TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
RUTINITAS



Darren yang tengah berada di lokasi proyek bersama Budiman dan Gio juga Rommy dan Iskandar. Mereka tengah meninjau seberapa jauh pekerjaan tengah berlangsung. Pembangunan tower pendukung internet ini, memang jauh lebih besar dan satu-satunya yang ada di Asia.


Darren menciptakan tower ini dengan banyak pemikiran. Tower ini akan diatur oleh sistem yang ada di perusahan Hudoyo cyber tech. Darren juga membangun sebuah kantor untuk meletakan semua panel-panel yang mendukung kinerja mereka di pusat.


"Om Rom. Apa semua pekerja sudah lulus tes yang Darren buat kemarin?" tanyanya.


"Sudah Tuan muda. Banyak yang lulus dalam level delapan dari tiga belas level yang ada," jawab Rommy.


"Bagaimana dengan pengganti Tante Viola. Kenapa tidak ada yang bisa menyamai otak beliau?" tanya Darren sedikit kesal.


Rommy sedikit bingung dengan pertanyaan Darren.


"Soal otak, jangan tanyakan pada saya Tuan," jawab Rommy datar.


"Maaf, Tuan muda. Saya menangkap ada yang masuk dalam jaringan perekrutan. Saat ini akun tersebut sudah mencapai level empat, hanya dalam jangka lima menit saja," tiba-tiba Iskandar memberitahu.


Iskandar kini seusia Terra. Pria itu telah mengabdikan dirinya selama nyaris sepuluh tahun di perusahaan Terra. Darren langsung melihat BraveSmart ponselnya. Lalu kecewa ketika akun tersebut musnah ketika baru saja memasuki pertengahan level empat.


Tiba-tiba terdengar bunyi teriakan. Orang-orang berlarian. Semua kaget. Budiman yang dari tadi tak lepas dari layar ponselnya, pun tak bisa melakukan apapun. Kejadiannya cepat sekali.


Sebuah tiang nyaris jatuh menimpa para pekerja jika saja sebatang bambu yang mengganjalnya. Semua berteriak untuk menjauh dari lokasi sedangkan Kren yang tengah mengangkut besi itu langsung melakukan penahanan agar besi tak langsung jatuh. Ketika semua pekerja menjauh barulah besi-besi penopang itu jatuh.


"Apa kalian baik saja?!" pekik Darren pada semua karyawan kontraktor yang menangani proyek ini.


"Alhamdulillah, semuanya selamat Tuan!" jawab kepala proyek.


"Kenapa bisa terjadi?" tanya Darren lagi.


"Natural error alias angin yang tiba-tiba berubah kecepatan arusnya,"jawab kepala proyek lagi.


Budiman membenarkan. Pria itu juga mengatakan adanya perubahan kecepatan angin yang tiba-tiba, hingga membuat kecelakaan ini terjadi.


Darren pun mengucap hamdalah, karena tidak ada satu karyawan pun terluka. Mereka hanya kaget saja.


"Ya, sudah. Jika semuanya sudah kondusif, baru mulai pekerjaan kalian," ujar Darren memberi perintah.


"Baik Tuan!" seru para pekerja.


"Oh ya Om Rom. Kita nanti adakan rapat dengan pengembangan dan keuangan perusahaan masalah ulang tahun perusahaan yang ke tiga puluh lima tahun," ujar Darren memberitahu.


"Sudah saya siapkan, Tuan. Nanti sepulang proyek ini kita akan langsung meeting," sahut Rommy.


Setelah pekerjaan kembali dilakukan oleh para pekerja kontraktor. Keempat pria beda usia itu pun kembali ke perusahaan.


Terra juga mengatakan jika kue bisa dipesan dalam jumlah besar. Darren mengangguk senang. Memang kue almond kemarin begitu enak. Ia yakin jika banyak koleganya yang menyukai kue tersebut. Terlebih para kolega dari luar negeri.


Sedangkan di tempat lain Dav sedang bekerja. Virgou mengajaknya keluar untuk sekedar rileks. Banyaknya pekerjaan di kantor membuat pria beriris biru itu sedikit tegang dan marah-marah. Kini Gomesh yang tengah menyetir menuju tempat rekomendasi Dav.


Sebuah bangunan sederhana. Toko kue dan Roti "Seruni' begitu tulisan yang terpampang di atas toko. Mereka masuk. Virgou memberi salam langsung ketika memasuki toko tersebut.


"Assalamualaikum!"


"Wa'alaikumussalam, selamat datang di toko kue Seruni. Ada yang bisa saya bantu?"


Dav langsung tersenyum ramah pada gadis yang mengucap salam. Kini, pria beranak lima itu tahu kenapa adiknya itu mengajaknya ke sini.


"Kami ingin sedikit rileks, apa ada makanan atau minuman yang membantu kami dari stress?" tanya Dav sedikit mengeluh.


"Oh, apa anda ingin sedikit therapy?" tanya Seruni dengan wajah berbinar.


Virgou mengangguk. Ia sangat pusing hingga tak mampu berbicara. Seruni mengajak ketiga pria tampan itu ke dalam. Sebuah ruangan berwarna lembut langsung menyapa mata ketiganya. Belum lagi aroma therapy yang menguar di dalamnya. Virgou langsung masuk dan merebahkan dirinya di sofa panjang.


"Silahkan Tuan," ujar Seruni mempersilahkan.


Dav dan Gomesh juga duduk dengan santai. Mereka benar-benar rileks. Bahkan Virgou sudah mendengkur halus. Pria itu benar-benar kelelahan.


"Wah, tempat ini benar-benar bisa menjadi tempat favorit ku," ucap Virgou memecah keheningan.


Pria itu begitu segar sekali, padahal hanya tertidur tidak sampai lima menit. Ternyata ia mengalami vase tidur berkualitas.


"Katakan padaku. Kenapa kau memilih tempat ini?" tanya Virgou ingin tahu.


"Karena makanannya enak," jawab Dav masih menyembunyikan perasaannya.


Virgou mencebik. Tetapi, ia sangat paham dengan apa yang ada di pikiran adik sepupunya itu.


"Kau mau sedikit saran ku?"


Dav menatap wajah pria di depannya.


"Gadis seperti Seruni, bukanlah gadis biasa yabg mau diajak hang out, nonton dan menikmati pacaran," terang Virgou.


Dav mengangguk membenarkan. Ia sangat yakin akan mendapat kesulitan ketika ingin melakukan pendekatan dengan Seruni.


"Pergi ke kumpulan dia, cari tahu dan ajak ta'aruf," ucap Virgou.


"Ta'aruf?"


"Ya, ta'aruf. Euum ... apa ya istilahnya? Ah, perkenalan tanpa pacaran dan harus melalui pihak lain, mungkin kau bisa mendekati ayah atau ibunya," jawab Virgou.


"Seruni yatim piatu, Kak," sahut Dav. "Dia juga hanya sendirian di sini. Tanpa sanak keluarga."


"Temannya, guru ngajinya. Pokoknya perkumpulannya!" seru Virgou memberitahu.


'Jika ingin ta'aruf dengan saya, jangan susah-susah," tiba-tiba sebuah suara menginterupsi percakapan dua pria tampan itu.


Keduanya menoleh. Sedang Gomesh asik menikmati kudapan yang berupa desert mangga itu. Dav langsung semringah. Sedang Seruni langsung merona wajahnya.


"Bagaimana caranya?" tanya Dav antusias.


"Jika Anda yakin dengan saya, datanglah bersama orang tua anda. Saya akan menjabarkan diri saya," jawab Seruni sambil menunduk malu.


"Baik, insyaallah dua atau tiga hari lagi, aku datang bersama kakek dan kakak-kakakku. Apa kau setuju?" tanya Dav bersemangat.


Seruni hanya mengangguk. Pipinya kemerahan karena malu setengah mati. Ia langsung mengajukan ta'aruf pada pria yang baru ia temui. Entah kenapa, ia hanya mengikuti kata hatinya. Gadis itu merasa nyaman dipandang sedemikian rupa oleh Dav.


Ketika tiga pria itu sudah pergi dan membeli beberapa kue. Seruni menekan dadanya. Para karyawan langsung menggoda gadis itu.


"Mashaallah, Boss kita makin cantik jika sudah jatuh cinta," sahut Reni menggoda.


"Istikharah dulu Boss. Takutnya kek kemarin-kemarin. Semuanya PHP," sahut salah satu karyawan pria.


"Iya, makasih ya," ujarnya.


Gadis itu tak pernah berhenti berharap akan semua kemungkinan yang Tuhan berikan padanya. Walau, nanti dia akan kecewa kembali seperti sebelumnya. Ia akan tetap berkhusnudzon pada Tuhannya.


"Allah selalu memiliki rencana baik dari semua kejadian yang aku alami," ujarnya bermonolog.


bersambung.


ah ... sweet banget Seruni ... othor semangat nih ...


hai ... Readers ... ini adalah episode 400 Terra. Terima kasih atas kesetiaan para Readers membaca serial Terra ini.


Ba bowu ...❤️❤️❤️❤️❤️❤️


next?