
Mengetahui jika putrinya dalam bahaya, Terra langsung memerintahkan semua pengawal mengawasi semua anak-anaknya. Virgou langsung bertanya siapa yang dicurigai oleh para pengawalnya.
"Kami merasa jika DeathNote adalah dalang pembuntutan dua hari ini," jawab Juno.
"Baik lah ... awasi saja. Jika mereka bergerak. Kita langsung habisi hingga akarnya," ujar Virgou dengan seringai sadis.
Lidya yang merasa semuanya aman dan terkendali, hanya santai saja menanggapi. Gadis itu tetap membuka prakteknya dan kuliah. Juga terkadang ia mendatangi rumah konseling nya di yayasan mandiri yang ia dirikan..
Gadis itu selalu bersama Putri, sahabatnya. Terkadang bersama Aini. Darren yang mengetahui jika gadis idamannya bekerjasama di rumah healing yayasan mandiri yang didirikan Lidya. Ia pun ikut aktif di yayasan itu. Pria itu bertugas sebagai donatur juga sebagai motivator. Aini cukup terkejut, ternyata pria yang kini mulai menghiasi mimpinya adalah kakak dari dokter genius yang masih belia.
"Pak," sapanya.
Darren mengangguk dan tersenyum. Lidya memergoki keduanya yang saling melempar senyum. Gadis itu jadi ikut bahagia. Setidaknya, kakaknya memilih gadis yang tepat. Aini termasuk dokter muda yang cantik dan genius.
"Ehem," Lidya berdehem lalu melirik dua insan yang tiba-tiba merona malu.
Budiman memutar mata malas. Lidya terkikik geli. Putri sampai bengong.
"Kek nggak pernah jatuh cinta aja," celetuk gadis itu.
Budiman menatap Putri datar. Yang ditatap langsung melipat bibirnya ke dalam. Sedang Lidya hanya menggeleng saja.
Budiman melihat pergerakan misterius di sekitar rumah healing milik nona mudanya.
Sedang Juno yang kini menjadi pengawal nonanya berkeliling rumah untuk menjaga keamanan. Ia melihat sosok mencurigakan..
"Hei ngapain di situ!" bentaknya.
"Eh ... ada orang ...!"
Tiba-tiba dua sosok muda-mudi keluar dari balik dinding dengan merapikan baju mereka. Hendra dan Angga langsung menangkap dua insan itu.
"Pak jangan tangkap saya, Pak!" pinta keduanya ketakutan.
"Ikut saja ya, ke balai desa. Kalian telah melakukan tindakan mesum.di sini," ujar Angga lalu menyeret perempuan yang tadi berasik masyuk dengan pria yang kini juga diseret oleh Hendra. Juno kembali berkeliling. Ia memastikan keamanan di sekita rumah. Tak lama, dua pria tadi sudah kembali.
"Mereka bukan orang sini. Keduanya dibawa oleh yang berwajib untuk diperiksa," jelas Angga.
Juno mengangguk. Ketiga pria itu kembali berkeliling.
Sedang Virgou langsung ke dunia yang pernah membesarkannya, Gomesh juga ikut bersamanya.
"DeathNote, kau berurusan dengan BlackAngel!" ujarnya lalu menyeringai sadis.
Kedatangan Virgou ke tempat itu membuat heboh kalangan mafia. Mereka langsung ketakutan dengan pria yang kekejamannya benar-benar membuat nyawa orang melayang karena saking takutnya.
Sementara Jordhan sangat marah. Tak ada satu anak buahnya bisa mendekati Lidya. Para pesuruhnya mengatakan jika Lidya bukanlah gadis sembarangan.
"Penjagaannya ketat sekali, Boss!'
"Memang dia siapa sih sampai seketat itu penjagaannya!" bentak Jordhan.
Karena begitu penasaran. Ia pun akhirnya akan menuntaskan sendiri.
"Membunuh seekor nyamuk saja kalian kesulitan!" sindirnya dengan marah.
Pria itu pun pergi ke benua di mana Lidya tinggal. Dengan menggunakan pesawat ekonomi. Selama delapan belas jam ia melakukan penerbangan.
Sampai saja Jordhan dijemput oleh salah satu anak buahnya yang disuruh mengawasi pergerakan Lidya.
"Jadi bagaimana, apa kalian bisa mencari celahnya?" tanyanya langsung setelah sampai di markas.
"Belum, Boss!" jawab anak buahnya.
Jordhan memanggil sambungan telepon. Ia menelpon gadisnya.
"Halo sayang. Aku sudah ada di markas. Aku jemput ya."
".......!"
"baik lah. sepuluh menit lagi aku sampai dan menjemputmu!' ujarnya.
benar saja , kini keduanya saling adu bibir di mobil.
"Aku merindukan mu," ungkap Jordhan.
Celia diberi obat tidur. Gadis itu tak akan bangun selama delapan jam ke depan.
Jordhan membawa Deborah ke markasnya. Di sana mereka berdua bercinta.
"Sayang ... kau harus mengenyahkannya. Dengan begitu aku bisa masuk kembali pada Demian dan menghancurkan perusahannya," ujarnya memohon.
"Tenang sayang .. serahkan padaku!" ujar Jordhan lalu mengecup bibir gadisnya.
bersambung.
duh maaf yang ke tiga othor nggak kuat matanya bermasalah.
next ya ..