
Sosok pria dengan pesona luar biasa, tengah mengamati sebuah mansion yang baru saja ia beli. Kini para pekerja tengah memasukkan beberapa perabot rumah tangga. seperti sofa, lemari tempat tidur dan lain sebagainya.
Pria itu nampak puas. Setelah beberapa bulan pelariannya. Ia akhirnya bisa kembali dan menyusun semua rencana dari awal.
"Terra, aku kembali," ucapnya penuh keyakinan.
Kilatan mata tajam dengan seringai mengerikan menghiasai wajah tampannya. Semua akan bergidik ngeri melihat seringai kekejaman itu.
Sorot matanya yang begitu menusuk. Sangat menakutkan bagi kawan-kawan yang menatapnya.
Namun sangat memabukkan bagi kaum hawa. Tidak ada yang bisa menolak pesona pria itu. Kecuali. Terra Arimbi Hudoyo.
"Aku akan mendapatkanmu, sepupu jauhku," ujarnya penuh dengan rencana licik.
"Semuanya sudah selesai, Tuan," ucap salah seorang pekerja memberi tahu.
Virgou Black Pristers, empat puluh tahun. Pemilik perusahaan baja terbesar di dunia Black Pristers Steel Company.
Perusahaan turun temurun milik mendiang ibunya. Virgou memakai nama keluarga dari pihak ibu, karena ia tidak mau memakai nama keluarga pihak ayah.
Ia ke kota ini untuk kembali membangun kembali industri yang sudah lama terbengkalai. Banyak kasus korupsi di perusahaan semenjak ia tinggalkan. Setelah membereskan semua penjahat-penjahat itu dengan tangannya. Ia kembali memimpin dengan aura arogansinya.
Sebuah mobil mewah datang. Sosok perempuan dengan balutan seksi turun dari sana. Wanita itu menatap penuh minat pada Virgou. Dengan langkah gemulai ia mendatangi lelaki yang tengah mengawasi para pekerja.
"Hai, sayang. Aku kangen," ucapnya manja.
Wanita itu langsung menggelayut pada tubuh kekar sang pria. Virgou menatapnya malas. Ia akan merubah imagenya menjadi pria baik-baik sekarang. Jadi tak ada satu pun yang boleh melanggarnya.
Virgou menghempaskan tubuh sintal itu begitu saja ke tanah. Tentu saja kekuatan Virgou tak sebanding wanita yang menggelayutinya. Wanita itu terhempas ke tanah begitu keras.
Brug!
"Aww ... sayang, apa yang kau lakukan!" pekiknya kesakitan.
"Wanita murahan!" hina Virgou.
Mendengar hinaan dari mulut pria idamannya membuat wanita itu berdesis. Wanita itu bangkit dengan kepayahan. Bokongnya sakit, bahkan telapak tangannya lecet akibat terjatuh tadi.
Wanita itu meringis. Ia meniup-niupkan telapak tangannya yang perih.
"Kau jahat, Virgou!" sentaknya dengan mata berkaca-kaca.
Wanita bernama Selena itu menelan saliva kasar. Ia sudah cukup lama mengenal pria yang menjadi teman masa sekolah menengah atas, ngampus bersama. Bahkan ia mengikuti pria itu ketika bercokol di negara ini.
Selena juga merupakan seorang perancang perhiasan ternama. Ia cukup kaya, untuk ukuran wanita yang hanya memiliki satu outlet toko perhiasan yang cukup terkenal. Selain itu orang tuanya juga pengusaha kaya di negaranya.
"Kau tau apa tujuanku datang kembali ke kota ini," ucap Virgou datar.
"Jadi jangan ganggu kesenanganku."
"Jadikan aku bagian kesenanganmu, kau akan bisa menikmatinya," pinta Selena.
Wanita itu tak peduli, ia merendahkan dirinya, asal bisa kembali menaiki ranjang Virgou, setelah berhasil menyingkirkan ....
"Maaf. Barang busuk sepertimu, bukan kesukaanku lagi. Jadi entahlah!" usir Virgou.
"Sebelum aku membunuhmu," ancamnya.
Selena menatap Virgou dengan pandangan tak percaya. Pria itu berubah total setelah pelariannya.
"Kau pasti membutuhkan pertolonganku, Vir!" seru Selena yakin.
"Pergi, Selena!" usir Virgou lagi kali ini ia tak main-main untuk melaksanakan ancamannya.
Melihat aura pembunuh dari tubuh pria itu. Selena buru-buru pergi menaiki mobil sport mewahnya.
Di dalam mobil ia mengenakan kacamata hitam dengan taburan swaroski pada bingkainya.
"Akan ku cari, siapa itu Terra Arimbi Hudoyo!" ujarnya bermonolog.
"Siapa lagi wanita yang membuatnya berpaling dariku, selain Firsha. Selama ini, ia bermain dengan banyak wanita. Tapi ia tak pernah mengacuhkan ku bahkan mengancamku seperti tadi," pikirannya penuh tanda tanya.
Selena juga baru datang ke kota ini. Ia tidak tahu perkembangan kota yang kini mulai maju.
"Akan kubuat, nasib wanita itu sama dengan Firsha!"
bersambung.
eng ing eng ...
othor 🐟 lagi deh 🤭