TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
OKE-OKE




Darren.usia dua puluh dua tahun. Wajah Asianya berubah ketika ia mulai beranjak remaja. Pemuda ini sekarang mengembangkan usahanya . Membangun bandara internasional di berbagai titik komersial Indonesia.



Lidya, tujuh belas tahun juga sudah berubah, kini ia menjadi sosok yang jauh lebih dewasa dan manis, juga mandiri.


Kini semua anak berkumpul, Lidya tak begitu banyak teman. Usianya yang terbilang muda, menyulitkan dirinya bergaul dengan teman sebayanya. Terlebih teman kuliahnya berusia rata-rata di atas dua puluh tahun.


Gisel selalu manja ketika ia hamil. Kini, wanita itu tak mau lepas dipeluk oleh Khasya, atau Terra. Terkadang Puspita juga tak luput dari sifat manja bumil satu ini. Budiman ingin sekali merasakan ngidam. Ia ingin mengerjai Haidar, sama ketika.Terra hamil quarto juga duo R. Haidar lah yang mengalami mual dan ngidam, dan yang paling direpotkan adalah Budiman.


"Kak, aku pengen banget mangga di pasar induk," ujar Budi pada Haidar ketika awal-awal istrinya hamil.


Haidar hanya menatapnya. Lalu, ia mengangkat alisnya.


"Mau mangga?" Budiman mengangguk.


"Tuh, di belakang mansion Virgou ada," sahut Haidar. "Ngapain jauh-jauh ke pasar induk?''


"Ini kemauan baby, kak!" sahut Budiman setengah memaksa.


"Oke, ayo!" ujar Haidar menyanggupi.


Namun, tiba-tiba. Terdengar Gisel muntah-muntah. Haidar mengernyit. Waktu, ia ngidam, ia lah yang muntah bukan Terra.


"Bang!" pekik Gisel kepayahan.


Budiman langsung menyambangi istrinya. Haidar mengikutinya.


"Kenapa, sayang?" tanya Budiman iba pada penderitaan istrinya ketika hamil.


"Bang, beliin jeruk dong, yang kecil-kecil itu. Pengen banget," pinta Gisel sambil merajuk.


"Jadi kami yang ngidam Gis?" tanya Haidar sambil memandang horor pada Budiman.


Pria itu hanya nyengir kuda. Haidar geleng-geleng ketika mengingat betapa pria pengawal putranya itu berusaha mengerjai dirinya saat itu, walau tak berhasil.


Kaila sudah memegang mik.


"Pes ... spatu ... puwa ... tida,.Pes!" ujarnya.


"Tata Ion mit na budah nala!' pekiknya di depan mik.


Semua hanya bisa menahan senyum mereka. Rion maju, remaja itu akan menjadi juru bicara anak-anak untuk mengucapkan selamat dan doa untuk kakak mereka.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Semoga hari ini kita akan mendapat limpahan Rahmat dan lindungan dari Allah," ujarnya membuka pembicaraan.


"Pertama-tama, Ion mengucap syukur Alhamdulillah atas semua keberkahan yang selama ini kita dapatkan," lanjutnya.


"Buat Kak Darren dan Kak Lidya ... barakallah fii umrik. Selamat Ulang tahun, semoga apa yang kakak berdua diberi keberkahan, kesehatan juga kesuksesan oleh Allah Yang Maha Esa. Aamiin ya rabbal alamin!"


Semua mengamini doa dari Rion. Para bocah memberi selamat pada kedua kakaknya yang berulang tahun. Terra dan Haidar memberi pelukan dan ciuman pada dua anaknya itu.


"Selamat ya, sayang. Sehat selalu, jadi anak saleh dan saleha ya," doa Terra dan Haidar sama.


"Makasih Ma, makasih Pa," ujar Lidya dan Darren begitu bahagia.


Virgou, Herman dan Bart juga memberi ucapan selamat. Tidak ada hadiah fantastis untuk keduanya. Lidya dan Darren telah memiliki semuanya. Ketiga orang itu sudah kehabisan ide untuk memberi hadiah apa lagi.


Gomesh datang membawa buket bunga besar. Pria itu juga sudah menikah dan memiliki dua orang anak laki-laki. Ia membawa istri dan anak-anaknya.


"Selamat ulang tahun, Nona. Semoga cita-cita mu tercapai," doa pria itu.


"Makasih Om, Tante," ujarnya.


Gomesh dan Maria, memberi kecupan. Istri Gomesh menghadiahkan sebuah kalung sederhana. Lidya sangat menyukainya.


"Ini cantik sekali, Tante!" pujinya bahagia.


"Untukmu harus yang terbaik sayang," sahut Maria.


Maria ingat, jika tanpa gadis ini. Ia tak akan mendapat cinta dari pria raksasa yang kini menjadi suaminya. Karena pertemuan nya dengan gadis cantik dan baik hati ini.


Maria ditolong karena kabur dari rumah, ia nyaris dijual oleh paman dan bibinya. Kedua orang tuanya sudah lama meninggal. Rumahnya disita oleh dua orang yang mengaku sebagai adik dari mendiang ayahnya. Dititipkan di panti ketika usia delapan tahun Ketika berusia dua puluh ia dibawa pamannya kembali pulang. Selama tiga tahun ia disayang. Ternyata ada rencana licik. Mereka menjual Maria karena hutang judi sampai seratus juta. Maria diseret secara kasar dan Lidya lah yang menolongnya. Setelah mengatakan apa yang terjadi.


"Aku yang membayar hutangnya untuk menebus Maria!" ujar Gomesh waktu itu.


Maka terjadilah pernikahan itu. Gomesh menikahi Maria agar paman dan bibinya tak bisa lagi menganggu, Maria. Kejadian itu sudah berlalu tiga tahun lalu. Kini, ia memiliki dua putra bernama Bomesh Fransiskus satu tahun dan Domesh Fernando baru saja lahir tiga bulan lalu. Kata orang, dia kesundulan karena hamil ketika masih menyusui Bomesh.


Bomesh kini sudah berada di gendongan Darren. Bayi itu sangat dekat dengan pemuda itu. Domesh di ambil alih oleh Puspita. Ia begitu gemas dengan bayi ini, begitu juga Terra dan Khasya.


"Ila bawu manyi!' ujar balita itu.


Ia langsung menyambar mik. Rion memutar lagu "lihat kebunku"


"Bihat pebuntu ... benuh demam puna ... pada yan butih ban lada yan pelah. Betiap bali ... bulilam pemua ... bawal, belati pemuana bindah ...!"


Semua tepuk tangan. Maria sudah terbiasa dengan lagu rubah lirik itu. Ia pun sudah menahan tawanya melihat wajah Kaila yang begitu serius. Ia juga tak tega jika menertawai balita cantik itu.


"Pasha mawu ... banyi judha!" pinta Rasya.


Kaila memberikan miknya. Rion pun memutar lagu "Bintang kecil".


"Pintan pesil ... bi lamit yan pindi ... mamat banat ... benidas pantasa ... atuh binin ... beulaban tan belani ... dauh, pindi ... betentat taw pelada ..."


"Bomesh sawu tanyi pudha!"


"Mau nyanyi apa Baby?" tanya Rion lalu mencium pipi gembul Bomesh.


"Bamasya!" jawab Bomesh yakin.


"Oteh!" sahut Rion.


Musik pun mulai. Rion membantunya untuk memulai bernyanyi.


"Baya bau basasya ... belilin pilin bota ... bendat belilat lilat ... bebainan ban lada ... paya banbil tan pecat .. beleta tat beluda ... pecat ... becat ... bolon wawa paya ...


Yaya dutdut lelindi banbil menatnat bati ... me ...."


"Melihat dengan aksi ke kanan dan ke kiri ... Lihat becak ku lari seakan tak berhenti ... becak ... becak ...." Rion meneruskan lagunya karena Bomesh tak bisa mengikuti.gerak bibirnya


"Lolom mati ladhi!" sahut Bomesh melanjutkan lagu.


Kali ini, baik Terra, Khasya dan Puspita juga Gisel menyerah. Mereka langsung tertawa. Bomesh malah ikut tertawa.


"Baby, kamu ganteng amat sih," puji Lidya begitu gemas dengan Bomesh yang memang sangat lucu.


Kini giliran Lidya memamerkan suara beningnya. Semua terpana ketika gadis itu menyanyikan lagu lawas. "You're my first love"


Will you dance with me


Like we used to dance in that summer night


Will you close your eyes


Put your arms around me and hold me tight


There's nothing so very hard to do


And I was missing you


All alone at home waiting for your call so badly


Head over heels


I'm running back to your arms in the night


I fall in love with you one million times


Take my hand take a chance on me.yeah


Head over heels


We're going to fly into new emotions


We belong together


You're my first love


Would you easily, lay your trust in me


After all we're through


Could I mend your heart


With the love I've got and take care of you


Without holding you


Without kissing you


I won't let one day go by


I'm here to stay, now and everyday. forver


Head over heels


I'm running back to your arms in the night


I fall in love with you one million times


Take my hand take a chance on me


Head over heels


We're going to fly into new emotions


We belong together


You're my first love ....


Haidar,, Herman dan Virgou cemburu dengan lagu tersebut. Di benua lain sosok tampan bermata biru memegang dadanya. Sebuah senyum manis seorang gadis kecil yang takut akan badut. Ia mengingat baik wajah cantik itu.


"Lidya ...."


bersambung ...


huwwwooo ... masih lama yaaa ketemunyaa ...


next?