
Acara masih berlanjut. Setelah Budiman berhasil mengagetkan semua orang. Haidar cemburu bukan main. Ia juga mau bernyanyi. Rion hanya membiarkan semuanya puas mengungkapkan perasaan mereka.
Pria itu mencari lagu. Sebuah lagu romantis "Always" milik Bon Jovi.
"This Romeo is bleeding
But you can't see his blood
It's nothing but some feelings
That this old dog kicked up
It's been raining since you left me
Now I'm drowning in the flood
You see, I've always been a fighter
But without you, I give up
I can't sing a love song
Like the way it's meant to be
Well, I guess I'm not that good anymore
But baby, that's just me
And I will love you, baby, always
And I'll be there forever and a day, always
I'll be there 'til the stars don't shine
'Til the heavens burst and the words don't rhyme
And I know when I die, you'll be on my mind
And I'll love you, always
Now your pictures that you left behind
Are just memories of a different life
Some that made us laugh, some that made us cry
One that made you have to say goodbye
What I'd give to run my fingers through your hair
To touch your lips, to hold you near
When you say your prayers, try to understand
I've made mistakes, I'm just a man
When he holds you close, when he pulls you near
When he says the words you've been needing to hear
I wish I was him
With these words of mine
To say to you 'til the end of time
That I will love you baby, always
And I'll be there forever and a day, always
If you told me to cry for you, I could
If you told me to die for you, I would
Take a look at my face
There's no price I won't pay
To say these words to you
Well, there ain't no luck
In these loaded dice
But baby if you give me just one more try
We can pack up our old dreams
And our old lives
We'll find a place where the sun still shines
And I will love you, baby, always
And I'll be there forever and a day, always
I'll be there 'til the stars don't shine
'Til the heavens burst and the words don't rhyme
I know when I die, you'll be on my mind
And I'll love you, always
Always, always."
Terra bahagia mendengar suara suaminya. Memang Haidar memiliki suara khas yang serak-serak basah.
"Mama, banyi Ma!' pinta Rion dengan santainya.
Terra sedikit bingung dengan bayinya itu. Biasanya Rion tak mau kalah dengan siapa pun. Tetapi, balita montok itu santai, bahkan meletakkan kakinya di atas kaki Bart.
Sebuah lagu milik mendiang Farid Hardja. "Aku rindu." Rion Semringah. Virgou mulai bergoyang ketika musik mulai bermain.
"Ayo, Baby kita goyang dangdut!" ajak Virgou sambil menggoyangkan pinggulnya.
Puspita menganga. Yang lain hanya bisa menggelengkan kepala. Budiman masih saling lirik dengan Gisel. Setelah mendapat sebuah laporan jika ada beberapa orang mencurigakan mengintai rumah kliennya. Baru ia keluar dari ruang yang penuh dengan keluarga Terra.
Bram yang sudah pusing ikut dengan Budiman keluar begitu juga Herman. Kanya mengobrol dengan istri dari paman Terra yang kini mengandung mau lima bulan itu. Karina ikut ngobrol dengan keduanya.
"Ayo nyanyi semua!' pekik Virgou tiba-tiba.
"Oouuoo aku rindu ... katakan padanya aku rindu ... oh burung nyanyikanlah ... katakan padanya aku rindu!" Terra, Haidar, Darren dan Lidya mengikuti nyanyian Virgou.
"Sekarang Baby yang nyanyi."
"Pooo wowo apu pindu ... patatan pabanya apu bindu ... bo pulun ... banyitan lah ... patatan pabanya apu bindu ...."
"Sepalan Ion mawu banyi!"
Mik sudah dipegang Rion. Virgou membantu Rion memilih lagu. Tak tanggung-tanggung. Tiga lagu anak akan balita itu nyanyikan..Semua harus menahan tawa. Trik mereka yang bertepuk tangan dan tertawa bahagia setelah Rion bernyanyi tidak lagi mempan. Para orang dewasa harus mencari trik baru.
Lagu pertama, berjudul "Bintang kecil."
"Pintan petil ... bi lamit ban pindi. Mamat panyat menyias bantasa ... apu binin pelban pan mewani ... bawuh bindi petembat tawu pelada."
Musik bermain. Rion masih serius dengan mimiknya semua menepuk tangan mengikuti ketukan.
"Timpa becil ... BI mamit pan dindi ... pamat bamat ... penbiwas bantasa ... apu dinin ... belban pan mewani ... bawuh dindi ... pelempat pau benada ...!'
Satu lagu usai. Semua bertepuk tangan dengan muka memerah dan perut kram, menahan tawa. Raka sangat antusias. Hanya dia yang boleh tertawa oleh balita montok itu. Mungkin ia tahu, jika kakaknya yang satu itu sangat spesial dan membiarkan mengekspresikan dirinya.
"Lagi Baby!' pekik Raka dan Virgou bersamaan.
Keduanya saling lihat. Mereka berdua tertawa. Virgou meraih pria kecil spesial itu. Menciuminya hingga tergelak. Rion dan Lidya sangat senang mendengar tawa itu. Bart menatap cucunya penuh dengan rasa bangga dan haru. Puspita juga sangat menyayangi Raka. Begitu juga yang lainnya.
Rion menyanyikan satu lagu anak-anak lagi. Kali ini lagi barat "old Mac Donald have a farm."
Terra gugup. Ia takut Rion akan menghancurkan lagunya. Dan mereka semua tak akan tahan dalam tertawa. Tapi, tiba-tiba balita itu berkata.
"Pemua boweh peltawa!"
Semuanya bernapas lega dan melepaskan senyum lebar. Sungguh kedua pipi Terra sudah kram karena dari tadi menganga lebar. Haidar juga demikian..
"Pipiku kram, sayang," keluhnya.
"Te juga," Terra juga mengeluh hal yang sama.
Musik mengalun. Rion mulai bernyanyi dibantu oleh David.
"op mat bomal hap e pam ... iyaiyayo ... it baid wek .. wek ... !"
Entah apa kata lagi yang Rion ucapkan. Semuanya tertawa lalu ikut bernyanyi. lagu barat usia. Rion menyanyikan lagu terakhirnya, ia mengajak dua kakaknya ikut bernyanyi.
"Ladhu ini buwat Mama," ujar Lidya dengan mata berbinar.
Darren yang menyanyikan lagu bait pertama hingga song.
"Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta.
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama.
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama."
Suara merdu dari Darren membuat Terra tersentuh. Haidar merangkul bahu istrinya. Semua suami tiba-tiba bersama istri mereka. Menatap ketiga anak Terra dengan penuh kekaguman. Walau sebagian tidak mengerti artinya. Tetapi ketulusan Darren, Lidya dan Rion sangat menyentuh hati mereka.
Lidya pun menyanyikan lagu di bait kedua.
"Apa yang tubelitan untut mama
Untut mama telsyayang,
Tat tumiliti syesyuatu belhaldha
Untut mama telcinta
Hanya ini tunyanyikan
Syenandun dali hatitu untut mama
Hanya syebuah ladhu syedelhana
Ladhu cintatu untut mama."
Rion menyanyikan song terakhirnya.
"Banya imi pu banyitan
pemandun pali batitu puntut mama.
banya bebuah lapu sebelahna
Labu pintatu puntut ... mama!"
"Ba bowu, Mama. Ba bowu Papa. Ba bowu memuana!"
bersambung.
Ba bowu Readers!
next?