TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
TRIATMODJO DOWN



Di sebuah rumah sakit ternama di ibukota.


Sosok lemah kini tengah diperiksa oleh para ahli medis. Pria renta itu sudah tidak sadarkan diri sejak semalam. Padahal sebelumnya pria itu baik-baik saja. Bahkan menghubungi seorang pengacara dibantu oleh salah satu perawat.


"Kita harus lakukan sebuah operasi baypass. Jika tidak pasien tidak terselamatkan," ujar salah satu tim medis sedang yang lainnya mengangguk.


"Baik. Kita hubungi walinya agar menandatangi surat persetujuan operasi," ucap ketua medis yang menangani pasien.


Salah seorang perawat keluar dan melakukan panggilan kepada bagian administrasi untuk memanggil wali dari pasien.


Ponsel Herman berdering. Pria itu menoleh. Dahinya berkerut ketika melihat panggilan dari pihak rumah sakit. Ia pun mengangkat panggilan tersebut.


"Halo!"


".....!"


"Begitu kah?"


".....!"


"Baik. Saya ke sana," ujarnya.


Belum sampai Herman ke rumah sakit. Alea lebih dulu sampai. Gadis itu bertanya tentang keadaan kakeknya. Para dokter menyatakan jika pasien harus melakukan baypass.


"Berapa biayanya?" tanya Alea dengan mimik sedih.


"Sekitar seratus juta, itu diluar obat. Jika anda ingin tahu, silahkan ke bagian administrasi," jelas salah satu dokter yang menangani Hardi Triatmodjo.


Alea mengangguk. Gadis itu segera pergi kebagian administrasi untuk meminta surat pemberitaan pembayaran pengobatan. Gadis itu beralasan agar asuransi kakeknya bisa diklaim.


Pihak rumah sakit mengeluarkan surat tersebut. Dengan senyum licik, gadis itu langsung pergi ke perusahaan. Ia akan langsung pergi ke bagian keuangan. Dengan surat itu, Alea bisa mencairkan uang.


"Total lima ratus juta. Bisa lah buat senang-senang sama Beno," ujarnya dalam hati kemudian tertawa riang.


Sedang di rumah sakit, para medis menunggu pihak wali, untuk segera membayarkan biaya administrasi. Mereka dikejar waktu. Sedang Baik Herman maupun Alea yang bertanggung jawab atas Hardi belum datang.


Hingga setengah jam kemudian. Hardi Triatmodjo dinyatakan meninggal dunia. Herman datang satu menit setelah pernyataan tersebut.


Para dokter menjelaskan semua serangkaian penangan. Mereka sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi, pihak wali tidak ada satu pun yang datang. Mereka juga menyatakan telah memberi surat pengeluaran biaya rumah sakit pada Alea.


Herman meyakini jika gadis itu, membawa lari uang tersebut. Herman segera meminta bukti konkrit jika pihak rumah sakit mengeluarkan surat tersebut. Setelah mendapatkan bukti. Pria itu pergi ke perusahaan.


Herman langsung mendatangi divisi keuangan. Benar saja. Satu jam yang lalu uang itu sudah dicairkan ke rekening Alea. Lagi-lagi pria itu meminta laporannya. Dengan berbekal bukti yang ia dapatkan. Herman pergi ke kepolisian melaporkan Alea dengan tindakan pencurian.


Tidak butuh waktu lama. Alea tertangkap karena tengah melakukan transaksi di sebuah toko perhiasan.


Alea ditangkap bersama kekasihnya, Beno. Pria malang yang tidak tahu apa-apa, itu harus memberikan keterangan di kantor kepolisian.


Berita meninggalnya Hardi Triatmodjo tersebar di media cetak. Saham milik pria itu langsung anjlok. Para pemegang saham kebingungan karena tidak ada ahli waris. Karena Herman merupakan satu-satunya anak dari Hardi maka para petinggi perusahaan meminta pria itu memangku jabatan tertinggi.


Herman sedikit ragu. Namun, bujukan para pebisnis memintanya untuk meneruskan perjalanan yang sudah berjalan selama puluhan tahun itu. Kekuatan uang dan kekuasaan membuat Herman kini menjadi sosok pengganti CEO utama yang telah meninggal.


Setelah pemakaman Hardi. Herman langsung diangkat oleh pejabat tinggi perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik mendiang Hardi Triatmodjo.


Perusahaan terbesar kedua ini terpaksa down jauh ke bawah. Herman harus kembali memulai semua usahanya dari awal.


bersambung.


oke lah ... asal jan nyusahin Terra aja ntar ya ...


akhirnya bisa juga triple update


😁😁😁👍😤