TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
CINTA SUCI SEORANG ISTRI



"Valerie!"


Lady malah makin mempererat pelukannya pada Lidya. Frans, Leon dan Virgou sangat mengenal siapa pria itu.


"Antonius!"


Pria yang disebut namanya terkejut melihat keluarga paling berpengaruh di Eropa berkumpul di tempat itu.


"Lidya!" Bram datang bersama dengan Dominic.


"Kakek!" panggil Lidya.


"Don't leave me!" pinta Lady ketakutan.


Antonius menelan saliva kasar. Ia berhadapan dengan orang-orang berpengaruh di dunia bisnis.


"Jadi kau adalah suami dari perempuan malang ini?" tanya Frans yang sudah tahu kejadian sebenarnya.


"Sebaiknya kita jangan di sini," pinta pria bertubuh kekar itu.


Sebenarnya Antonius pria tampan dan rupawan, hanya saja dia terlalu bengis jadi, keburukan saja yang terlihat.


"Aku akan menjelaskan semuanya," ujarnya menunduk takut pada sorot mata tajam monsternya Dougher Young.


Semuanya pun akhirnya keluar ruangan manager rumah sakit. Mereka pergi ke sebuah restauran. Leon langsung memesan kelas VVIP bintang lima.


"Duduk!" titah Frans.


Leon dan Virgou berada di sisi Frans. Bart memilih duduk bersama Haidar, Herman, Bram dan Dominic. Sedang Lidya, Lady, Demian dan Jacob duduk di meja lain.


Suasana sedikit tegang, para pelayan mengantarkan makanan pembuka sebelum makanan utama.


Lady yang memang kelaparan, sangat ingin makan.


"Aku lapar," bisiknya pada Lidya.


"Makanlah," ujar Lidya mempersilahkan.


Antonius begitu miris melihat istrinya yang kurus kering. Kesalahan terbesarnya adalah menyiksa istri yang melayaninya dengan penuh kerelaan. Pria itu tak mendapat perhatian seutuh Valerie ketika menjaganya. Bahkan ia memberikan seorang putra tampan untuknya.


"Aku akui, aku memang salah," ujarnya tertunduk dihadapan tiga Dougher Young itu.


"Memang apa kesalahan terbesarmu?" tanya Frans gusar.


"Aku ... aku menyiksa istriku hingga dia gila," cicitnya lirih.


Frans dan Leon mengepalkan tangannya kuat-kuat. Mereka tak sembarang memukul seorang wanita jika tak keterlaluan.


"Berdiri kau!" sahut Frans dengan tatapan dingin.


Frans berdiri di hadapan Antonius. Tubuh pria itu lebih tinggi dan lebih besar dari Frans. Tetapi, di mata Frans, Antonius tak lebih seekor nyamuk.


"Kau merasa jagoan kan?" sahutnya kemudian.


Bug! Bug! Bug!


Pukulan bertubi-tubi bersarang di muka pria tampan berekspresi sangar itu. Lidya sampai memekik kaget.


"Daddy ... stop it!" teriaknya.


Valerie yang melihat suaminya dipukuli langsung berlari dan memeluk suami untuk melindunginya.


Lidya pun juga langsung menahan tangan Frans dan memeluk pria itu.


"Kau lihat wanita yang kau siksa ini!" bentak Frans murka.


"Bahkan ia melindungi orang yang menyiksanya. Aku sudah tau semuanya, Antonius!" sergah Frans berapi-api.


Napas Frans memburu karena amarah. Lidya memberikan sentuhan kasih sayangnya pada salah satu pria kesayangannya itu.


"Daddy," panggilnya manja.


"Enough, oke. Iya rasa, pria itu juga sudah mendapat hukumannya ketika istrinya meninggalkannya," ucapnya menenangkan.


Frans menghela napas panjang untuk menstabilkan emosinya. Pria itu membalas pelukan gadis kecilnya itu.


Sedang Antonius hanya menangis karena malu. Ia malu terhadap istrinya. Semestinya dia lah yang melindungi Valerie.


"Maaf kan aku ... maafkan aku. Aku terlalu buta melihat betapa besar cinta mu, aku gila selama tiga tahu ketika kau meninggalkanku. Aku tak percaya kau mencintaiku, aku begitu cemburu melihat lelaki lain memelukmu, aku ... mmmppphh ...."


Valerie menghentikan perkataan suaminya dengan mencium bibirnya. Pagutan itu berbalas. Antonius begitu menyesal menyia-nyiakan cinta suci istrinya.


"I love you," ungkap Valerie jujur.


Antonius menangis. Ia bersujud menciumi kaki istrinya.


"I'm so sorry ... huuu ... i'm so sorry ... hiks ... hiks!"


Valerie pun jadi ikutan menangis dan memeluk suaminya.


Semua terdiam. Mereka menyaksikan bagaimana sebuah cinta mampu menghapus sebuah kesalahan besar. Cinta suci seorang istri.


"Sayang ... kita pulang," ajak Valerie.


"Kau yakin? Kau masih mau bersamaku setelah apa yang kulakukan padamu?" tanya Antonius tak percaya.


"Ya, aku yakin, kau tak akan melakukannya lagi. Tetapi, jika kau kembali seperti dulu. Aku akan menerimanya sampai habis napasku," ujar Valerie penuh kesungguhan.


Antonius memeluknya dan menciumi wajah istrinya. Hatinya terbuka setelah satu minggu lalu ia pulang dalam keadaan kacau. Sophia pengasuh putranya sampai harus mengungsikan anak majikannya agar tak mendapati kekasaran ayahnya. Pria itu gila setelah membuang istrinya.


"Valerie!" teriaknya memanggil sang istri.


Semua benda hancur di tangan pria itu, karena dilempar, dibanting dan dirusak. Pria itu pergi ke kamar di mana wanita itu kemarin tidur bersama laki-laki yang telah bekerja bersamanya selama tiga bulan dan dia bunuh secara brutal.


Pria itu menyiksa kedua mertuanya. Sang ibu mertua meminta ampun dan baru mengatakan semuanya setelah tiga tahun tetap bersikeras jika Valerie selingkuh.


"Ceraikan saja putriku, kau akan bebas. Tetapi, kau tau kan, jika putriku sudah memberimu anak. Aku mau kau memberikannya kompensasi besar ...."


Plak!


"Aaarrrgghh!"


Tubuh wanita berusia empat puluh delapan tahun itu terpelanting ke lantai. Bibirnya berdarah. Ia pingsan. Stevie Luwinskie, menghampiri istrinya sambil histeris. Di sana barulah pria itu memberitahu jika dialah yang menjebak putrinya dan memberinya obat tidur, hingga berakhir di tempat tidur bersama pria gigolo.


Kemarahan memuncak, ia nyaris membunuh kedua mertuanya jika saja, salah seorang pengawalnya tidak datang memberitahu sebuah kabar.


Selama tiga tahun, ternyata ia memberi kekayaan pada dokter yang mestinya merawat istrinya.


Makanya ia mendatangi rumah sakit di mana para pengawal membawanya. Tak disangka ia malah bertemu dengan monster bisnis yang ditakuti seluruh kalangan pebisnis termasuk dia. Keluarga Dougher Young.


Virgou berdiri dan menghampiri Antonius. Pria seram itu seperti tikus kecebur got ketika raja iblis menatapnya datar.


Antonius memang kejam, para lawan dan kawan sangat takut padanya. Tetapi untuk berurusan dengan keluarga Dougher Young terutama Virgou. Ia tak berani mengangkat kepala. Takut-takut, seketika kepalanya terlepas.


"Antonius!" panggil Virgou dengan suara dingin.


Valerie menamengi suaminya. Virgou meminta wanita itu menyingkir dari tubuh pria yang kini ketakutan.


"Jika kau laki-laki, berdiri!"


Sebuah perintah yang membuat harga dirinya naik. Ia pun berdiri dan bergantian melindungi istrinya. Virgou menatapnya tajam. Sedang yang lain hanya menonton dan makan.


Demian dan Jacob belajar banyak dari monsternya Dougher Young ini.


"Mestinya begitu jadi laki-laki!" ujar Virgou lalu menepuk-nepuk bahu Antonius.


Pria yang ditepuk sedikit meringis menahan sakit, karena tepukan Virgou sangat kuat.


"Daddy!" tegur Lidya.


"Oh ... honey, this is my pleasure," rengeknya pria itu.


"Daddy," pinta Lidya lagi kini memohon.


"Oteh ... as you wish," ujar pria beriris biru itu menyerah.


Lidya memeluk Virgou. Kini, semuanya makan setelah hidangan utama datang. Antonius juga ikut makan bersama. istrinya.


Kini, Lidya sudah dalam perjalanan pulang bersama seluruh pria posesifnya kecuali Demian.


Pria itu hanya bisa menatap dari jauh gadis yang ia cintai. Dominic menepuk pundak pria itu.


"Bersabarlah, Nak ... bersabarlah!" ujarnya.


Lidya tertidur dalam perjalanan pulang. Ketika sampai Haidar menggendongnya dan membawa gadis itu ke kamar. Sampai kamar, Widya mengganti baju gadis itu.


Sedang di mansion lain. Valerie berlari mencari putranya.


"Orlando!" panggilnya.


"Mommy!" teriak seorang bocah laki-laki berusia dua tahun berlari.


"Mommy!"


Valerie mengangkatnya. Ia sangat berterima kasih pada Sophia yang mengasuh bayinya. Perempuan itu selalu memberi fotonya dan mengatakan jika dialah ibu dari balita itu.


Antonius tersenyum. Ia juga sangat berterima kasih pada perempuan pengasuh bayinya itu.


Beberapa jam kemudian, sepasang suami istri ini tengah melepas rindu mereka dengan penyatuan. Valerie melayani suaminya, karena Antonius memintanya penuh kelembutan.


bersambung.


ah ... bahagia deh ...


next?