
Seperti perkataan Haidar kemarin. Hari ini, Terra tengah melakukan fitting baju pengantin. Kanya yang menunggunya di sebuah butik ternama, tersenyum lebar melihat kedatangan calon menantunya.
"Ma, assalamualaikum," sapa Terra ketika masuk butik itu.
"Wa'alaikum salam, sayang," balas Kanya sambil tersenyum.
"Wah, ini kah calon menantunya, Jeng?" tanya salah satu teman sosialita Kanya.
"Iya, ini calon menantu saya," jawab Kanya bangga.
"Wah, beruntung banget, tangkapan besar ya, Jeng. CEO dan pendiri PT Hudoyo Cyber Tech.. Belum kemarin ternyata anak dari cucu kerajaan bisnis Eropa. Pake pelet apa Haidar, Jeng?" candanya lagi.
Sebuah sindiran tipis, terlontar dari bibir bergincu tebal itu. Terra kurang suka dengan candaan yang tidak sopan, menurut gadis itu. Kanya hanya menanggapi rileks sindiran itu.
"Nggak perlu pake pelet. Anakku nggak kalah hebat kok. Ganteng, CEO ternama di negeri ini," puji Kanya membanggakan putranya.
Terra mengangguk membenarkan. Namun, sejurus kemudian, teman sosialita Kanya mengatakan sesuatu yang membuat Terra berang.
"Eh, tapi, calon menantunya l udah punya anak tiga. Anak siapa tuh? Anak haram ya?!"
"Sejak kapan seorang anak punya predikat haram?" tanya Terra dingin.
Aura intimidasi langsung keluar dari tubuh Terra. Gadis itu mengepal erat tangannya hingga memutih. Kanya sangat takut, ini lah alasan Terra yang tak ingin pernikahannya diumbar ke publik.
Masih banyak stigma negatif yang akan disematkan oleh orang-orang terhadap tiga anaknya. Padahal jelas-jelas jika mereka lahir dalam ikatan suci terlebih dahulu.
"Saya tanya, sejak kapan anak yang lahir tanpa identitas disebut anak haram. Apa MUI yang melebelkannya?' tanya Terra dengan pandangan menusuk pada wanita bertubuh tambun.
Wanita itu menelan saliva kasar. Ia pun berdiri dan bergegas meninggalkan butik. Tadinya, wanita bernama Sintia itu hanya menemani Kanya berbelanja di butik yang mereka datangi.
Sintia yang memang biang kepo di grup arisan Kanya itu, serba ingin tahu. Mencari info dan menyebarkannya di grup. Tentu dengan tambahan kosa kata yang ia imbuhi sendiri.
Kanya mendekati Terra. Ia langsung minta maaf pada calon menantunya itu. Gadis itu hanya bisa menghela napas panjang. Sulit memang membuat semua orang memiliki pikiran yang sama dengan kita. Sintia salah satunya.
"Maafkan teman Mama ya, Nak. Orangnya emang kaya gitu," ucap Kanya menyesal.
"Sudahlah Ma. Tidak apa-apa. Kita lanjutin ya," ajak Terra kemudian.
"Hai, Jeng ini calon pengantinnya ya? tanya pemilik butik.
"Iya, Jeng Flor. Ini, Terra calon mantu saya," jawab Kanya.
"Ah, cantikan aslinya dari pada saya lihat di layar tipi," puji Flora sambil tersenyum.
Terra hanya menyematkan senyum tipis. Sifat introvert dan pendiam masih mendominasi Terra. Gadis itu sedikit kurang ramah jika berinteraksi dengan orang baru. Tapi, Flora tidak masalah dengan sikap Terra. Semua orang memiliki temperamen masing-masing. Ia pun tidak memusingkan sikap gadis itu padanya.
"Ini dia koleksi terbaru dari rancangan designer ternama," jelas Flora ketika memamerkan koleksi-koleksinya.
Kanya menarik satu gaun yang menurutnya mewah. Sebuah gaun warna putih gading berbahan brokat nomor satu.
1.
Setelah menggantungkan gaun pilihannya. Kanya kembali menarik gaun dengan model sederhana yang unik menurutnya.
2.
Lagi-lagi, ia menggantungkan koleksi itu sebagi salah satu pilihannya.
Lagi-lagi ia sibuk mencari-cari, gaun yang cocok untuk pilihannya.
3.
Sederhana namun terkesan elegan.
Kembali ia gantungkan gaun itu dan memilih kembali.
4.
Sangat mewah dan terkesan glamor.
Lagi dan lagi, ia menggantungkan pilihannya. Kembali mengambil gaun yang begitu menarik perhatiannya.
5.
Sangat sederhana dan klasik. Namun tak meninggalkan kesan elegannya.
Lagi-lagi ia menggantungkan gaun itu sebagai salah satu gaun pilihannya. Ia kembali menarik gaun yang cocok untuk calon menantunya.
6.
Kanya mulai bingung memilih gaun pengantin yang cocok untuk Terra. Ia seakan lupa bertanya, gaun mana yang sesuai dengan diri gadis yang kini memandangnya dengan ekspresi lelah.
Gadis itu mulai pening, karena dari tadi ia bolak balik buka dan mencocokkan gaun pengantin pilihan calon mertuanya.
bersambung.
menurut readers ... baju mana nih yang cocok untuk Terra ?
next?