TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
SNORKLING BARENG



Benar saja, Virgou bangun agak siang. Pria itu langsung ke pantai setelah menyalakan ponsel dan mendapatkan jika Terra dan keluarga berada di pantai. Bahkan gadis itu menunjukkan lokasinya pada Virgou.


Sudah nyaris empat hari, pria itu sedang mengaudit para direksi dari berbagai divisi yang terkait korupsi. Virgou berang bukan main. Ia nyaris menembak semua kepala para direksi korup itu jika saja, tidak dihentikan oleh kuasa hukumnya.


Pikirannya suntuk. Ketika ia sampai villa di mana Terra dan keluarganya menginap ia langsung kesal.


Setelah membersihkan diri, ia mendapati Terra sudah memakai baju menyelam. Gadis itu menyuruh pria itu untuk sarapan. Menghangatkan nasi goreng di microwave. Kemudian menyerahkannya pada Virgou.


"Minumnya ambil sendiri ya," ucap Terra sebelum meninggalkan kakaknya yang sedang mengunyah.


Virgou buru-buru menghabiskan sarapannya. Ia juga ingin ikut menyelam. Di sana para instruktur selam, Haidar, Frans, Leon dan Terra sedang mendengarkan instruksi. Virgou bergabung.


"Aku ikut!" teriaknya.


Salah satu petugas memberinya baju khusus itu. Virgou langsung memakainya sambil mendengarkan instruksi.


"Gunakan peralatan dengan benar dan tepat."


"Ada beberapa peralatan snorkeling yang harus Anda kenakan, yaitu masker, pelampung, dan fin (sepatu katak). Gunakanlah benda-benda tersebut secara tepat dan benar. Carilah masker yang pas untuk melindungi mata Anda dari air laut, fin yang nyaman dengan telapak kaki dan baju pelampung yang sesuai dengan ukuran badan. Hal ini akan memberikan Anda kenyamanan saat ber-snorkeling."


" Dua. Jangan jauh dari kawanan!" peringat instruktur.


"Menikmati keindahan bawah laut memang menyenangkan. Akan tetapi, faktor keamanan adalah hal yang utama. Untuk itu, jangan berenang terlalu jauh dari kawanan. Dengan bersama-sama kawanan, Anda akan merasa lebih aman dan tidak akan tertinggal dari rombongan."


"Tiga. Kita pemanasan terlebih dulu!"


"Mungkin, banyak yang menyepelekan soal pemanasan sebelum snorkeling. Padahal hal ini harus dilakukan, apalagi bagi pemula. Gerakkan kaki, badan, dan tangan Anda, supaya tidak kram saat di air. Tentu, Anda tidak ingin kegiatan snorkeling terganggu bukan?"


" Empat. Jangan panik!"


"Di laut, cuaca bisa berubah secara tiba-tiba akibat angin laut yang kencang. Hal ini akan mengakibatkan arus yang kencang dan dapat menarik Anda ke tengah lautan. Akan tetapi, tetaplah tenang dan jangan panik. Mintalah bantuan kepada teman Anda dengan membunyikan peluit atau berteriak. Tetap berenang untuk dapat sampai ke kapal Anda atau pantai."


"Ke lima. Jika kram, naiklah ke daratan!"


"Keindahan bawah laut akan menghipnotis Anda. Mungkin, tak terasa sudah berpuluh-puluh menit Anda di atas permukaan air dan kaki Anda mulai kram. Naiklah ke kapal atau berenang ke daratan jika kaki Anda mulai kram. Jika Anda kram saat snorkeling, jangan mencoba untuk menahannya. Hal ini akan menganggu keamanan dan kenyamanan Anda."


*(sumber : detik travel)


Ombak begitu tenang. Cuaca juga sedang bagus. Mereka mulai berenang setelah memanaskan diri dengan melakukan sedikit pergerakan pada sendi-sendi. Mengikuti instruktur ke tempat taman laut yang sudah dibudidayakan. Terra begitu terpesona melihat pemandangan yang ada. Beberapa bidikan kamera khusus sudah mengabdikan momen indah tersebut.


Terra melihat seorang fotografer tengah memfoto seorang model cantik dengan gaun indah dengan latar belakang terumbu karang yang sangat cantik.


Terra mengajukan diri ingin difoto seperti itu. Haidar dan Virgou langsung melarangnya.


"Jangan bercanda kamu. Model itu sudah terlatih!" tegur Haidar dan Virgou bersamaan ketika mereka sampai di darat.


Wajah Terra sedih. Namun ia sangat tahu bahayanya. Benar kata dua pria yang kini begitu protektif menjaganya. Ia belum terlatih.


Kedalaman yang digunakan oleh model itu cukup beresiko bagi orang pemula sepertinya. Butuh latihan khusus.


"Apa benar anda ingin difoto seperti tadi?" tanyanya antusias.


Terra hendak mengangguk, namun urung ketika melihat pandangan horor dari Haidar dan Virgou.


Virgou langsung mendatangi pria yang menawari adiknya untuk difoto di bawah laut. Pria itu mencengkram kerah baju dan mengangkatnya tinggi-tinggi.


"Apa kau ingin aku bunuh?!" ancamnya dengan pandangan menyeramkan.


"A-ampun Tuan, sa-saya melihat potensi dari Nona itu sebagai model, kami akan mengajarinya agar dia terbiasa," jelasnya gagap dengan napas hampir tercekik.


"Kak, sudah. Te, nggak mau kalo disuruh jadi model," ujarnya menenangkan Virgou.


"Pergi!" usir Virgou setelah melepaskan cengkraman kerah baju pria itu hingga ia terjatuh ke pasir.


Gedebug!


Pria itu meringis. Haidar menatap tajam pria itu. Makin begidiklah dia menyesal karena menawari seorang gadis untuk menjadi model mereka.


"Enyah dan bawa pergi model sialanmu dari tempat ini!" usir Haidar lebih garang.


"Jika tidak ... lihat apa yang akan aku lakukan terhadap kalian!" ancamnya tak main-main.


Pria itu pun lari mendatangi kru-nya. mengatakan jika mereka harus pergi dari tempat ini sebelum pemilik wilayah tidak lagi mengijinkan mereka untuk melakukan sesi foto lainnya.


Terra hanya bisa mendengkus pasrah. Kini ia memiliki dua pria yang menjaganya. Ah, bukan dua tapi banyak.


Karena kini Frans, Leon, Bram juga Bart mulai datang karena kericuhan dibuat oleh Virgou tadi.


"Kenapa kau mau mencekik orang tadi?" tanya Bart.


"Ini cucumu, mau jadi model di bawah laut!" adu Virgou.


"Ih ... nggak gitu ceritanya!" sengit Terra membela diri. "Te cuma mau difoto seperti model tadi!"


"Yang mana yang benar ini?" tanya Bram makin berang.


"Sudah diurus. Ayo kita makan siang. Sepertinya para penjaga sudah membakar ikan. Aku lapar!" ucap Haidar mengalihkan pembicaraan.


Mereka pun pergi menuju yang lain sedangkan Terra ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti bajunya.


bersambung.


kok Virgou kek Rion ya? 🤔


next?