TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
INSTING



Video bocah lucu bernyanyi menjadi viral. Terra memastikan jika video itu tidak terlalu menampakkan wajah Rion secara jelas.


Setelah membiarkan video itu beberapa saat. Dengan jari ajaibnya. Video dengan jumlah viewers hingga ratusan ribu orang. Tiba-tiba lenyap.


Bahkan secara ajaib. Si pengunduh video tersebut juga hilang dari ponselnya, hanya video itu saja yang hilang, tidak video lainnya.


Setelah yakin jika video berisi putra dan putrinya sedang menyanyi itu terhapus. Terra melanjutkan pekerjaannya.


Sedang di tempat lain. Sepasang mata yang baru saja melihat video anak bayi yang sedang menyanyi cukup terhenyak. Masalahnya, ia belum melihat secara full video tersebut. Tiba-tiba rekaman berisi balita bernyanyi itu hilang. Tak bisa diunduh atau di-play.


"Ponsel anda tidak memiliki ijin untuk memainkan atau mengundurkan rekaman ini.". Begitu isi berita setiap ingin memutar rekaman tersebut.


Pria itu mengira jika ponselnya bermasalah. Ia pun keluar dari aplikasi bergambar kamera tersebut. Ketika masuk lagi. Akun penyebar video itu pun ikut hilang.


Bahkan ketika ia mencari di kolom pencarian. Pria itu tak juga mendapatkan rekaman tersebut.


Pria itu mengingat secara samar wajah bayi montok yang bernyanyi dengan bahasa salah itu. Walau salah, tapi nadanya tepat dan tidak meleset, bahkan bayi itu tau kapan mesti masuk pada lagu ketika musik mengalun.


Hatinya tiba-tiba berdesir halus. Entah mengapa wajahnya yang selalu mencuat penuh kelicikan itu menguar senyum secara tulus. Hatinya tiba-tiba menghangat.


"Perasaan apa ini? Kenapa jantungku begitu sakit dan berdesir aneh mengingat bayi lucu itu?" tanyanya pada diri sendiri.


Pria itu meraba dadanya yang lagi-lagi berdesir. Padahal wajah bayi yang ia yakini berjenis kelamin laki-laki itu, tak begitu kelihatan karena terekam dari jauh.


Ia pun mengabaikan perasaannya. Pria itu kembali menatap foto gadis yang kini menjadi pusat orientasi fantasi mes*mnya.


Baru saja ia mengkhayal yang tidak-tidak tentang wajah gadis yang kini menjadi sebuah cover majalah bisnis. Bayangan bayi menyanyi tadi melintas begitu saja.


"Ck ... apaan sih!" runtuknya kesal.


Ketika ia mencoba membangun khayalannya. Selalu saja muncul wajah samar bayi laki-laki yang tengah bernyanyi. Bahkan suaranya masih terdengar jelas di telinga pria itu.


Virgou melempar majalah bercover gadis idamannya begitu saja. Ia mengacak juga menjambak rambutnya frustrasi.


"Kenapa tadi aku nonton video bayi sialan itu!" pekiknya kesal.


Namun sejurus kemudian. Ia menyesal telah memaki bayi yang tidak tahu apa-apa itu.


Virgou lemas. Ia sudah tak memiliki mood untuk berfantasi yang iya-iya dengan gadis itu. Wajah samar dari sosok balita juga suaranya masih menggema di otak juga pendengarannya.


"Aku sudah gila. Benar-benar gila. Anak yang belum bisa apa-apa itu, tak memiliki hubungan apa pun denganku!" teriaknya.


"Arrgh!"


Pria itu murka. Dibaliknya sofa single yang tadi ia duduki hingga terjungkal. Napasnya terengah-engah menahan amarah.


Virgou mengambil kunci mobil sportnya. Ia perlu pelampiasan. Pria itu pun keluar dari apartemen yang disewanya. Mansionnya masih perlu beberapa perbaikan.


Bahkan ia masih sibuk mencari beberapa pelayan untuk mengerjakan kebersihan mansion juga kebutuhan pribadi seperti memasak makanan untuknya.


Sejurus kemudian mobil yang ia kendarai melesat membelah jalan ibukota, menuju sebuah klub besar dan ternama miliknya sendiri.


Di sana mungkin ada kesenangan, yang bisa melupakan dirinya pada sosok lucu menggemaskan yang kini masih setia mengganggu pikiran pria itu.


bersambung.


wah ... insting seorang ayahkah?


next?