijenguk oleh satu pun keluarganya.


Demian membaca data pasien bernama Lady itu. Ia yakin, itu bukan lah nama asli wanita itu. Menurut informasi dari Jacob. Lady diantar ketika malam hari dalam keadaan terikat tali. Wanita itu meracau tak jelas. Mengumpat kata-kata kasar dan bahkan bisa melukai orang.


Seluruh tubuh wanita itu terdapat luka memar yang diakui oleh pengantarnya jika wanita itu melukai dirinya sendiri.


"Aku penasaran dengan keluarga Lady, Jacob. Apa kau dapat cctv yang memperlihatkan sesuatu?" tanya Demian.


"Maaf Tuan. Tidak. Sepertinya ada orang kuat di dalamnya hingga semua kamera pengintai pada saat Lady diantarkan dirusak dan dimusnahkan.


"Kapan Lidyaku, memberi konselingnya?" tanya Demian yang sudah mengklaim jika Lidya adalah miliknya.


"Lusa, Nona Lidya akan melakukan konselingnya," jawab Jacob sambil menghela napas berat.


"Bagaimana dengan pria yang mensanderanya?"


"Sudah dibereskan Tuan. Istrinya meninggal dunia. Ia terpaksa menyandera Lidya karena mendengar info salah dari orang lain jika Lidya bisa menyembuhkan orang sakit," jelas Jacob lagi.


"Aku rasa, kita harus bergerak cepat, Jac. Aku tak ingin gadisku terluka," ujar Demian kini dengan nada khawatir.


Jacob membungkukkan badannya. Lalu ia pun menyiapkan semuanya. Ia juga telah mendata siapa-siapa yang bekerjasama untuk menjatuhkan konseling Lidya.


TIGA TAHUN LALU.


Sosok cantik itu menatap dua orang tua yang sangat dipercayainya. Betapa ia sudah merelakan semuanya untuk kelangsungan perusahaan yang sudah bangkrut.


"Jangan kau buat aku melakukan itu Pa!" ujarnya memohon.


"Nak, ini semua demi kelangsungan hidup kita. Papa dan Mama tidak mau miskin," pinta sang ayah memohon.


"Aku sudah menikahi monster itu dan memiliki anak yang mereka inginkan. Sekarang, kalian mau aku berselingkuh untuk diceraikan. Apa itu tidak gila!" pekiknya marah.


"Nak, kau bukan hanya diceraikan. Tetapi, kau juga mendapatkan kompensasi besar. Kau akan mendapat uang senilai satu miliar euro!" teriak sang ibu meyakinkan.


"Belum lagi mansion senilai dua milyar dolar beserta isinya, Lamborghini dan deposito yang tak akan habis seumur hidupmu!"


Kedua orang tuanya sudah dibutakan harta. Ia memaksa Putri cantiknya menikahi seorang konglomerat ternama yang buruk rupa dan sangat kejam.


Semenjak ia menikah. Tak satupun harta ia cicipi begitu saja. Pukulan dan makian selalu ia terima. Hanya ketika mengandung saja, ia diperlakukan lembut.


Namun dua bulan setelah melahirkan, ia kembali mendapat siksaan dan perkosaan dari suaminya sendiri.


Lambat laun harta yang diberi sebagai mas kawin habis dipakai foya-foya keluarganya.


"Menantu, ayah kehabisan uang untuk modal tambahan, kau tau usaha ayah kemarin ditipu habis-habisan," rayu ayah Lady.


"Aku tak masalah memberimu uang yang banyak. Tetapi, aku tidak akan memberimu sepeser pun. Uang itu akan kuinvestasikan untuk putraku," jawab suami Lady.


Ayahnya Lady putus asa. Semua saham nyaris terjual. Hingga terbitlah ide itu. Dengan bercerai putrinya akan mendapat uang kompensasi tinggi, terlebih Lady juga telah memberi pria itu anak.


Rencana pun dilakukan. Sang ayah membayar seorang gigolo untuk melancarkan semuanya.


Selama tiga bulan gigolo itu menjadi salah satu rekan kerja suami Lady. Hingga ketika suasana mendukung. Rencana pun dilaksanakan.


Percakapan intim antara Lady dan suami diedit oleh ayahnya. Ia mengubah semuanya seakan-akan Lady selingkuh.


Ketika malam tiba. Lady yang ada di rumah, meminum minuman yang dicampur obat tidur. Ayahnya yang memasukkan obat itu dalam minuman putrinya.


Hingga ketika suami Lady pulang, ia mendapati istrinya tidur dengan laki-laki lain membuatnya murka.


Pria yang tidur dengan Lady ditembak kepalanya hingga hancur. Sedang Lady yang tengah tak sadarkan diri karena efek obat tidur langsung diseret ke kamar mandi.


Pria yang bernama Antonius Gorgom itu, langsung menyuruh beberapa pengawalnya untuk membawa istrinya ke rumah sakit yang letaknya jauh dari tempatnya.


Setiap tahun, ia membayar penuh pengobatan Lady. Pria itu tak pernah menjenguk istri yang disakitinya itu.


Sedangkan kedua orang tua Lady dibuat menderita oleh Antonius, hingga sekarang.


(Flashback end).


Lady kini dipakaikan oleh para suster, dress terbaik. Rambutnya disisir rapi bahkan wajahnya didandani. Lady menjadi sangat cantik.


"Lady, jika kau berkelakuan manis seperti ini, kau tidak seperti orang yang sedang sakit," ujar suster itu.


"Ini, makan lah!" titah suster membawa makanan enak untuk wanita itu.


Lady yang selama pengobatan hanya diberi makanan rumah sakit tentu antusias melihat steak dari daging pilihan. Ia pun memakannya dengan lahap.


"Uhuk ... uhuk ... uhuk!" Lady tersedak.


"Pelan-pelan makannya!" ujar sang suster lalu menepuk-nepuk punggung wanita itu.


"Ini, minum lah!' ujarnya lalu memberikan satu gelas air minum.


Lady lalu meminumnya hingga tandas. Lalu ia pun makan secara perlahan.


Selama menjelang pertemuannya dengan Lidya, ia diperlakukan dengan sangat baik. Lady pun menjadi tenang.


Hari pun berganti. Kini waktunya Lidya kembali melakukan konseling gratis. Kali ini pihak rumah sakit hanya membolehkan pasien wanita atau anak-anak saja. Itu pun semua diperiksa. Lady masuk dalam daftarnya.


"Jadi, Lady benar-benar dimasukkan dalam daftar konseling?" tanya Demian.


Pria itu tentu tak memiliki kuasa siapa saja yang harus mendapatkan healing dari Lidya. Selain dia memang tidak tahu siapa saja pasien yang mengalami depresi, ada pihak management rumah sakit yang mengatur semuanya.


"Perketat penjagaan!" titahnya kemudian.


"Sudah Tuan!" sahut Jacob.


"Kita berangkat!" ucap Demian dengan tatapan dingin dan menusuk.


Kedua pria itu pun melaju dengan mobil mewahnya ke rumah sakit. Butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai sana.


Demian melihat penjagaan juga super ketat dilakukan oleh pihak Lidya. Kini, ia berhadapan kembali pada tiga pria yang dulu menemani Lidya ketika bertemu dengannya pertama kali.


Tentu saja ketiga pria itu lupa dengan Demian. Selain wajahnya yang berubah, tentu ketiga pria itu tak mengingat kejadian yang terjadi sepuluh tahun yang lalu.


"Halo, saya Demian Starlight," ujarnya memperkenalkan diri.


Ketiga pria itu menatapnya penuh selidik, begitu juga pada Jacob. Sungguh aura intimidasi dikeluarkan oleh ketiga pria itu.


Baik Demian dan Jacob sudah kesulitan bernapas berada di antara ketiganya. Tetapi sebisa mungkin ia menetralkan degup jantungnya yang berpacu keras karena duduk bersama tiga pria itu.


"Dokter Lidya, ada satu pasien yang benar-benar ingin bertemu dengan anda," ujar salah satu asisten gadis itu.


Demian sudah bersiap. Melihat sosok pria yang tiba-tiba duduk tegap, membuat ketiga pria itu langsung ikut sigap.


"Baik lah. Saya akan menemuinya, mana dia?" tanya Lidya ramah.


"Di sana, Dok!"


"Bawa ke sini!" titah Demian gusar.


Semua menatapnya. Pria itu menelan saliva kasar.


"Ini agar tidak terjadi hal yang seperti kemarin," ujarnya nyaris tergagap.


Baik, Haidar, Herman dan Virgou mengangguk setuju. Asisten dari Lidya itu pun meminta sosok cantik untuk datang dengan melambaikan tangannya.


Lady melangkah, semakin lama semakin dekat. Kini dua pasang mata penuh luka saling menatap.


bersambung.


jeng ... jeng ... jeng!


next?