OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 537 PREDIKSI HARIS



Dua orang pria beda generasi berdiri tegap pada posisi masing-masing, menatap teduh pada kolam ikan koi yang airnya tampak jernih.


"Ayah pasti tahu apa yang terjadi pada Yue Hwa di Jakarta." Gumam Xiao Jun yang langsung angkat bicara soal kejadian misterius yang ia alami bersama Weini. Dan ia yakin tebakannya jitu, ayahnya pasti tahu kejadian itu. Itulah sebabnya ia meminta waktu bicara secepat ini.


Haris mengangguk pelan, tanpa menoleh ke putranya yang berdiri di sebelah. Mereka terlalu asyik menatap ikan yang sedang berenang bebas dalam kolam besar yang juga ditumbuhi bunga teratai.


"Ya, ayah tidak bisa tenang memikirkannya." Jawab Haris terdengar pesimis.


Xiao Jun terkesiap, tak menyangka bahwa respon ayahnya terlihat selemah ini. Seperti menandakan bahwa ia pun tidak sanggup menangani masalah ini, padahal Xiao Jun begitu mengandalkan kekuatan ayahnya untuk melindungi Weini.


"Ayah, apa itu maksudnya ayah pun tidak tahu siapa orang yang meneror Yue Hwa dan cara mengatasinya?" Tanya Xiao Jun penuh hati hati dan masih menyangkali pikiran buruknya.


Sayangnya respon Haris selanjutnya justru mematahkan semua harapan Xiao Jun. Nada pesimis pria tua itu pun seakan menampar Xiao Jun pada kenyataan bahwa kekuatan klan mereka saja tidak sanggup mengalahkan si pembuat onar.


"Waktu itu terjadi, ketika nona terjerembab ke dalam dimensi kegelapan. Waktu ikut berhenti, semua orang di sini mematung layaknya orang mati." Lirih Haris seraya mengepalkan tangannya.


Xiao Jun sangat terkejut, tak menyangka bahwa kekuatan kegelapan itu segitu dahsyatnya hingga pengaruhnya sampai di sini. "Kalian semua jadi patung yang tidak bernapas sama sekali? kenapa bisa begini? Kenapa pengaruh sihirnya begitu kuat sampai kalian pun terpengaruh." Sesal Xiao Jun, ia semakin geram dibuat oleh musuh yang belum ada kejelasan siapa dan bagaimana wujudnya.


"Hanya ayah saja yang sadar kan?" Timpal Xiao Jun bertanya lagi.


"Ya, sama seperti kamu, ayah juga satu satunya orang yang tidak terpengaruh kekuatan itu." Gumam Haris pelan.


Xiao Jun menoleh ke arah Haris, menatap gurat wajah serius pria itu dari samping. "Ini bukan kebetulan kan ayah, hanya aku dan ayah yang lolos dari pengaruh sihir itu dan... kita bisa campur tangan dari dunia nyata untuk membantu Yue Hwa."


"Ng.... kekuatan kita berdua saja jika disatukan hanya cukup untuk menggertak lawan, bukan untuk mengalahkannya. Kita masih belum sanggup menolong nona, andai teror itu kembali datang." lirih Haris penuh penyesalan.


Xiao Jun menggertakkan gigi, tangannya mengepal kesal terhadap dirinya sendiri. "Bagaimana cara melindungi dia ayah? Dia sangat ketakutan ketika sadar, dan dia berharap ayah bisa menolongnya. Aku tidak sanggup melihat wajah kecewanya kalau tahu kita tidak bisa menolongnya."


Haris menghela napas kasar, mendongakkan kepalanya menatap langit sore yang memerah. "Jun, kemampuan manusia ada batasnya, tak peduli setinggi apa ilmunya, kita tidak bisa menandingi kekuatan alam. Ayah pun sama, mencemaskan keselamatan nona setiap saat. Yang kita hadapi saat ini benar benar tidak bisa dilihat dan di prediksi. Mungkin inilah yang dinamakan suratan takdir yang tidak terelakkan."


Xiao Jun menggeleng cepat, tidak terima dengan kepasrahan ayahnya.


Haris menoleh, menatap lembut pada putranya. Paham betul apa yang mengganjal di hatinya, pun sama halnya dengan Haris yang tidak tega membiarkan Weini yang sejak kecil ia lindungi dengan mempertahankan jiwa raganya, harus menghadapi ancaman yang lebih serius. "Ayah bukan pesimis, tapi ayah percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Nona Yue Hwa harus mengalami inipun bukan kebetulan, dan dari sekian banyak manusia yang menguasai sihir, juga bukan kebetulan sihir itu dimilikinya. Nona adalah orang pilihan, dan ia harus diseleksi oleh sang pemilik sebelumnya. Pengakuan dari pemilik itulah yang tidak bisa dihindari oleh nona, pertarungan sihir biasanya bersifat adil. Jika sudah ditentukan orang-orangnya, maka tidak ada yang bisa campur tangan."


"Tapi kenapa saat itu kita bisa mengoyak sihirnya ayah? Dan kita berdua yang masih sadar dari pengaruh sihir itu pasti bukan suatu kebetulan juga. Mungkin kita ditakdirkan untuk menjadi penolong Yue Hwa. Kita hanya perlu berlatih agar kemampuan kita nantinya lebih maksimal. Jun mohon jangan pesimis ayah, kita berjuang bersama demi Yue Hwa." Xiao Jun belum bisa menerima penjelasan ayahnya, ia bahkan berlutut demi memohon kesediaan Haris untuk berjuang bersama.


Haris menarik putranya bangun, menghela napas kasar lalu menggeleng cepat. "Percuma kamu mau bersembah sujud sekalipun, kita tidak bisa melawan kehendak takdir. Ya memang kita bisa lolos dari pengaruh sihir itu, tapi hanya di saat itu saja. Ayah sudah melihat.... ah." Haris tampak berpikir keras, ia tak sanggup membeberkan lebih jauh lagi.


Xiao Jun mendongak menatap ayahnya, kata kata yang tidak selesai itu membuat ia sangat penasaran.


"Melihat apa ayah? Tolong selesaikan kata kata ayah barusan." Pinta Xiao Jun setengah mendesak.


Haris menatap lekat sepasang mata Xiao Jun yang sudah berkaca-kaca, membuat hati kecilnya sebagai seorang ayah tak tega membuat anaknya kecewa. Xiao Jun bukan pria yang cengeng dan lemah, Haris bisa mengerti mengapa pria muda itu bersikap demikian. Sekuat apapun seorang pria, jika tahu orang yang dicintainya sedang terancam masalah, sedangkan ia tak bisa berbuat banyak, rasa kecewa dan takut yang mendalam itulah yang mendorong seorang pria terkuat sekalipun bisa goyah bahkan menitikkan air mata.


"Ayah sudah melihat masa depan, saat di mana pertarungan penentuan itu terjadi...." Haris terdiam, sulit untuk dia membuka mulutnya lagi, meneruskan kata kata yang terjeda.


"Teruskan ayah." Pinta Xiao Jun, suaranya terdengar parau saking ia menahan rasa cemasnya. Tangan yang ia kepalkan pun terasa bergetar. Angin dingin yang berhembus menerpa tubuh mereka yang sudah berbalut mantel pun tetap terasa tembus ke dalam sum sum. Bukan karena dingin angin, namun karena ketakutan yang berlebihan pada kenyataan yang masih sekedar prediksi ramalan.


Haris tak bisa berdiam terlalu lama lagi. Di masa lalu ia pernah melakukan kesalahan dengan tidak percaya pada putranya, dan karena bungkamnya itu pula membuktikan bahwa prediksinya pada masa depan yang tak terlacak itu rupanya tidak berakhir tragis. Dan tidak ada salahnya pula jika ia berharap kali ini saja, prediksi yang ia lihat secara nyata itu bisa meleset sekali lagi. Sekali ini saja, Haris berharap kembali meleset.


"Aku melihat dunia diselimuti kegelapan, semua manusia mematung tanpa kepastian akan bangun lagi atau tidak, tergantung kemampuan Weini untuk memenangkan pertarungan. Dan... dan...." Haris terbata bata, ingin membuang bagian itu saja agar tidak diceritakan pada siapapun.


"Dan apa ayah, tolong jujurlah!" Desak Xiao Jun, nyaris kehilangan kesabarannya.


Sudahlah, jika kamu memang sangat ingin tahu, aku tidak bisa menutupi lagi. Ungkap Haris dalam suara hatinya yang bisa didengar oleh Xiao Jun.


"Dan salah satu dari kita berdua akan mati."


❤️❤️❤️


Halo, yang kangen adegan sihir sihiran harap sabar ya. Nantikan jadwal tayangnya, Thor udah kasih yang adem-adem sampai banyak episode loh. Sabar menanti karena 7 hari lagi cerita ini TAMAT. he he....