TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
ISTRI-ISTRI YANG HAMIL.



Waktu berlalu, hari berganti. Khasya dan Puspita hamil bersamaan lagi. Kini mereka menitipkan buah hati mereka pada Terra. Puspita dan Khasya sedang memeriksa kandungan berdua saja karena suami mereka sibuk.


Terra yang memang suka sama anak-anak, tidak keberatan. Rion yang menjadi pengasuh delapan adik kembarnya itu. Terra merasa pekerjaan rumah makin banyak..Ia berencana mencari setidaknya dua asisten rumah tangga.


Kanya sang mama mertua pun sudah merekomendasikan dua asisten berusia tiga puluhan. Mereka bernama Juni dan Wati. Keduanya pernah bekerja di rumah pasangan Korea. Keduanya berhenti karena majikan mereka sudah pindah ke negara asalnya.


Kanya sudah melatihnya di mansion sebelum bekerja di rumah Terra. Keduanya memang rajin dan tidak banyak menuntut. Bernasib sama dengan Romlah dan lainnya. Mereka berkerja untuk memenuhi diri mereka sendiri. Tidak ada kerabat atau sanak yang menanti kepulangan mereka.


Terra menjemput mereka berdua. Kamar untuk mereka juga sudah di persiapkan. Keduanya akan tidur berempat dengan Romlah dan Ani.


"Jadi sudah siap semuanya?" tanya Terra.


"Sudah, Nyonya," jawab mereka kompak.


"Ya sudah, ayo," ajak Terra.


"Makasih ya, Ma. Terra bawa mba ini dulu," pamit Terra pada mertuanya.


"Iya, sayang. Hati-hati. Maaf Mama nggak bisa anterin. Mama juga mau pergi ke luar kota. Papamu ada kerja di sana sebulan. Jadi Mama mesti ikut. Nih, Mama lagi beberes," jelas Kanya panjang lebar.


"Iya, Ma. Nggak apa-apa. Sekalian Mama bulan madu berdua sama Papa," seloroh Terra usil.


"Ish, bisaan kamu ini!" sergah Kanya kesal namun tersipu malu.


Kanya mencium sayang menantunya. Terra pamit. Juni dan Wati sudah ada di bangku belakang. Terra berada di tengah. Sedang Budiman dan Kusno ada di depan. Mobil Pajero itu pun berlalu dari halaman mansion.


Butuh waktu setengah jam mereka baru sampai rumah. Kusno langsung membuka pintu untuk Terra dan membantu melipat kursi agar dua asisten rumah tangga itu turun.


Terra membawa keduanya masuk lalu mengenalkannya pada anak-anak. Rion hanya menatap datar pada dua wanita baru itu. Sedangkan Juni dan Wati jantungnya berdegup kencang ditatap sedemikian rupa oleh balita.


"Nah, ini Bik Romlah. Beliau adalah kepala asisten di sini. Jika kalian butuh apa-apa, mintanya sama beliau ya," jelas Terra.


"Bik, bawa mereka ke kamar. Ada dua lagi yang kosong, kan?" Romlah mengangguk.


"Tempat tidur susunnya udah dipindahin ke kamad satunya, Nya," jawab Romlah.


"Oh ya sudah," sahut Terra.


Kedua asisten itu pun mengikuti Romlah. menuju satu kamar dengan sederhana yang cukup besar dan nyaman. Ada jendela menghadap taman. Tempat tidur susun dan dua lemari plastik untuk mereka.


"Ini kamar kalian. Segera bebenah sebentar lagi waktu makan siang!" titah Romlah tegas.


"I-iya, Mba," sahut mereka gugup.


Keduanya masuk kamar dan menyusun baju-baju mereka. Tidak butuh waktu lama, karena pakaian mereka juga sedikit. Keduanya pun menuju dapur.


Di sana Terra sudah berkutat dengan masakan. Para asisten hanya mengupas, mencuci, membantu seperlunya. Juni dan Wati sedikit melongo melihat makanan begitu banyak.


"Jangan kebanyakan melamun!" sergah Ani memperingati.


Keduanya langsung ikut membantu. Usai masak, lagi-lagi dua pembantu baru itu kaget ketika majikannya itu membagi makanannya.


"Ini buat siapa?" tanyanya.


"Oh, ini buat para pengawal. Nanti, Mang Deno, suami saya yang antar pakai alat itu!" jawab Gina tenang.


"Udah jangan banyak tanya dan mikir. Kerja aja yang bener dan jujur. Lama-kelamaan kalian kebiasaan kok," sela Ani kemudian.


Deno membawa troli yang disusun makanan dan nasi dalam wadah masing-masing. Mendorong alat itu menuju paviliun di mana para pengawal berkumpul.


Budiman berada di ruang makan bersama dengan Terra dan anak-anak. Hanya Budiman yang mau duduk bersama kliennya sedangkan yang lain merasa sungkan. Terra adik menyuapi si kembar. Rion sudah bisa makan sendiri.


Virgou datang dengan wajah lelahnya. Ia baru pulang dari luar kota bersama Gomesh dan Fabio asisten barunya. Ketiga pria itu masuk setelah memberi salam. Fabio sudah tiga kali datang ke rumah adik sepupu bossnya.


"Eh, Kak. Ayo sini makan!" ajak Terra.


Ketiganya duduk. Terra melayani ketiganya. Virgou yang sudah lapar begitu makan dengan lahap.


"Minum es dong!" pinta Virgou.


"Please!" Virgou memohon.


"No!" tolak Terra.


"Nanti habis makan baru minum es!"


Virgou cemberut yang langsung diketawai oleh anak-anak. Virgou cepat menghabiskan makanannya. Lalu menciumi kelimanya dengan gemas hingga tergelak.


"Kak Ita dan Bunda Khasya sudah dalam perjalanan pulang," jelas Terra.


Semua sudah selesai makan. Budiman menggendong Rion sedangkan Gomesh menggendong Kean dan Calvin. Fabian menggendong Satrio dan Terra menggendong Arimbi.


"Oh. Terus?"


"Nanti Kakak anter Bunda ya, kan searah," pinta Terra.


"Wani Piro!"


"Kak!"


"Ish ... iya-iya!"


"Kalo nggak mau ya nggak apa-apa, biar Te ...."


"Iya bawel!" sela Virgou.


"Pawel pa'a Daddy?" tanya Cal ingin tahu.


"Bawel itu sejenis ikan, dear!" jawab Virgou asal.


"Ih, Kakak yang bener dong jawabnya!" protes Terra sengit.


"Iya ... bawel itu banyak omong, atau cerewet," akhirnya Virgou menjawab benar.


"Oh ... bepelti Mommy?" tanya Kean.


"Punda budha belewet!" sahut Satrio santai.


Arimbi mengangguk setuju. Rion melirik Terra.


"Mama nggak celewet tuh, cuma suka ngoceh aja!"


"Beulnel!" sahut keempat adiknya.


"Apa!" Terra pura-pura marah.


Lalu mulai menyerang kedelapan bayi itu dengan gelitikannya. Semuanya pun tertawa hingga minta ampun.


Kedua ibu hamil datang. Mereka disambut oleh anak-anak mereka. Sebelum pulang. Terra melakukan ritual mengusap dan mencium perut kedua ibu itu. Padahal belum buncit.


"Biar bisa bobo," alasan Puspita begitu juga Khasya.


Semenjak kehamilan pertama dan kedua. Keduanya ngidam dengan sentuhan Terra.


"Mudah-mudahan anak-anak kita berhati besar seperti mu, Sayang," doa Khasya.


"Aamiin!" Ita mengamini doa dari istri pamannya Terra.


Semuanya pulang. Rumah kembali sepi. Terra yakin, besok mereka kembali ke sini.


bersambung.


Yang hamil siapa yang repot siapa.


next?