TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
KISAH TENTANG AURA



Terra duduk di sebelah pamannya. gadis itu menyimak apa yang akan dikatakan oleh Herman. Gadis itu semakin penasaran siapa ibunya.


"Ibumu adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Dia adalah sosok gadis paling lembut dan paling cantik diantara dua kakak perempuannya," jelas Herman.


"Ibu punya dua kakak perempuan?" Herman mengangguk.


"Nama kedua Bibi mu adalah Gayatri Triatmodjo dan Hamara Triatmodjo. Mereka kini berada di Aussie ikut dengan suami mereka," jelas Herman.


"Apa aku punya sepupu?" Lagi-lagi Herman mengangguk.


"Kita ini keluarga besar jika dari pihak perempuan. Gayatri fan Hamara masing-masing punya dua pasang anak."


"Lalu Paman sendiri?" Herman tersenyum kecut.


"Kau tahu. Sampai saat ini, kamu masih memiliki seorang Kakek," ujar Herman mengalihkan pertanyaan Terra.


"Benarkah?" tanya Terra antusias, bibirnya tersenyum lebar.


Bayangan seorang kakek yang sangat menyayangi dan memanjakannya terlintas dalam pikirannya.


"Tadinya. Ayah, maksudku Kakekmu ingin menjemputmu dan memboyongmu. Sebelum ia mengetahui kau adalah seorang CEO. Tapi, begitu ia tahu ...."


"Ayah .... hmmm ... maksud Paman Kakek mu berubah. Ia jadi ingin merebut kedudukan mu dan menggeser mu dengan rumor kau masih dibawah umur."


Terra ternganga. Gadis itu sangat shock dengan apa yang baru saja ia dengar. Dirinya nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja pamannya sampaikan.


"Ya, dia jadi serakah. Pria tua itu makin gila. Membenci ayahmu tapi menginginkan harta yang ditinggalkan," Herman mencibir ayahnya sendiri.


"Ibu bilang. Kakek adalah orang hebat dan sangat baik," ujar Terra.


Herman tertawa datar. Pria itu yakin jika Terra dididik tidak untuk membenci mereka yang dulu mengusir ibunya, karena tidak menyukai mendiang Ben, ayah Terra.


"Kakek sangat menentang ayahmu karena bukan berasal dari turunan ningrat. Hanya bule nyasar yang miskin dan tidak ada yang bisa dibanggakan. Ibu mu kawin lari dengan ayah mu. Nenekmu diusir dan diceraikan Kakek saat mengetahui jika istrinya lah yang menyuruh Aura untuk kawin lari dengan Ben."


Terra terdiam. Gadis itu hanya mematung mendengar penjelasan panjang lebar dari mulut pamannya. Ia tak menyangka jika cinta kedua orang tuanya begitu tragis hingga mengorbankan nasib nenek.


"Kami juga tahu tentang ... maaf, perselingkuhan ayahmu dengan wanita. Tapi, kami membiarkan ibumu menderita sendirian. Bahkan mengabaikannya ketika ia wafat dan dimakamkan."


Herman menangis penuh rasa sesal. Ia mengeluarkan semua cerita yang ia tahu pada Terra. Ia sangat pasrah pada reaksi gadis itu setelah mendengar ceritanya.


"Paman tadi belum menjawab," ujar Terra.


"Apa?"


"Apa Paman juga memberiku sepupu?' Herman menggeleng.


"Sebenarnya ini bukan kesalahan Kakekmu. Tapi, ketakutan paman sendiri. Paman tidak bisa atau terlalu takut memperjuangkan cinta Paman. Kedua Bibimu menikah karena sebuah accident," jelasnya lagi.


Terra memeluk pamannya. Herman sedikit tenang setelah menceritakan kegundahan hatinya. Pria yang sudah lewat masa aktifnya itu kini hanya bisa menyesali semua keputusannya.


"Paman sekarang sudah tidak lagi tinggal dengan Kakekmu, sama seperti Ibumu. Marga Triatmodjo dihapus Kakek karena menentang keputusannya," ujarnya lagi.


"Keputusan apa Paman?"


"Ya tadi. Memutuskan mengakuimu pada publik dan mengambil alih perusahaan ayahmu dengan rumor kau masih di bawah umur," jelasnya.


Terra hanya bisa menghela napas kasar. Hanya demi harta. Seseorang akan hilang akal. Bahkan tega menghapus siapa pun yang bertentangan dengannya.


"Lalu, sekarang Kakek di mana?"


"Kakekmu di rumah sakit, setelah kemarin gagal mengadakan konferensi pers untuk pengakuan atas dirimu itu," jawab Herman.


"Bolehkah Te, menjenguknya?"


"Untuk apa?" tanya Herman gusar.


"Te ingin melihat ujud Kakek. Boleh, ya?" pinta Terra memohon..


Herman mengangguk. "Paman akan menemanimu. Oh ya, kau juga memiliki sepupu jauh bernama Alea. gadis itu dua tahun lebih tua darimu. Jika nanti bertemu, berhati-hati lah. Ia memiliki sifat yang sangat tidak terduga," ujar Herman memperingati.


bersambung.


akankah Terra menyambangi kakeknya? pasti iya.


apa yang terjadi ketika Hardi Triatmodjo bertemu dengan Terra Arimbi Hudoyo?


Bagaimana reaksi kakek tua itu?


yuk ... pantengin terus kisahnya... besok


hehehehe ... kek drama radio aja ...


mohon dukungan jempol juga komen biar seru. tanggapi apa saja asal sopan.


Othor nggak ngarep kisah ini bisa masuk Rangking di NT. Tapi, jempol kalian adalah anugerah buat othor.


tadinya mau up banyak. Tapi mata othor keluar belek banyak... jadi berhenti dulu ya .. besok up 3 kisah lagi. inshaallah


makasih sebelumnya.