TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
PULANG!



Mereka bercengkrama kembali. Terra datang setelah mengganti pakaian dan mengembalikan pakaian selam kepada petugas tadi.


Gadis itu duduk di atas tikar yang digelar. Menyuapi Lidya dan Rion ikan bakar. Tiba-tiba Rion bertanya.


"Mama, padi Tate, Benpa, pama antel pesama papain?"


"Mama mu tuh mau jadi model di laut," saut Virgou.


"Mama mo jadi itan?" tanya Lidya polos.


Terra memukul paha Virgou. Pria itu mengaduh berlebihan di depan Lidya.


"Aduh, sakit!' rengek pria itu.


Terra memutar mata malas. Lidya yang tidak suka melihat kekerasan langsung menegur sang mama.


"Mama, tidat boleh main putun-putun bembalanan!'


Terra mengerucut. Ia pura-pura sedih. Rion berganti memarahi kakaknya.


"Banan pawah-bawahin Mama!'


"Tata Iya, butan malahin Mama, Baby. Tata Iya, puma masehati," elaknya membela diri.


Darren hanya menggeleng kepala. Sedang Terra yang gemas menciumi keduanya hingga tergelak. Setelah menciumi gemas kedua anaknya. Gadis itu kembali menyuapi Rion dan Lidya.


Kanya yang melihat gadis itu belum memasukan apa-apa kedalam mulutnya, akhirnya berinisiatif menyuapi Terra.


"Kamu juga makan, sayang," ucapnya sambil menyuapi ikan bakar ke mulut Terra.


Terra pun membuka mulutnya dan memakan ikan yang disuap oleh calon mertuanya. Raka ikut-ikutan minta disuapi Kanya.


"Mau Daddy Virgou yang suapin?' tawar Virgou pada Raka.


Raka mengangguk. Bart yang melihat perubahan sikap dan tata cara bicara Virgou menjadi terharu. Ia sangat beruntung mendapatkan keluarga sehangat ini. Bahkan bisa mengembalikan sosok yang lama hilang, Virgou.


Waktu berlalu. Kini semua mengepak barang-barang masing-masing. Semuanya sudah masuk bagasi bus. Terra sudah menyiapkan empat botol dan kotak susu untuk Lidya juga Rion.


Virgou yang membawa mobil sendiri menyuruh Budiman untuk membawa mobilnya.


"Nih, kau bawa mobilku. Kalian udah kek ikan sarden dalam kaleng. Bawa beberapa rekanmu!" titahnya.


"Baik Tuan!" saut Budiman mengambil kunci yang diserahkan Virgou.


Virgou naik bus. Terra duduk di bangku tiga bersama anak-anaknya. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka berempat. Bahkan Haidar sekalipun.


Lidya dan Rion tak mau bergeser dipangkuan ibunya. Begitu juga Darren yang menempel pada Terra. Virgou menatap sedih.


Darren menggeser tubuhnya. Pria itu duduk dan merengkuh tubuh kecil itu yang sedikit gemetaran.


Virgou langsung memeluk pria kecil itu. Mengecup pucuk kepalanya dengan sayang.


"i'm so sorry. please forgive me," bisik Virgou tulus meminta maaf.


Darren merasakan ketulusan dari pria yang dulu pernah mengancamnya itu. Ia menatap Virgou dengan pandangan menyelidik.


Mendapat tatapan penuh selidik. Virgou menatap balik Darren dan memberikan keyakinan jika ia tulus minta maaf.


"Oke, i forgive you," ujar Darren.


Pria kecil itu memeluk Virgou dan langsung dibalas. Terra menatap penuh kedamaian. Ia begitu bangga pada putranya yang mau memaafkan orang yang telah menyakitinya.


"Don't hurt him again. Because if you do that. I will kill you!" (jangan menyakitinya lagi Jika kau lakukan itu. Aku sendiri yang akan membunuhmu!). ancam Terra.


"I won't do that. I swear!"Virgou bersumpah..


Terra hanya mengangguk ia percaya akan sumpah Virgou. Terra memejamkan mata. Rion merengek minta susu.


"Mama tutu!"


Terra meraih botol susu yang sudah diselipkan di belakang bangku bus.


Menyodorkan botol itu pada mulut Rion. Bayi itu langsung menyedot kuat. Matanya mulai terpejam.


"Mama banyi!' pinta Rion.


"Satu, satu aku sayang ibu, dua, dua juga sayang ayah. Tiga, tiga sayang adik kakak. Satu dua tiga sayang semuanya."


Rion pun tertidur setelah mendengar ibunya bernyanyi. Begitu juga Lidya. Darren pun ikut terlelap dalam pelukan Virgou.


Virgo menatap Terra dan tiga anaknya. Betapa sekarang ia sangat bersyukur bertemu dengan keluarga kecil ini dengan cepat.


Bagaimana kasih sayang gadis itu pada tiga sosok yang merupakan hasil kesalahan Ayahnya dengan hati lapang. Gadis itu membuang semua egonya. Mengobati lukanya sendiri.


"I learned a lot from you Te! Thank you so much for your love for us!"


bersambung.


cinta itu anugrah .. berbahagialah.


untung Rion nggak ngikutin Terra nyanyi.


next?