
Acara rapat jurnal selesai. Liburan dan jalan-jalan plus juga sudah mereka nikmati. Bahkan Haidar dan Terra bisa melewati malam panas mereka dengan penuh gairah tanpa gangguan sama sekali.
Mereka pulang dengan wajah ceria. Banyak pengalaman dan cerita seru yang mereka lewati. Haidar telah membagikan video kemenangan Darren ketika mengikuti lomba. dan aksi Rion yang memenangkan tantangan yang ia buat sendiri, di grup chat familly.
Virgou langsung menghubungi via video call saat itu juga. Memuji kehebatan dua putranya. Tak lupa ia juga memuji kecantikan Lidya ketika di foto menggunakan baju kimono.
"Wah, pasti seru banget ya di sana?' tanya Virgou dengan antusias.
Kini mereka pulang. Virgou mengatakan ada kejutan buat mereka. Haidar pun sudah mematahkan kejutan pria itu.
"Apa keponakanku sudah lahir dua-duanya?" tanya Haidar yang langsung membuat Virgou cemberut.
"Nggak pantes tau. Bule tua cemberut kek gitu," ledek Haidar.
"Ish awas kau. Jangan cium anak-anak ku nanti," ancam Virgou.
"Ih jahat ... biar nanti aku curi ciuman, bwee!" sahut Haidar sambil menjulurkan lidah meledek.
Terra hanya bisa menggeleng. Tak habis pikir dengan tingkah para laki-laki. Baik suaminya dengan Budiman yang berebut perhatian Lidya atau suaminya dengan Virgou yang entah berdebat tentang apa.
Bart sudah berada di mansion Virgou menjenguk cucu kembarnya. Dua bayi laki-laki tampan ini mirip sekali Terra dengan mata biru.
"Waktu hamil, Ita sering minta Terra buat elus juga cium perut, trus minta suapin. Pokoknya anak-anak ini sudah ngerjain Mamanya," ujar Ita memberi tahu Kakek suaminya.
"Bahkan Ita sama Bunda Khasya rebutan perhatian Terra. Sampai Terra pusing," selorohnya sambil terkekeh.
"Oh ya, bukannya anak-anak Herman juga kembar sepasang ya?" tanya Bart.
Virgou mengangguk. "Bayi-bayi itu lebih mirip Khasya dibanding ayahnya."
"Oh ya, jam berapa Terra dan lainnya sampai?" tanya Bart lagi.
"katanya satu jam lagi baru landing. Aku sudah suruh supir untuk menjemput mereka semua," jawab Virgou.
"Ah, aku gemas sekali dengan aksi Rion. bayi baru berusia dua tahun memiliki kecermatan juga kejelian yang menakjubkan. Bagaimana bisa ia memperhitungkan semuanya. Bahkan ia yakin jika lawan bakal menjegalnya?!" seru Bart dengan takjub.
Virgou hanya tersenyum bangga. "Darren juga luar biasa. Dia anak yang baru datang dan memenangkan nyaris semua lomba di sana."
Bart juga setuju, ia mengangguk. Puspita juga sangat salut dan bangga akan keberanian anak-anak mantan bossnya itu.
"Ah, apa sudah kau mempersiapkan nama untuk dua anakmu?" tanya Bart.
"Sudah. Namanya Muhammad Keanu Black Dougher Young dan satunya Muhammad Calvin Black Dougher Young," jawab Virgou. "Grandpa bisa memanggil nya Baby Kean dan Baby Cal."
Bart menatap box berisi bayi baru lahir dua hari lalu. Mereka begitu berkembang pesat. Kini tengah tertidur.
"Welcome Baby Kean and Baby Cal," sambut Bart menciumi bayi itu satu persatu.
Mereka menggeliat lucu. Bart tertawa. Sepertinya bayi-bayi tampan itu tak terpengaruh dengan hadir buyutnya di situ.
dua jam sudah. Terra datang. Ia berlari kecil menuju kamar Virgou dan Puspita. Tak sabar untuk melihat bayi-bayi tampan itu.
Begitu Terra sampai. Kedua bayi itu pun menangis. Sepertinya keduanya tahu jika bibi mereka yang sangat istimewa itu datang.
"Hai ... assalamualaikum," sapa Terra melihat bayi-bayi itu gemas.
"Cuci tanganmu dulu, Te!' titah Bart.
Terra nyengir. Ia pun bergegas ke wastafel lalu mencuci tangan. Kemudian ia pun menggendong salah satunya.
"Ini siapa namanya, Kak?" tanya Terra sambil menatap Virgou.
Baby Cal terdiam dalam gendongan Terra. Wanita itu menciumi wajah mungil nan tampan dengan gemas dan penuh kasih sayang. Baby Kean masih menangis. Ia juga mau digendong oleh Terra dan sudah tak sabar.
"Sebentar sayang. Diam dulu, ya biar Brother Cal nya tenang dulu," ujar Terra pada Baby Keanu.
Haidar masuk bersama tiga anaknya. Darren begitu berbinar melihat adik-adiknya. Ia menatap Virgou dan Puspita dengan senyuman merekah. Darren memeluk Virgou memberinya selamat.
"Daddy sudah jadi Daddy. Selamat ya!'
"Terima kasih, sayang," sahut Virgou kemudian mencium pucuk kepala Darren.
Lidya dan Rion juga mulai berisik. Keduanya ingin melihat bayi-bayi itu. Haidar menggendong mereka dan mendekati ibunya. Terra kini menggendong Baby Kean.
"Ini siapa namanya?'
"Itu Muhammad Keanu Black Dougher Young. Panggilnya Baby Kean," jawab Virgou.
Virgou memeluk gemas Darren. Pria kecil itu sangat nyaman di pelukan Virgou.
"Baby Tean ...," panggil Lidya lalu mencium pipi merah bayi itu.
"Hai ...," sahut Baby Kean..
Semua terpana. Baby Kean merespon sapaan Lidya. Virgou terharu. Ia yakin kasih sayang Lidya yang begitu besar pasti dirasakan kedua anaknya.
"Balo ... belpom Bebi Pean ... ipu pan sapuna manana spasa Daddy?' tanya Rion melihat bayi satunya lagi dalam box.
"Itu Baby Cal, Baby," jawab Virgou.
"Baby Bal?"
"Cal!" ralat Darren.
"Pal?" sahut Rion dengan wajah polos.
"Tal Baby butan Pal!" ujar Lidya membenarkan sebutan.
"Sudah biar saja dia panggil adiknya apa," sahut Virgou mengakhiri perdebatan.
Kedua bayi itu harus di susui. Haidar dan Bart keluar dari kamar bersama Virgou, Darren, Rion juga Lidya. Terra membantu Puspita. Tak lama, ia pun keluar kamar.
"Oh ya, aku minta kalian menginap. Karena dua hari lagi aku akan mengadakan aqiqah untuk kedua putraku," pinta Virgou pada Haidar.
"Baik lah. Kan masih hari libur juga," sahut Haidar menyanggupi permintaan sepupu Istrinya itu.
Hari berlalu. Acara aqiqah telah berlangsung. Virgou mengundang anak-anak yatim memberi sedikit bingkisan.
Empat ekor kambing disembelih dan disumbangkan pada sebuah perkampungan kumuh. Warga di sana diberi bahan olahan untuk memasak daging tersebut.
Rion menatap dua bayi yang tertidur dalam box. Ia juga ingin adik dari kandungan ibunya. Rion mendekati Terra.
"Mama ... Ion mau pedet pati ...,"
bersambung.
ah ... akhirnya.
next?