TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
ONCE UPON A TIME



ENAM TAHUN YANG LALU


Haidar menjadi salah satu anggota BEM yang sedang melakukan orientasi pada mahasiswa dan mahasiswi baru. Pria tampan itu memasang wajah datar dan dingin.


Justru wajahnya seperti itu lah yang membuat para gadis histeris. Sosok manis tengah mencuri pandang pada sosok gagah yang tengah mengitari mereka.


Para calon mahasiswa baru disuruh berjoged di depan umum selucu mungkin. Tapi, tidak ada satu pun yang boleh tertawa. Seorang mahasiswa bertubuh tambun dipanggil untuk berjoged.


Gerak lucu dan perut yang selalu bergoyang di setiap gerakan, sontak membuat semuanya menahan tawa. Cherryl tak tahan. Gadis itu akhirnya mengangkat tangan dan meminta ijin ke toilet.


"Kak, Saya nyerah. Ijin ke toilet dulu ya, kalo enggak bisa ngompol di sini."


Haidar menatap wajah manis itu dengan binaran mata yang berbeda. Jantungnya berdegup keras saat melihat rona merah di pipi gadis yang menahan tawa.


Mendapat ijin, Cherryl berlari ke toilet untuk segera buang hajatnya. Ternyata, bukan gadis itu saja yang menyerah. Tapi, banyak calon mahasiswa baru yang juga menyerah dan minta ijin ke toilet karena kebelet pipis.


Calon mahasiswa yang bertubuh tambun bernama Hessa ini, mendapat hadiah uang karena berhasil membuat teman-temannya kalah.


Sejak pertama kali melhat sosok manis yang mendebarkan jantungnya. Haidar mencari jati diri gadis itu. Pria itu begitu penasaran.


Tak butuh waktu lama, Haidar mendapat informasi siapa gadis yang menjadi incarannya itu.


Cherryl Febriani Kesuma adalah putri tunggal dari keluarga Kesuma. Seorang pebisnis yang juga merupakan mitra bisnis ayah Haidar, Bram.


Pertemanan.mereka naik level menjadi sepasang kekasih. Mereka berdua dijuluki Romeo and Juliet. Yang satu tampan dan satunya cantik. Sama-sama anak sultan. Sangat serasi.


Bahkan hubungan keduanya mendapat restu dari orang tua masing-masing. Cherryl begitu akrab dengan Kanya. Dua wanita beda usia itu sering bercengkrama di sebuah mall untuk berbelanja barang-barang branded ternama.


Cherryl yang juga anak orang kaya, tentu tidak kesulitan untuk menghambur uang ayahnya. Bahkan jika kurang. Baik Haidar atau Kanya, akan sangat berbaik hati membayar semua belanjaannya.


Kedekatan Cherryl dan Kanya bagai putri dan ibunya. Sangat dekat, bahkan Cherryl lebih manja ke Kanya daripada ibu kandungnya sendiri.


Sayang, kelakuan mereka jauh berbeda. Cherryl sangat suka clubbing, pesta dan hura-hura. Sedang Haidar termasuk anak yang sedikit tertutup, perawakan dingin dan datar tidak cocok dengan suasana pesta dan hingar bingar.


Cherryl suka merajuk jika Haidar tidak ingin menemaninya pergi clubbing. Ketika pertama, pria itu masih menemani gadis yang ia cintai, dengan alasan ingin menjaga kekasihnya itu.


Siapa sangka. Pria itu mendapatkan betapa liarnya sang kekasih di tempat itu. Betapa, Cherryl berjoged dengan meliuk-liukkan tubuhnya secara seksi dengan lain jenis. Gadis itu juga tak ragu untuk berciuman dengan pria yang menyosor bibirnya di lantai dansa.


Sebagai kekasih. Haidar tentu cemburu. Pria itu menarik tangan kekasihnya untuk berhenti dan pergi dari area itu.


Bukan mendapat ucapan terima kasih. Cherryl malah marah besar.


"Kau itu bukan siapa-siapa. Hanya pacar. Ingat. Hanya. Pacar!" gadis itu menekan kata-kata terakhir.


Haidar shock mendengar itu. Tidak mengira jika ucapan kasar bisa keluar dari mulut manis sang gadis.


Esoknya. Cherryl pun tak sadar jika ia sudah berkata kasar pada kekasihnya. Gadis itu bisa saja membuat Haidar memaafkan perbuatannya.


Ayah Cherryl yakni Leo Waldy Kesuma, meminta Haidar untuk menjaga putrinya. Jika perlu, membenarkan jalan Cherryl yang sedikit belok itu.


Karena cintanya pada gadis itu. Berbagai cara Haidar lakukan, agar Cherryl tidak sering clubbing. Haidar mengajak ia nonton di bioskop atau ke pasar malam menaiki wahana.


Sekali dua kali. Akhirnya usaha Haidar sedikit membuahkan hasil. Cherryl tidak pernah mengajak kekasihnya itu pergi untuk menghabiskan malam sambil minum-minum.


"Aku sangat mencintaimu. Makanya, aku ingin yang terbaik untukmu," begitu alasan Haidar.


Pacaran mereka pun hanya sebatas ciuman bibir. Walau, sisi liar Cherryl nyaris membobol pertahanan Haidar. Tapi, pria itu mampu untuk menghindar.


"Jangan pergi sayang."


"Tapi aku sudah beli hadiahnya. Aku nggak enak kalo nggak dateng," jelas Cherryl memohon.


"Sayang," Haidar memasang wajah lebih memohon.


"Hmmm ... baiklah. Aku tidak datang. Hadisnya biar kurir saja yang mengantar," ujar Cherryl mengalah.


Haidar sangat bahagia. Akhirnya sang kekasih menuruti keinginannya. Pria itu langsung ******* bibir Cherryl dengan penuh kelembutan. Tidak ada tuntutan. Hanya ungkapan tulus yang disalurkan.


"Baiklah, ini sudah malam. Aku pulang ya," ujar Haidar pamit.


Cherryl mengangguk lalu mengantarkan kekasihnya hingga mobil. Sedikit kecupan di bibir sebelum Haidar benar-benar masuk.


"Ish ... udah ah, sana pulang," usir Cherryl dengan nada manja.


Haidar terkekeh lalu mencubit hidung mungil Cherryl gemas.


"Aku ingin segera memperistri mu," ungkap Haidar.


Cherryl hanya tersenyum. Sebuah kecupan di bibir kembali terjadi. Namun, kali ini pria itu masuk mobil. Setelah melambaikan tangan. Mobil Maserati itu pergi meninggalkan halaman.


Cherryl menunggu di luar sambil menggosok lengannya. Gadis itu melihat jam di pergelangan tangan kirinya. Setelah yakin jika Haidar tidak akan mungkin kembali.


Cherryl buru-buru ke ruang tengah di mana ia menyembunyikan tas berisi uang, ponsel dan kartu limitednya. Menyambar kunci mobil dan langsung ke garasi.


Sebuah mobil sport warna hitam melesat meninggalkan halaman. Penjaga pagar pun tidak bisa melarang atasannya itu. Ia tak memiliki hak untuk melakukan hal tersebut.


Sampai di club, suasana sedikit chaos. Cherryl datang dan langsung di sambut para pria yang mengelus kemolekan tubuhnya. Sosok gadis cantik dengan pakaian super seksi mendatangi.


"Gue kira, Lu nggak jadi dateng!" teriaknya, karena suasana begitu bising.


"Gue dateng lah. Tadi ada penjaga usil yang ngelarang gue, jadi agak lama!" teriak Cherryl menjawab pertanyaan temannya.


Tak lama kedua gadis itu mulai menikmati kebingaran pesta. Cherryl meliuk seksi sambil berciuman dengan seorang pria. Mungkin karena keduanya diselimuti gairah, hingga pria itu menarik Cherryl ke sebuah kamar.


Dengan senang hati, gadis itu mengikuti pria tampan yang menariknya. Ia pun sudah diselimuti oleh gairah. Selanjutnya, tentu setan tertawa senang melihatnya.


Cherryl bercinta dengan begitu bergairah. Entah berapa kali mereka berdua mengerang kepuasan akan nikmatnya bercinta. Hingga keduanya terkulai lemah.


Pagi menjelang. Cherryl membuka matanya. Kepalanya masih pusing. Ia pun bangkit. Melihat sekujur tubuhnya dipenuhi oleh tanda cinta dari seseorang. Gadis itu melihat sosok pria yang masih menggeliat.


"Hai sayang. Kau sudah bangun?" tanya pria itu serak.


Cherryl tak menyahut. Ia langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai. Gadis itu pergi meninggalkan pria itu begitu saja.


Sayang, sang pria memiliki niat tersembunyi. Pria itu mengambil sebuah ponsel dengan kamera aktif. Ia pun tersenyum smrik.


"Kau akan membuatku kaya raya, Cherryl."


bersambung.


emmmm ... bentar ya.. othor lagi berkamuflase biar nggak dikerja readers ... hehehehe


jangan bilang-bilang klo othor nyamar jadi 🐟