
Hari ini ulang tahun Rion. Siapa sangka Gisel mau ulang tahunnya digabung dengan bayi berusia dua tahun.
"I don't have so many friends, there. no problem birthday with my brother," jelas Gisel santai.
"But it's your seventeenth birthday," ujar Terra.
"No problem, that's just a number," ucap Gisel menyudahi perdebatan.
Terra hanya bisa tersenyum. Bart sudah membawa banyak hadiah untuk Rion. Sedangkan Virgou menghadiahi sebuah jet pribadi bernama Rion's Jet. Leon tak mau kalah. Menghadiahi tiga anak Terra masing-masing satu unit penthouse yang terletak di sebuah kota bonafid Eropa. Leon memiliki saham terbesar di bidang properti itu. Sedang Frans menghadiahi Rion saham tiga puluh persen dari kilang minyak pribadi miliknya. Darren diberi dua puluh persen sedangkan Lidya sepuluh persen. Anak-anak Terra menjadi milyuner dalam sekejap. Wanita itu menelan saliva kasar. Bart menghadiahi Terra sebuah perusahaan dengan omset satu biliyun euro di Eropa. Haidar tertawa, ketika ia juga mendapat saham empat puluh persen dari perusahaan milik istrinya itu. Herman yang datang pun tidak mau kalah dengan hadiah fantastis lain. Tiga yatch senilai satu juta dolar menjadi milik ketiga anak Terra. Tidak hanya itu. Satu unit penthouse di sebuah tempat strategis kota J menjadi hadiah ulang tahun Rion.
"Kenapa kalian jadi salin pamer kekayaan sih!' sengit Terra lelah mendengar hadiah-hadiah yang bernilai fantastis itu.
"Ngiri, bilang Boss!" sengit Herman tak mau kalah.
Khasyana hanya senyum-senyum saja. Ia tak masalah berapa banyak hadiah yang diberikan untuk tiga anak Terra. Suaminya sudah meminta ijin sebelumnya. Ia pun senang karena sang suami mau memberi perhatian yang mestinya di dapat oleh Terra sejak lama.
"Assalamualaikum!"
"Wa'alaikum salam!"
"Mama Teyya!" pekik Raka kegirangan.
"Sayang!" Terra senang luar biasa. Haidar juga bahagia tiba-tiba keponakan kesayangannya datang.
"Kenapa Kakak nggak bilang mau pulang!" sengit Haidar cemberut.
"Ish, kau nggak pantes cemberut kek gitu. Malu sama tiga anakmu!" sahut Zain yang berdiri di belakang istrinya, menyindir adik iparnya.
Terra terkikik geli. Ia mengeratkan pelukannya pada Raka. Lalu menciumi pipi dan keningnya.
"Ah, ya, Kak, gimana pengobatan Raka?" tanya Haidar ketika menyuruh duduk semua keluarga.
Bart, Leon dan Frans memilih bermain bersama cucu dan anak mereka. Terra ikut nimbrung dan duduk di sisi Karina. Virgou sebentar lagi datang bersama Puspita. Sedang Herman dan istrinya tengah membantu menyiapkan makanan.
Kedua orang tua Haidar juga sedang dalam perjalanan. Terra akan makin pusing dengan hadiah yang dibawa oleh mertuanya itu nanti.
"Pengobatan Raka, alhamdulilah semakin lama semakin baik. Bahkan dia bisa fokus pada satu tempat dan bisa mengarah pembicaraan pada satu masalah. Raka juga sudah bisa melihat satu titik dan tidak lagi bergumam sendirian," jelas Karina panjang lebar.
"Oh ya, apa Mama dan Papa sudah tahu perkembangan Raka?" tanya Terra.
"Sudah, hampir dua minggu sekali aku teleponan sama Papa juga papa mertua untuk memberi tahu perkembangan Raka. Kadang kalau aku lupa menelepon, papa mertua sama papa akan mengomeliku seharian," jawab Karina sambil merenggut lucu.
"Alhamdulillah kalau Raka sudah lebih baik," ucap Terra lega.
Semua mengangguk. Pesta belum di mulai rumah Terra sudah penuh. Benar saja. Bram memberi hadiah yang sangat luar biasa untuk bayi berusia dua tahun itu. Satu set peralatan karaoke. Frans langsung memasangnya. Gabe datang bersama David.
"Sayang, seperti kita harus beli mansion deh. Rumah kita nggak cukup menampung semua raksasa ini," ujar Haidar memberi ide.
"Sepertinya begitu. Untung kita tadi ke panti asuhan tadi untuk sekedar berbagi. Kalo Te ngundang mereka, alamat mereka tergilas sama orang-orang besar di sini," sahut Terra.
"Pes ... pes! Patu, buwa, pida ... pes!" Rion mengetest mikrofon.
"Ata' Bisel mo banyi?" Gisel mengangguk.
Rion menyerahkan mik. Ah, bayi itu sudah jadi dewasa. Mendahulukan orang lain. Gisel pun mencari lagu yang ingin ia nyanyikan.
"A thousand years" milik Katty Perry.
Heart beats fast
Colors and promises
How to be brave?
How can I love when I'm afraid to fall?
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What's standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling, don't be afraid
I have loved you for a thousand years
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
One step closer
One step closer
I have died every day waiting for you
Darling don't be afraid
I have loved you for a thousand years
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
Riuh tepuk tangan pun membahana. Suara merdu Gisella Elizabeth menggetarkan hati seorang pria yang sedari tadi memandangnya. Terra menyenggol suaminya. Haidar pun bertanya ada apa.Terra mengkodekan dengan gerakan kepala pada Budiman.
"Boleh saya nyanyi nggak?' pinta Budiman tiba-tiba.
"Poleh ... papi bayan!' sahut Rion langsung menengadahkan tangannya.
Budiman tampak merogoh dua kantung celananya. Ia mendapat satu uang logam lima ratus rupiah, lalu memberinya pada Rion. Bart sampai penasaran dan mengambil uang logam itu dari tangan cucunya.
"what's this?" tanyanya sambil menatap uang logam tersebut.
Budiman hanya mengendik bahu acuh. Ia mengambil mik. Rion langsung marah pada Bart dan meminta uang logam dari pengawal tampan itu.
"Ipu bunya Ion!"
Budiman mulai mencari lagu. Perfect milik Ed Sheeran. Semua menanti dan terdiam. Terra juga sangat penasaran dengan suara pengawalnya. Ia akan melempar kulit kacang jika suara pengawal tampannya itu jelek atau cempreng apalagi fals.
"I found a love for me
Darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow
Your heart is all I own
And in your eyes you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When I saw you in that dress, looking so beautiful
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight."
Suara indah dan sangat merdu. Terra dan Haidar menjatuhkan rahang mereka. Mata terbeliak tak percaya. Gisel tampak merona. Lagu itu benar-benar untuk gadis tujuh belas tahun itu.
bersambung.
maaaak ... othor mau mang Pudi!
next?