TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
MEET VIRGOU



Beberapa jam sebelumnya. Darren yang bosan berada di ruangan ibunya, ingin jalan-jalan keluar. Pria kecil itu meminta Aden menemaninya berjalan-jalan.


Aden yang memang sedang ingin mengecek seberapa jauh perusahaan berjalan. Akhirnya mengajak Darren untuk berjalan-jalan.


Lidya dan Rion tidak ikut. Mereka asik bermain bersama bik Romlah dan Ani.


Aden membawa Darren terlebih dahulu ke perusahaan pembuatan ponsel data. Begitu banyaknya permintaan hingga membuat divisi ini sangat sibuk. Darren melihat dengan teliti orang-orang yang sedang merakit ponsel khusus itu.


"Om, kok ponsel kita banyak diminati ya, padahal viturnya nggak asik, terus applikasinya juga hanya ada dua?" tanya Darren.


"Ya, karena ponsel ini membantu mereka untuk mengecek perkembangan data juga grafiknya. Mereka juga bisa bermain saham dengan aman," jawab Aden menjelaskan.


Keingintahuan yang tinggi, membuat pria kecil itu tak berhenti bertanya. Aden pun tak keberatan untuk menjawab semua pertanyaan Darren. Terra yang menyuruhnya, Aden harus membuka banyak buku dan menjadi perpustakaan berjalan bagi Darren.


Setelah puas melihat produksi ponsel yang berjalan. Keduanya kini berjalan menuju pembuatan chip data.


Sedangkan di tempat yang sama namun di ruangan yang lain. Tampak sosok dengan pesona luar biasa tengah memesan sebuah chip untuk keamanan datanya.


Pesona pria itu benar-benar luar biasa. Para marketer cantik berkali-kali harus menelan saliva dan membuyarkan fantasi liar mereka ketika menghadapi pria ini.


Pria itu tidak hanya mengeluarkan pesona good looking saja. tapi, tatapannya, senyumnya. Bahkan suaranya yang serak, begitu sangat seksi didengar. Hingga membuat kaum hawa berteriak histeris dan menggelepar dalam imajinasi mes*m mereka.


Terlebih hari ini pria itu dibalut pakaian formal yang mewah. Dengan kemeja biru tanpa dasi. Pria itu sengaja membuka hingga lima kancing depannya, hingga dada juga perut sixpack nya samar terlihat. Apa lagi jika pria itu menyugarkan rambut merahnya kebelakang, kemudian membuka jasnya dan menyampirkan jas itu di bahu sedangkan tangan satunya ia masukkan kantung depan celananya.


"Ah ... seksi banget dia!" pekik salah satu marketer melihat sosok pria itu.


"Ya ampun ... ya ampun. Mana dia wanginya manly banget," racau satunya lagi.


Virgou tengah duduk dengan menopang kaki kirinya di atas paha kaki kanannya. Jasnya ia sampirkan di atas topangan kaki panjangnya itu.


Puspita, salah satu marketer terbaik yang tidak tergoda akan ketampanan para pembeli atau pemesan chip, menyerah kalah. Gadis itu keringat dingin ketika menjelaskan betapa canggihnya chip pengaman data, terlebih para customer bisa meminta sendiri setinggi apa kerumitan sandi yang diinginkan.


"Kalau begitu, bisakah aku meminta bertemu siapa pencipta chip ini?" pinta Virgou dengan tatapan memohon.


"Tapi, maaf, Tuan. CEO kami sedang tidak ada di tempat, beliau tengah mengajukan perijinan dan daftar kekayaan intelektual di gedung pemerintahan pusat," jawab Puspita dengan senyuman menawan.


Nampak raut kekecewaan pada Virgou. Betapa Puspita sangat ingin memanjakan wajah kecewa itu. Berkali-kali gadis itu menggigit bibir bawahnya. Menahan ******* ketika pikiran liarnya berhasil menguasai dirinya sesaat. Bahkan di bawahnya kini sudah becek dan berlendir.


Puspita mengutuk dirinya berkali-kali. Betapa ia menjadi wanita mu*ahan saat ini. Ia kembali tersenyum ketika Virgou menatapnya.


Karena tidak menemui Terra. Virgou akhirnya berdiri. Ia berjanji akan datang memesan beberapa chip keesokan hari.


"Baik Tuan. Terima kasih kedatangannya," ucap Puspita sopan sambil menunduk kepala hormat.


Virgou berjalan keluar ruang customer service. Pria itu nampak puas dengan segala penjelasan produk di sini. Walau ia sangat melihat betapa gadis yang menerangkan kehebatan chip milik Terra ini setengah mati menahan diri. Pria itu cukup salut. Bahkan memuji kinerja gadis marketer tadi dalam hati.


"Hebat Terra. Ia bisa memilih SDM terbaik untuk bekerja di tempatnya."


"Baru kali ini, aku mendapati seorang karyawan yang bekerja secara profesional padahal ia menahan dirinya ketika berhadapan denganku," pujinya lagi terkekeh.


Siapa sangka, ketika pria itu berjalan ke lobby perusahaan cyber milik Terra. Darren melihat pria itu.


Beruntung Virgou tak menyadari keberadaan pria kecil itu. Darren berdiri kaku. Tubuhnya bergetar. Aden yang melihat itu sedikit takut.


"Darren?!" panggilnya.


Darren bergeming. Wajahnya keluar keringat dingin. Aden yang melihatnya langsung panik. Pria itu langsung menggendong tubuh Darren, teraba olehnya suhu pria kecil sedikit panas.


Lama kelamaan, Darren mendadak demam. Aden pun langsung menelpon Terra mengabarkan kondisi putranya itu.


Bersambung.


ah ...


next?