TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
WELCOME BABY



Bulan pun berganti. Kini Puspita melahirkan satu bayi perempuan yang sangat cantik, bermata biru. Virgou menangis selama proses persalinan berlangsung.


Semua bayi Puspita dilahirkan secara normal. Virgou mencium kening istrinya penuh kasih sayang. Ia mengucap ribuan terima kasih. Ayah dan Ibu Puspita pun datang menengok cucunya yang baru lahir.


Shama begitu bahagia, ia memiliki banyak cucu dari putrinya. Basri juga sangat bahagia, ia sudah memiliki delapan cucu. Lima dari Puspita dan tiga dari putranya.


"Assalamualaikum cucu Ato'" sapa Basri pada bayi merah yang cantik itu.


Bayi itu masih terlelap di gendongan kakeknya. Virgou tengah membantu membersihkan istrinya di kamar mandi. Dari dulu, pria itu begitu telaten mengurusi istri dan bayi mereka. Virgou memang menyewa baby sitter, hanya untuk menjaga yang anaknya yang besar. Sedang yang masih bayi, sebisa mungkin pria itu mengurus dengan tangannya sendiri. Bahkan Virgou tak ragu membersihkan kotoran anak-anaknya hingga sekarang.


"Ma, Pa," panggil Puspita ketika keluar dari kamar mandi dipapah sang suami.


Betapa bahagianya Basri melihat ketulusan cinta Virgou pada putrinya. Sedang Shama juga ikut membantu anak dan menantunya. Ia mengambil infus yang dipegang oleh Virgou.


"Makasih, Ma," ujar pria itu tulus.


"Sama-sama, Nak."


Puspita sudah berbaring nyaman di atas ranjang empuk. Kamar yang ia tempati adalah kamar VVIP nomor satu atau kelas eksklusif. Ada dua ranjang di sana, untuk Virgou. Anak-anak ia titipkan pada Terra.


"Jadi siapa nama bayi cantik ini?" tanya Basri sambil meletakan bayi itu di sisi ibunya.


"Belum kepikiran, Pa. Inginnya sih Khadijah tetapi, takut nanti kami, tidak bisa mendidiknya seperti Sayiddah Khadijah ra," jawab Virgou miris.


Basri mengangguk, ia juga kurang setuju nama agung itu disematkan pada cucu perempuannya, hanya para cucu laki-lakinya saja yang memakai Muhammad. Berharap kelak nama itu membela mereka nantinya.


" Bagaimana jika Kaila Aysun yang artinya Foto bulan yang cantik," saran Shama yang duduk di kursi tengah mengelus rambut putrinya.


"Wah, nama yang indah dan jarang didengar. Baiklah, nama gadis kecil ini adalah Kaila Aysun Putri Black Dougher Young," putus Virgou.


Basri senang mendengar nama unik itu. Ia mencium kening putrinya. Membacakan doa kebaikan untuk keduanya.


Kini Virgou merebahkan dirinya di sisi sang istri. Kedua mertuanya sudah pulang tiga puluh menit lalu. Ia berkali-kali mencium pucuk kepala Puspita mengucap beribu kata cinta.


Mereka pun beristirahat. Dua hari lagi ia bisa membawa istri dan anaknya pulang. Ia akan langsung meng-aqiqah putrinya.


Sore, hari Gabe datang menengok kemenakannya. Pria mencuci muka dan tangannya sebelum menggendong Baby Kalila. Pria itu menciumi bayi cantik itu.


"Hai, Baby Kaila. Kamu cantik sekali," puji Gabe.


Bayi itu merengek karena haus. Gabe menjauhi wanita itu dan membiarkannya menyusui. Ia mengobrol di sofa bersama Virgou. Hingga satu jam Gabe berada di sana. Lalu, ia pulang.


Hari berganti, kini Puspita sudah boleh pulang. Mereka sudah ditunggu oleh seluruh keluarga. Virgou sengaja melarang semua keluarga berkunjung ke rumah sakit. Selain mereka terlalu banyak, tentunya.


"Kita pulang, Baby," ujar Puspita pada bayi cantiknya.


Butuh waktu dua puluh lima menit mereka sampai mansion. Kedatangan anggota baru disambut gembira oleh seluruh keluarga.


"Baby ... mananan spasa, Dad?" tanya Affhan antusias.


"Namanya Kaila Aysun Putri Dougher Young," jawab Virgou dengan senyum bangga.


"Baby Ila," panggil Affhan.


"Hai, Baby, kamu cantik sekali," puji Darren dan Lidya memuji.


"Baby ... baby!" panggil para balita.


Semuanya mencium. Khasya langsung, menggendong bayi cantik itu. Herman mencium gemas Kaila hingga merengek. Pria itu terkekeh. Bart juga ingin menggendongnya


"Berikan padaku," pintanya.


Khasya memberikan Kaila pada Bart. Pria itu juga mencium sayang cicit perempuannya. Kehadiran Kaila menjadi pusat perhatian para keluarga.


"Besok lusa aku akan langsung meng-aqiqah Kaila. Kalian menginap ya," pinta Virgou.


Semua mengangguk. Mereka akan menginap, mansion Virgou sama besar dengan milik Herman.


Pagi menjelang, Virgou memesan langsung katering khusus aqiqah. Setelah membayar lunas, pria itu langsung pulang. Ia sudah rindu dengan bayi cantiknya.


Hari pun berganti, Virgou mengundang seorang ustad dan sepuluh anak yatim piatu. Pria itu juga akan menggunting rambut putrinya.


"Ya, sekarang kita gunting rambut ya," ujar Ustad.


Virgou menggendong bayinya. Basri terlebih dahulu menggunting sedikit rambut pirang Kaila, setelah itu Shama. Haidar dan Bart. Usai menggunting dan doa. Acara makan bersama pun dimulai. Khasya dan Terra dibantu para asisten rumah tangga, memasak untuk semuanya. Setelah makan, barulah Virgou memberi kotak makanan pada semua anak yatim berikut bingkisan lainnya.


Terra menggendong Kaila dengan penuh kelembutan. Semua anak mengerumuninya. Mereka mengajak ngobrol bayi baru lahir itu.


Terra berkali-kal tertawa terpingkal gara-gara mendengar ucapan semua anak-anak.


bersambung.


selamat datang Kaila ...


duh maaf, othor agak sakit. Maaf cuma bisa up dua kisah. Besok insyaallah sambung lagi.


next?