
"Ayahmu pasti kecewa melihatmu dibodohi seperti ini, Kiera!" ujar Virgou penuh kekecewaan.
"Ck ... jangan sok tau. Kau tak mengenal siapa ayahku!" sengit Kiera malas.
Kiera menatap remaja yang tadi menyeretnya dengan kasar. Sosok tampan dengan ekspresi tegas dan datar.
"Dialah orang yang ingin kau bunuh, Kiera!" ujar Virgou memperkenalkan Rion.
Kiera termangu. Ia tak menyangka jika target operandinya adalah seorang yang begitu tampan. Lalu ia menatap semuanya yang juga tak kalah tampannya.
"Aku hanya ingin pamor, lalu Bruno Folks datang menawarkan solusi agar klanku naik," jelas gadis itu.
Virgou menggeleng dengan tersenyum sinis. Pria itu baru kali ini mendapat satu ketua klan mafia paling bodoh yang ia temui.
Tampak mobil mewah lain berhenti. Sosok pria bertubuh gempal dengan kumis melintang diseret turun dari mobil itu.
"Lepas kan aku!" teriaknya.
"Diam kau!" teriak salah satu anak buah Virgou.
Brug! Sosok itu jatuh tersungkur di kaki Rion. Remaja itu bergeming dan menatap datar pria yang berada tepat di depan kakinya. Dengan sangat sadis Rion menginjak kepala pria itu ke tanah.
"Aarrgghh!" teriaknya kesakitan.
Kepala Bruno sakit luar biasa setelah mendapat satu injakan keras. Kiera menelan saliva kasar, ia melihat kilatan sadis keluar dari mata remaja di sampingnya. Sementara yang lain tampak sibuk mencari beberapa anak buah Kiera yang bersembunyi dan terdengar suara tembakan dalam markas yang sudah separuhnya hancur akibat di basoka oleh Gomesh.
Dor! Dor! Bruno mati ditangan Virgou. Pria beriris biru itu menembak tepat di jantung Bruno dua kali tanpa ampun. Kiera keluar keringat dingin. Keinginannya membangkitkan BlueStar malah menghancurkan klan yang dibangun mendiang ayahnya itu selama bertahun-tahun. Gadis itu sendiri yang merampas penuh kekuasan dengan meracuni kedua orang tuannya. Gadis berusia dua puluh tahun itu ingin menjadi nomor satu di klan dengan harta yang melimpah dan penghormatan tertinggi. Kiera membunuh ayah dan ibunya dengan meracuni keduanya.
Bruno datang menawarkan kerjasama. Untuk menaikkan klan dan pamornya sebagai ketua mafia.
"Bunuh Rion Hudoyo atau BlackAngel Junior dan kau akan naik derajat bahkan kau bisa menguasai semua klan yang ada di sini!"
Kiera hanya tau sedikit tentang Klan yang baru saja kembali dari mati suri selama belasan tahun itu. Klan terbesar dan terkuat yang pernah ada, bahkan banyak pengikut yang masih setia. Terlebih kini beredar rumor jika keturunan dari Virgou Black Dougher Young lah yang meneruskan klan tersebut hingga kekuatannya mampu ditakuti lagi.
"Kau membunuh ayah dan ibumu untuk mengambil alih kekuasaan. Semua memandang takut karena kau berani menghabisi darahmu sendiri!" ujar Virgou.
"Itu memang bagus bahkan tindakanmu patut diperhitungkan," lanjutnya.
Kiera masih terdiam. Ia seperti tikus kecebur parit dan tahanan yang siap dieksekusi. Menatap darah yang membanjiri tanah. Semua anak buahnya mati di tangan pria yang memiliki ketampanan luar biasa.
"Tapi, satu hal yang mestinya kau ingat. Kami punya hukum sendiri bagi pembunuh seperti dirimu terlebih kau berkhianat pada ayahmu sendiri," ujar Virgou.
"Kau harus mati meminum racun yang membunuh kedua orang tua mu!" tekan Virgou mengingat kan..
Tubuh Kiera merosot ke tanah. Ia lupa hukuman bagi pengkhianat. Ia kini berhadapan pada hukum yang sudah berjalan dan ditandatangani oleh seluruh klan bagi pengkhianat. Kiera dituduh berkhianat karena membunuh ketua Klan yang sah dan merebut kekuasan. Kiera tak tercatat sebagai pemimpin klan BlueStar yang masih dipegang oleh Xavier Savias ayah kandung Kiera sendiri.
Gomesh menyeret Kiera di depan aula. Semua ketua Klan hadir menyaksikan penghukuman terberat bagi pengkhianat klan.
"Kiera Savias!" sahut algojo dengan jubah serba hitam..
"Kejahatan mu begitu besar karena membunuh dan merampas paksa klan yang bukan milikmu!"
"Aku meminta pembelaan diri!" teriak gadis itu.
Air matanya sudah membasahi wajah cantiknya. Ia menatap nanar semua pria yang memandangnya rendah.
"Yang kubunuh adalah ayah dan ibuku sendiri. Yang kurampas adalah yang memang adalah milikku! Jadi aku merasa tidak bersalah!"
"Pembunuhan dengan merampas sesuatu yang masih hak milik orang lain itu sudah kejahatan yang tak bisa ditolerir. Kecuali kau memiliki Klan sendiri dan memerangi klan ayahmu dan merampas kekuasaannya itu beda sendiri!" tekan salah satu ketua klan.
"Kau sengaja membunuh ayahmu dan membunuh semua anggota yang masih setia pada ayahmu. Kau memang sangat bisa dijadikan ketua mafia yang patut ditakuti, Kiera!"
"Tapi kami punya hukum sendiri. Pantangan kami merampas hak punya orang lain! Kami memang penjahat tapi kami bukan pengkhianat!" seru salah satu klan yang lain.
Kiera sudah tertuduh. Ia tak bisa mengelak hukuman. Algojo membawa gelas yang berisi racun yang sama untuk membunuh ayahnya.
"Kau minum sendiri atau aku yang memaksamu?" ujar algojo.
"Aku minum sendiri!" teriak Kiera.
Ia mengambil gelas dan meminumnya. Tiba-tiba algojo itu memukul tenggorokan gadis itu hingga racun itu tertelan semuanya. Tadinya gadis itu akan mengalihkan racun hanya di mulut saja. Sayang, tindakannya itu ketahuan. Algojo langsung memukulnya dan tertelan lah racun itu.
Kiera berusaha mengorek mulut dengan tangannya. Bertujuan memuntahkan racun yang tertelan.
Dor! Dor! Dor! Tubuh gadis itu bersimbah darah. Algojo menembak kepalanya tiga kali. Tewas lah Kiera dengan tiga peluru di kepalanya. Darah membanjir altar aula. Semua pengkhianat dihukum mati saat itu juga. Semua klan membubarkan diri termasuk Virgou dan anak-anaknya. Tak ada pembicaraan yang berarti ketika pulang. Beberapa buku tangan mereka memerah karena habis memukuli orang bahkan diantaranya tampak lecet dan ada bercak darah.
"Kalian lelah?" tanya Virgou.
"Sangat Daddy. Udah itu lapar lagi," keluh Satrio.
Virgou terkekeh mendengar keluhan putranya satu itu.
"Kita makan di restauran ya. Lalu bersihkan diri kalian. Kita harus berpenampilan segar di mata Mama kalian, Terra. Oteh!"
"Oteh,.Daddy!" seru mereka kompak.
Virgou membawa mereka ke rumah makan Padang. Rion yang memintanya. Remaja itu ingin makan gulai otak dan rendang daging. Semua tampak lahap, bahkan Demian sampai nambah hingga tiga piring.
"Kau lapar sekali!" ledek Darren pada adik iparnya.
"Iya, Kak. Ternyata menguras tenaga juga," sahut Demian tak peduli ledekan kakak iparnya itu.
Virgou, Budiman dan Gomesh hanya menggeleng melihat kelakuan semua anak-anak. Di mata mereka Darren, Rion, Kean, Cal, Sean, Al, Daud dan Satrio adalah anak-anak. Bahkan Demian sudah masuk menjadi anak di mata mereka.
Usai makan mereka pun pergi ke salah satu butik khusus pakaian laki-laki. Mereka membeli baju untuk mengganti baju yang mereka kenakan. Virgou yang membayar semua belanjaan anak-anaknya.
"Daddy nggak beli?" tanya Kean.
"Tidak sayang. Kan jadi lebih keren jika Daddy seperti ini," ujar Virgou lalu bergaya dengan menyugar rambutnya ke belakang.
Semua karyawati toko histeris melihat ketampanan semuanya terlebih Virgou.
"Ck ... masa yang kerja kelihatan Daddy saja," protes Al.
"Hei, kalian masih anak-anak. Kalian tak boleh kelihatan sebagai seorang mafia karena itu akan membuat kalian dikenali dan mudah dipukul mundur oleh musuh kalian!" jelas Virgou.
Semua diam. Tentunya mereka akan berguru pada suhu mafia sesungguhnya, yakni Virgou sendiri.
Bersambung.
Daddy Virgou ❤️❤️❤️
next?