TERRA, THE BEST MOTHER

TERRA, THE BEST MOTHER
KESERUAN ULTAH RION



Acara masih berlanjut. Setelah Budiman berhasil mengagetkan semua orang. Haidar cemburu bukan main. Ia juga mau bernyanyi. Rion hanya membiarkan semuanya puas mengungkapkan perasaan mereka.


Pria itu mencari lagu. Sebuah lagu romantis "Always" milik Bon Jovi.


"This Romeo is bleeding


But you can't see his blood


It's nothing but some feelings


That this old dog kicked up


It's been raining since you left me


Now I'm drowning in the flood


You see, I've always been a fighter


But without you, I give up


I can't sing a love song


Like the way it's meant to be


Well, I guess I'm not that good anymore


But baby, that's just me


And I will love you, baby, always


And I'll be there forever and a day, always


I'll be there 'til the stars don't shine


'Til the heavens burst and the words don't rhyme


And I know when I die, you'll be on my mind


And I'll love you, always


Now your pictures that you left behind


Are just memories of a different life


Some that made us laugh, some that made us cry


One that made you have to say goodbye


What I'd give to run my fingers through your hair


To touch your lips, to hold you near


When you say your prayers, try to understand


I've made mistakes, I'm just a man


When he holds you close, when he pulls you near


When he says the words you've been needing to hear


I wish I was him


With these words of mine


To say to you 'til the end of time


That I will love you baby, always


And I'll be there forever and a day, always


If you told me to cry for you, I could


If you told me to die for you, I would


Take a look at my face


There's no price I won't pay


To say these words to you


Well, there ain't no luck


In these loaded dice


But baby if you give me just one more try


We can pack up our old dreams


And our old lives


We'll find a place where the sun still shines


And I will love you, baby, always


And I'll be there forever and a day, always


I'll be there 'til the stars don't shine


'Til the heavens burst and the words don't rhyme


I know when I die, you'll be on my mind


And I'll love you, always


Always, always."


Terra bahagia mendengar suara suaminya. Memang Haidar memiliki suara khas yang serak-serak basah.


"Mama, banyi Ma!' pinta Rion dengan santainya.


Terra sedikit bingung dengan bayinya itu. Biasanya Rion tak mau kalah dengan siapa pun. Tetapi, balita montok itu santai, bahkan meletakkan kakinya di atas kaki Bart.


Sebuah lagu milik mendiang Farid Hardja. "Aku rindu." Rion Semringah. Virgou mulai bergoyang ketika musik mulai bermain.


"Ayo, Baby kita goyang dangdut!" ajak Virgou sambil menggoyangkan pinggulnya.


Puspita menganga. Yang lain hanya bisa menggelengkan kepala. Budiman masih saling lirik dengan Gisel. Setelah mendapat sebuah laporan jika ada beberapa orang mencurigakan mengintai rumah kliennya. Baru ia keluar dari ruang yang penuh dengan keluarga Terra.


Bram yang sudah pusing ikut dengan Budiman keluar begitu juga Herman. Kanya mengobrol dengan istri dari paman Terra yang kini mengandung mau lima bulan itu. Karina ikut ngobrol dengan keduanya.


"Ayo nyanyi semua!' pekik Virgou tiba-tiba.


"Oouuoo aku rindu ... katakan padanya aku rindu ... oh burung nyanyikanlah ... katakan padanya aku rindu!" Terra, Haidar, Darren dan Lidya mengikuti nyanyian Virgou.


"Sekarang Baby yang nyanyi."


"Pooo wowo apu pindu ... patatan pabanya apu bindu ... bo pulun ... banyitan lah ... patatan pabanya apu bindu ...."


"Sepalan Ion mawu banyi!"


Mik sudah dipegang Rion. Virgou membantu Rion memilih lagu. Tak tanggung-tanggung. Tiga lagu anak akan balita itu nyanyikan..Semua harus menahan tawa. Trik mereka yang bertepuk tangan dan tertawa bahagia setelah Rion bernyanyi tidak lagi mempan. Para orang dewasa harus mencari trik baru.


Lagu pertama, berjudul "Bintang kecil."


"Pintan petil ... bi lamit ban pindi. Mamat panyat menyias bantasa ... apu binin pelban pan mewani ... bawuh bindi petembat tawu pelada."


Musik bermain. Rion masih serius dengan mimiknya semua menepuk tangan mengikuti ketukan.


"Timpa becil ... BI mamit pan dindi ... pamat bamat ... penbiwas bantasa ... apu dinin ... belban pan mewani ... bawuh dindi ... pelempat pau benada ...!'


Satu lagu usai. Semua bertepuk tangan dengan muka memerah dan perut kram, menahan tawa. Raka sangat antusias. Hanya dia yang boleh tertawa oleh balita montok itu. Mungkin ia tahu, jika kakaknya yang satu itu sangat spesial dan membiarkan mengekspresikan dirinya.


"Lagi Baby!' pekik Raka dan Virgou bersamaan.


Keduanya saling lihat. Mereka berdua tertawa. Virgou meraih pria kecil spesial itu. Menciuminya hingga tergelak. Rion dan Lidya sangat senang mendengar tawa itu. Bart menatap cucunya penuh dengan rasa bangga dan haru. Puspita juga sangat menyayangi Raka. Begitu juga yang lainnya.


Rion menyanyikan satu lagu anak-anak lagi. Kali ini lagi barat "old Mac Donald have a farm."


Terra gugup. Ia takut Rion akan menghancurkan lagunya. Dan mereka semua tak akan tahan dalam tertawa. Tapi, tiba-tiba balita itu berkata.


"Pemua boweh peltawa!"


Semuanya bernapas lega dan melepaskan senyum lebar. Sungguh kedua pipi Terra sudah kram karena dari tadi menganga lebar. Haidar juga demikian..


"Pipiku kram, sayang," keluhnya.


"Te juga," Terra juga mengeluh hal yang sama.


Musik mengalun. Rion mulai bernyanyi dibantu oleh David.


"op mat bomal hap e pam ... iyaiyayo ... it baid wek .. wek ... !"


Entah apa kata lagi yang Rion ucapkan. Semuanya tertawa lalu ikut bernyanyi. lagu barat usia. Rion menyanyikan lagu terakhirnya, ia mengajak dua kakaknya ikut bernyanyi.


"Ladhu ini buwat Mama," ujar Lidya dengan mata berbinar.


Darren yang menyanyikan lagu bait pertama hingga song.


"Apa yang kuberikan untuk mama


Untuk mama tersayang


Tak kumiliki sesuatu berharga


Untuk mama tercinta.


Hanya ini kunyanyikan


Senandung dari hatiku untuk mama.


Hanya sebuah lagu sederhana


Lagu cintaku untuk mama."


Suara merdu dari Darren membuat Terra tersentuh. Haidar merangkul bahu istrinya. Semua suami tiba-tiba bersama istri mereka. Menatap ketiga anak Terra dengan penuh kekaguman. Walau sebagian tidak mengerti artinya. Tetapi ketulusan Darren, Lidya dan Rion sangat menyentuh hati mereka.


Lidya pun menyanyikan lagu di bait kedua.


"Apa yang tubelitan untut mama


Untut mama telsyayang,


Tat tumiliti syesyuatu belhaldha


Untut mama telcinta


Hanya ini tunyanyikan


Syenandun dali hatitu untut mama


Hanya syebuah ladhu syedelhana


Ladhu cintatu untut mama."


Rion menyanyikan song terakhirnya.


"Banya imi pu banyitan


pemandun pali batitu puntut mama.


banya bebuah lapu sebelahna


Labu pintatu puntut ... mama!"


"Ba bowu, Mama. Ba bowu Papa. Ba bowu memuana!"


bersambung.


Ba bowu Readers!


next?