TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
RAPAT SAHAM 1



Di sebuah aula berisi beberapa meja dan kursi yang dihias cantik. Warna gold dan merah mendominasi di tambah aksen bunga sakura berwarna pink.


Semenjak kejadian korupsi besar-besaran yang terjadi di perusahan PT Hudoyo Grup terkuak. Harga saham anjlok, walau kini mulai merangkak naik. Tapi para pemegang saham sudah ingin menjual saham mereka.


Rommy sebagai CEO sementara, naik ke mimbar dan memimpin rapat.


"Selamat siang Tuan-tuan, para pemegang saham. Sesuai dengan aturan yang berlaku. Selaku pemimpin sementara saya akan memulai rapat ini dengan laporan keuangan dan pembalikan nama ke pemimpin yang sesungguhnya. Selain itu membicarakan persoalan penjualan saham!" Tutur Rommy memulai sidang.


Rommy memaparkan beberapa laporan per kwartal dan satu bulan terakhir ketika kasus terkuak. Keuangan perusahaan masih bisa bertahan hingga satu kwartal depan. Bahkan harga saham mulai naik walau tidak seberapa.


"Saham yang dimiliki oleh CEO kami sekarang adalah lima puluh lima persen. Sisanya ada sebagian ditangan para pemegang saham di sini. Sebelum itu. Saya selaku CEO sementara, ijin mengundurkan diri dulu dan memperkenalkan CEO kita yang baru."


Jepretan blits kamera berbunyi. Rapat ini, memang dibuka untuk umum jadi para wartawan diundang hadir sekaligus memperkenalkan CEO baru.


Terra hadir dengan balutan jas formal warna hijau tua, kemeja putih dengan kerah berenda. Memakai rok span di bawah lutut dengan warna senada dengan jas. Terakhir sepatu slop warna putih.


Riasan natural, hanya bedak dan lipstik warna nude. Rambut disikat Rai dan dikuncir ke belakang. Sangat cantik dan penuh karisma. Tatapan tajam dengan bulu mata lentik, hidung mancung dan kulit putih.


Tinggi badan bak model dengan tubuh padat dan molek. Sangat seksi. Semua mata menatap wajah CEO yang baru datang. Sangat kuat walau kesan remaja tidak bisa hilang dari wajahnya.


Haidar sebagai pemegang saham menatap nyalang pada semua yang hadir di sana. Betapa ia ingin mencongkel mata yang melotot menelusuri lekuk tubuh kekasihnya. Padahal Terra tidak memakai baju ketat.


"Ini lah CEO baru kita. Terra Arimbi Hudoyo, putri dari mendiang Ben Hudoyo!' teriak Rommy bersemangat memperkenalkan CEOnya.


"Selamat siang dan terima kasih!" sapa Terra dengan suara merdu.


Kemunculan Terra menjadi trending topik. Banyak yang meragukan kepiawaian gadis itu dalam menjalankan bisnis, terutama ia masih sebagai seorang mahasiswi dan berusia belum genap dua puluh tahun. Sangat belia.


Banyak para pemegang saham menolak kepemimpinan Terra. Tapi, hanya gadis itu melempar satu bundel berkas. Isinya adalah bukti keterlibatan beberapa pemegang saham dengan para koruptor yang kemarin tertangkap.


Semua terkejut. Bahkan Haidar. Pria itu memang mencium adanya kecurangan dan bagi fee para investor ilegal dengan beberapa pemegang saham. Tentu saja ia tidak terlibat. Bahkan, ia tidak pernah terlibat rapat apa pun sebelum ini.


Beberapa polisi datang membawa surat penangkapan. Dengan bukti yang Terra perlihatkan. Membungkam pemegang saham dan para investor yang ikut menyaksikan jalannya rapat.


"Silahkan. Jika anda memiliki bukti!" ucap Terra lantang tanpa takut.


Ada empat pemegang saham yang terlibat. Mereka ditangkap saat itu juga. Kamera membidik wajah-wajah pesakitan yang berteriak minta keadilan. Akibat ulah Terra saham milik perusahaannya sempat goyah. Tapi, para investor masih bertahan.


"Selaku pemimpin baru perusahaan ini. Saya akan memperkenalkan anak perusahaan baru di bawah perusahaan utama yakni PT Hudoyo Cyber Tech!"


Rommy menyalakan proyektor, sebuah gambar muncul di layar belakang Terra. Gadis itu menjelaskan apa perusahan yang baru dibangun ini.


Haidar terperangah dengan ide perusahaan yang merambah dalam bidang cyber.


"Seperti kita ketahui. Ketahan data perusahaan adalah hal paling penting dalam keberlangsungan berjalannya perusahaan. Jika data hilang atau rusak. Maka perusahaan akan hancur dalam hitungan hari!"


"Perusahaan baru kami, akan meluncurkan produk chip pengaman data. Setiap chip itu berbeda dan di sesuaikan dengan keinginan konsumen untuk mengamankan data mereka!' jelas Terra lagi.


"Kenapa tidak bikin aplikasi saja, lebih mudah dan tidak ribet. Semua berada dalam satu ponsel!" satu teriakan menginterupsi rapat.


"Benar. Kenapa saya tidak meluncurkan aplikasi saja, agar lebih mudah," ujar Terra menyetujui perkataan tadi.


"Tapi, sekarang saya akan bertanya. Berapa kali anda membeli handphone?" tanya Terra.


"Berapa kali, anda lupa kata sandi? Dan berapa kali ponsel anda hilang atau dicuri?" lanjutnya.


Semua hening. Haidar juga ikut diam dan menghitung berapa kali ia telah mengganti juga kehilangan ponselnya.


"Ponsel itu adalah barang yang paling rentan, untuk hilang dan gampang dicuri. Karena barang mudah di dapat, sebagian orang tidak menggubris atau melaporkan jika kehilangan ponsel mereka. Dan itu berbahaya sekali, jika kita menyimpan semua data perusahaan dalam ponsel tersebut!" Semua akhirnya terbelalak mendengar pernyataan Terra.


Kasak-kusuk terjadi. Sebagian mereka khawatir dengan data perusahaan yang ada di ponselnya dan sudah hilang alias dicuri.


bersambung