TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
PERTARUNGAN



Dor!


Sosok tubuh tumbang dengan bersimbah darah. Pria itu mengerang, lalu kelojotan. Polisi berusaha menolongnya. Sayang, Pria itu pun tewas.


"Pelaku tewas komandan!" lapor salah satu anak buah yang menolong pelaku.


Pria berkulit putih tadi mencoba peruntungan menembak Virgou. Sayang, polisi langsung melumpuhkannya dengan cepat.


Beberapa petugas berhasil membekuk penjahat yang masih hidup. Hanya dua orang yang terpanggang dalam mobil. Semua adalah para pelaku kejahatan dunia hitam. Sayangnya, mereka hanya anak buah yang tertangkap.


"Kami mencurigai jika musuh masih ada untuk mengincar Tuan Black Dougher Young!" jelas salah satu perwira memberi perkiraan.


"Perketat pengawalan pada Tuan Black Dougher Young!" titah komandan.


"Ini sudah meresahkan Komandan!" seru Virgou menghampiri kepala kepolisian.


"Saya tidak bisa membiarkan begitu saja, mereka menekan saya!" lanjutnya dengan wajah dingin.


"Kami tau itu. Tolong kendalikan diri anda!" ujar komandan.


"Maaf, Pak. Ini sudah terlewat batas. Saya akan menggunakan hukum internasional meminta para Interpol untuk membantu saya menangani ini semua. Saya juga punya keluarga yang harus dilindungi!" ujar Virgou tegas.


Berita penyerangan terhadap pengusaha warga negara asing, membuat dunia bergolak. Mereka menekan pemerintah untuk melindungi semua pekerja mau pun pebisnis asing yang menanam investasi di Indonesia. Tindakan lamban ketika melakukan pengejaran pun menjadi sorotan.


"Kami memang sedikit lamban karena memikirkan keamanan sekitar. Di sana banyak pengguna jalan. Tak semerta-merta kami melakukan tindakan begitu saja!" ujar menteri pertahanan dan keamanan negara.


Tentu saja, pembelaan itu membungkam tekanan dari pihak asing. Tidak ada yang boleh mengganggu kedaulatan rakyat Indonesia. Dunia harus mengingat itu.


Virgou juga akhirnya menekan semua emosi dan egonya. Sungguh ia ingin mencabut habis musuh yang sudah ia ketahui siapa orangnya. Sayang, ia berada di negara yang memberinya status dan keluasan mengolah sumber daya alam juga sumber daya manusianya.


"Dad, ikuti apa kata pemerintah, ya," pinta Puspita memohon dengan sangat.


"Iya, sayang," sahut Virgou menuruti kata istrinya.


Kedua mertuanya juga datang untuk memberikan dukungannya.


"Nak, kita serahkan semuanya pada Allah. Dia lah yang Maha Mengatur. Mintalah perlindungan karena ia memang Maha Pelindung," ujar Basri menasehati.


"Iya, Pa. Makasih," ujar Virgou.


Kegagalan penyerangan terhadap Virgou membuat Gorgov akhirnya membuat satu penayangan ilegal di semua stasiun televisi. Ia meng-Hack chanel pertelevisian.


"Aku Gorgov menantangmu Virgou Black Dougher Young!"


"Datang ke tempat xxx di jalan xxx. Kita harus bertarung secara laki-laki!"


"Jika kepolisian ikut campur. Aku ledakan sebuah pasar malam yang kalian tak akan tahu di mana tempatnya. Jika itu meledak. Kalianlah yang bertanggung jawab atas ratusan atau bahkan ribuan orang mati mengenaskan!"


ancaman Gorgov pun langsung ditanggapi kepolisian. Semuanya melacak secara manual maupun menggunakan alat untuk metal detektor.


"Ma, Darren nemuin ada tiga titik lokasi yang memiliki energi panas!' lapor Darren melalui pesan singkat.


Darren pun mengirim kecurigaannya pada pihak kepolisian. Benar saja, semua unit kepolisian menemukan benda-benda mencurigakan mirip bahan peledak yang diatur waktunya.


"Saya selaku dirjen kepolisian Irjen polisi Agus akan mengambil alih kasus ini!"


Terra sangat mengenali pria itu. AKP Agus, kepala kasat lantas di mana wanita itu meminta tolong. Kini pangkatnya sudah IrjenPol Agus memiliki BraveSmart ponsel. Satu-satunya pihak kepolisian yang memiliki ponsel genius itu secara pribadi.


Pergerakan polisi tentu tidak diketahui Gorgov. Ia mengira bisa mengancam negara ini. Ia mengingat kasus bom Bali satu dan dua yang menewaskan ribuan orang.


"Kalian tidak akan bisa menemukan benda-benda itu," ujarnya bermonolog, ia begitu percaya diri.


Hari ditentukan tiba. Virgou pun mendatangi tempat di mana pria itu menantangnya. Kepolisian sudah melarang pria itu. Tetapi, sepertinya Virgou harus menarik keluar biang keributan. Agar semua masalah selesai.


"Наконец-то ты тоже пришел!" (akhirnya kau datang juga!) sahut Gorgov.


Pria itu bertelanjang dada dan mengenakan sarung tinju. Virgou pun mengerti apa keinginan pria itu.


"Знаешь, я давно хотел тебя ударить! " (kau tau, sudah lama sekali aku ingin memukuli mu!) ujarnya lagi lalu ia pun langsung menyerang Virgou.


Virgou yang sudah terlatih bertahun-tahun. Tentu serangan pria yang sepuluh tahun lebih tua darinya itu pun bukan masalah. Bahkan ia sengaja membuka pertahanan agar Gorgov dapat memukulnya.


Bug! Bug!


"Aaww!" Virgou menyeringai sakit.


"Hahaha ... kau memang sudah tua Virgou. Kau tau aku dijuluki si tangan kematian!" seru pria itu congkak.


Virgou mengangguk, pria itu mengagumi kekuatan lawannya. Ia masih ingin bermain-main dengan pria penantangnya ini. Gorgov melihat beberapa orang berpakaian dinas nampak duduk di pinggir aula. Gorgov memang menantang Virgou di perbatasan dunia mafia. Tempat di mana para pengusaha atau aparat negara yang melihat pertandingan antar mafia. Dulu Virgou pernah mengajak anak-anak ke tempat ini.


Gorgov kembali menyerang. Beberapa pukulan telak luput dari sasaran. Bahkan kini, napasnya mulai terengah-engah. Peluh membanjiri. Ia melihat lawannya tak menetes satu butir keringat pun .


"Hey ... ayo lawan aku!" bentak Gorgov murka.


Pria itu merasa Virgou mempermainkannya. Bahkan dari tadi, ia hanya berputar dan mengelak semua serangan Gorgov dengan mudah.


"Apa kau yakin Pak Tua?" tanya Virgou setengah meledek.


"Kurang ajar!' maki pria itu.


Ia pun menyerang Virgou secara membabi buta. Virgou yang dari tadi hanya menghindar, mulai lelah. Kini, ia pun membalas serangan.


Buk! Satu serangan mengenai kepala Gorgov. Pria itu terhuyung sejenak. Pandangannya mulai berkunang-kunang. Pukulan Virgou itu begitu keras mengenai kepalanya.


Gorgov kembali melakukan serangan balasan. Sebuah pukulan jab kiri pria itu mengenai bahu Virgou yang terkena tembakan.


Bug!


"Aakhh!" Virgou meringis sakit.


Gomesh sudah berdiri. Ia dari tadi gemas ingin melempar tubuh tua pria yang bertarung dengan atasannya itu.


"Jika kau bergerak. Aku akan memicu tombol dan meledakkan salah satu mall!" teriak Gorgov mengancam.


IrjenPol Agus memenangkan pria raksasa itu.


"Tenang. Kita masih kesulitan mencari benda yang diberitahu oleh Tuan Darren. Jangan gegabah!'


Gomesh pun duduk kembali sambil mendengkus kesal. Pria itu menatap tajam pertarungan yang membosankan ini.


Sedang di tempat lain, para kepolisian menangkap orang-orang yang diduga perakit dan peletak bom. Beberapa benda mencurigakan diambil dan langsung diledakkan. Tidak ada yang luput dari pemeriksaan.


Kembali ke tempat pertarungan. Virgou yang memang belum vit benar, sudah mulai lelah menanggapi Gorgov. Pria itu pun kembali melakukan pukulan jab dan hook serta beberapa upercut. Sayang, semua serangan itu hanya mengenai udara.


Tinggi Virgou yang 190 tentu tak dapat di gapai oleh jangkauan tangan Gorgov. Virgou akhirnya mulai memukul. Sebuah jab kanan. telak mengenai rahang lawannya.


Bug!


Gorgov limbung dan terjatuh.


bersambung.


next?