TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
BERTEMU MUSUH LAGI



Gorgov benar-benar tidak pikir panjang. Kegagalannya menghancurkan perusahaan rivalnya membuat ia berbuat nekat. Pria turunan Rusia-America itu ingin sekali menjatuhkan Virgou.


Ia mengingat dulu. Ketika Virgou datang, pria itu langsung bisa menguasai pasar. Mampu membangun beberapa pasukan solid yang kekuatannya di atas rata-rata. Kepala klan mafia paling ditakuti pun tunduk pada pria beriris biru itu. Terutama klan terbesar BlackStar D'Young ternyata masih berhubungan dengan Virgou.


Gorgov menyusun rencana, pria itu menghasut para pengikut. Sikapnya yang royal pun membuatnya banyak pengikut. BlackAngel milik Virgou tiba-tiba musnah karena terbongkarnya distrik D. Banyak ketua mafia mati bunuh diri karena rugi triliyunan dollar.


Dengan mudah Klan BlackAngel yang baru didirikan Virgou berpindah tangan pada Gorgov. Bahkan, Virgou tak lagi mendatangi tempat itu setelah distrik D dinyatakan hangus terbakar. Pria berkulit kemerahan ini akan menantang duel Virgou.


Gorgov adalah mantan petinju, dikeluarkan dari pertandingan karena banyak memukul lawan hingga tewas . Ia pun diberi julukan "The hand of death". Pria dengan tinggi 169cm dengan berat 78kg ini berusia lima puluh lima tahun. Pria itu akan mendatangi perusahaan Virgou.


Virgou sudah mulai bekerja. Gomesh kini bersama pria itu. Pablo dan Fabio juga selalu bersama atasannya. Kejadian kemarin membuat semuanya diperiksa.


"Saya mengucap terima kasih pada kalian yang kemarin membantu rekan kita Subroto dan Cipto!" ucap Virgou memberi penghargaan tertinggi pada para karyawan yang berjasa.


"Bagaimana kondisi Cipto?" tanya Virgou pada Fabian.


"Pak Cipto baik-baik saja. Luka tembaknya memang cukup dalam. Dokter berhasil mengeluarkan proyektil itu tanpa merusak jaringan otot di tangan beliau Tuan!" jawab Fabian menjelaskan.


Virgou bernapas lega. Ia akan memberikan reward besar pada pegawainya itu terutama Subroto yang berhasil mencegah penjahat melakukan aksinya.


"Gomesh, berikan keduanya bonus tiga kali lipat, Gunakan uang pribadiku!'' titah Virgou.


"Baik Tuan!" sahut Gomesh langsung mengerjakan perintah tuannya.


Virgou kembali mengecek semua pekerjaan. Subroto juga sudah bekerja, ia tak mendapat luka yang berarti, bahkan musuh itu yang terluka.


Setelah mengecek semuanya, bahkan kepolisian sudah melepas tanda garis kepolisian. Mereka tentu tak bisa menghentikan operasional kerja. Itu menyangkut hidup orang banyak.


Semua kembali bekerja di bawah pengawasan kepolisian. Penjagaan diperketat. Suasana sedikit tegang.


"Sudah abaikan saja para petugas. Anggap mereka adalah pengawal pribadi kalian!" seru Virgou menenangkan seluruh karyawan.


Pria ini sedikit kesal dengan petugas yang berjaga. Mereka terlalu dekat dan terlalu mengawasi keadaan. Produksi pun berjalan seperti biasanya.


Virgou menggerakkan bahunya yang sedikit linu. Wajahnya sedikit mengernyit, ia merasa nyeri.


"Tuan," panggil Gomesh sedikit khawatir.


"Aku tidak apa-apa, Gomesh!" ujar Virgou. "Hanya memang sedikit ngilu jika digerakkan."


"Sebaiknya, anda pulang dan istirahat Tuan. Biar semua kami yang menanganinya. Lagi pula, tidak ada pertemuan penting yang harus anda hadiri hari ini," jelss Pablo dengan nada khawatir.


Virgou pun menurut apa kata asistennya itu. Ia pun keluar bersama dengan Gomesh.


Ketika dalam perjalanan, Gomesh melihat mobil mereka tengah diikuti oleh mobil lain.


"Tuan, kita diikuti!" ujar Gomesh memberitahu.


Virgou pun mengecek via BraveSmart ponsel. Ia kini mulai menggunakan ponsel ciptaan Darren itu. Ia pun memberitahu beberapa petugas di sekelilingnya. Jika ia tengah dibuntuti oleh orang tak dikenal.


Tiba-tiba.


Brak! Bamper belakang mobil ditabrak. Virgou sampai terkejut. Gomesh pun langsung menambah kecepatan. Terjadi kejar-kejaran. Gomesh pun memindahkan stirnya menjadi sport. Mobil Jeep milik Virgou ini sudah di modifikasi.


Mobil yang mengejar juga menambah kecepatan. Para polisi mulai bermunculan. Mereka meneriaki pengendara lain untuk segera menepi.


Tiba-tiba mobil polisi ditembaki oleh mobil sedan lain yabg mengejar mobil Virgou. Kap mesin mobil terkena hingga mementalkan penutup dan mengenai kaca mobil patroli hingga tak bisa melihat situasi.


Mobil itu pun berhenti mengejar, diambil alih oleh mobil patroli lain. Beberapa petugas yang menggunakan sepeda motor juga ikut andil. Salah satu petugas mengarahkan senjata laras panjang ke arah mobil itu dan melepas tembakan.


Dor! Mobil sedan yang mengejar pun terkena lalu terjadi slip dan menghantam pembatas jalan. Mobil Virgou masih dikejar oleh tiga mobil sedan lainnya.


Kejar-kejaran itu kembali ditayangkan siaran langsung. Lagi-lagi semua berwajah tegang. Bart tengah menjemput Frans dan Leon, juga Gabe serta istri dan anaknya di bandara melihat tayangan itu.


"Dad!"mereka memegangi Bart yang sedikit shock.


Budiman mengerahkan beberapa anak buah bayangan untuk membantu kepolisian. Terra di rumah langsung pergi ke mansion kakak sepupunya itu.


"Halo kak Robert, nanti antarkan anak-anak ke mansion Kak Virgou ya!" titah Terra ketika menghubungi pengawal yang mengantar dan menunggui anak-anaknya.


"Baik, Nona!"


Terra pun langsung ke mansion bersama dua anaknya ditemani oleh Sapto. Dua puluh menit ia pun sampai. Di sana wanita itu sudah mendapatkan Puspita tengah menahan tangis.


"Kak!" Terra pun memeluk kakak iparnya itu.


Anak-anak langsung diajak bermain oleh para pekerja agar tidak ikut sedih.


Sedang di lokasi kejadian kejar-kejaran masih terjadi. Tiga mobil sedan yang mengejar masih terus berusaha menabrak mobil Jeep Virgou dan menembakinya. Beruntung mobil itu anti peluru. Bahkan ban-nya dirancang khusus agar tak tembus peluru.


Tiba-tiba satu mobil sedang tak terkendali. Mobil itu seperti ditembak dari jarak jauh hingga membuat kendaraan itu terguling berkali-kali. Belum sempat polisi melakukan penanganan. Tiba-tiba.


Duar! Mobil itu meledak. Hal itu membuat suasana makin tegang. Polisi meyakini ada pergerakan lain yang ikut membuat suatu konspirasi. Entah itu penyerangan atau perlindungan.


"Bagi siapa pun yang bertindak di luar ranah hukum Harap hentikan aksi anda!" peringat petugas.


"Sekali lagi. Bagi siapapun yang ikut dalam aksi penyergapan mau pun perlindungan tanpa sepengetahuan aparat setempat kami nyatakan pelanggaran hukum!"


Budiman mengepal tangan erat mendengar peringatan itu. Sungguh, ia sangat geram akibat lambatnya aparat melakukan tindakan tegas pada para penjahat.


"Penjahat itu sudah meresahkan dan membahayakan! Tapi aparat belum melakukan tindakan tegas!" seru salah satu netizen.


Tantangan itu terus berlangsung sudah setengah jam. Masih ada satu mobil sedan yang masih terus menekan Virgou. Polisi akhirnya gerah juga.


Tiga kali letusan senjata terdengar. Mobil sedan pun mulai kehilangan kendali dan menabrak dinding beton di bawah flyover.


Semua petugas menodongkan senjata.


"Keluar ... keluar!" teriak kepolisian ketika berhasil membuka pintu.


Menyeret empat orang dengan kondisi terluka parah. Beberapa mobil ambulan datang. Bahkan mobil pemadam kebakaran. Mobil Virgou juga sudah berhenti. Pria itu turun dari mobilnya. Tiba-tiba, salah satu orang yang terluka mencabut pistol, kemudian terdengarlah bunyi letusan senjata.


Dor!


bersambung.


aih ... 😳


next?