OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 496 MENCENGANGKAN



Suara tambur terdengar nyaring, diiringi atraksi kehormatan yang dilakukan oleh segerombolan pengawal terlatih. Iring-iringan itu mengawal kedatangan sang nona penguasa beserta rombongan keluarganya yang akan tampil di muka umum. Weini menaiki mobil yang sama dengan Haris dan Liang Jia, sementara kedua kakaknya serta Xin Er di mobil belakang mereka. Atas permintaan Weini, ia ingin kedua kakaknya pun turutn tampil dan mendapatkan sorotan. Ia ingin menunjukkan pada dunia bahwa persaudaraannya dengan saudara sedarahnya cukup erat meskipun telah terpisahkan sekian lama.


Awak media pun mengabadikan momen berharga itu, bukan penampilan yang mudah disaksikan di era modern ini. Decak kagum pun mewarnai suasana formal saat ini, betapa berkuasa dan terlatihnya orang orang terpilih yang mengabdi kepada klan Li yang tertutup pada publik. Dan kini penguasa barunya akan memperlihatkan dirinya, entah akan lebih baik dari penguasa sebelumnya ataukah tidak sesuai ekspektasi mereka.


❤️❤️❤️


Di waktu yang bersamaan dengan ritual yang sedang dilakukan di pelataran aula utama, banyak mata yang turut menonton serta berdecak kagum menonton live streaming dari kediaman Li. Fokus mereka tidak teralihkan dari atraksi para pengawal yang mengiringi mobil sang penguasa yang belum turun dari mobil. Awak media di sini pun berkumpul ramai namun ekslusif dipilih oleh Lau agar tertib. Dalam ballroom itu, hadir pula Dina, Bams, Stevan, Grace bahkan Xiao Jun yang sengaja menyempatkan diri untuk turut melihat Weini dari sini.


“Kayak lagi nonton drama kolosal ya suasananya nyata bener.” Ujar Bams berdecak kagum, imajinasinya pun melayang liar.


Dina berdecak, “Emang nyata kok itu, kan udah aku bilang suasana di sana formal banget. Kita yang terbiasa bebas di sini, bisa mati canggung di sana.” Celoteh Dina yang setengah pamer bahwa ia sudah pernah ke sana dan merasakan langsung suasananya.


“Ih gue jadi pengen main ke sana, kapan ya....” Seru Bams gigit jari.


“Ehem....” Stevan sengaja berdehem karena tanpa kedua orang itu sadari, obrolan mereka terlalu heboh dan mengganggu konsentrasi yang lainnya.


Dina dan Bams melirik Stevan namun mereka tercengang karena sedang disoroti oleh beberapa pasang mata yang terganggu oleh mereka. Mau tidak mau Dina dan Bams hanya nyengir dan membungkam mulut mereka rapat-rapat. Perhatian mereka sepenuhnya tertuju pada layar proyektor yang kini mulai berganti fokus. Semua mata yang sedari tadi terpan kini semakin membulat besar karena seorang pengawal tampak membukakan pintu mobil. Dalam hitungan detik, penampakan pertama sang gadis penguasa akan terlihat oleh mereka. Semua kamera memperjelas fokus ke arah itu, seakan tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil terbaik dari penampilan perdana gadis yang dipanggil Gong Zhu itu.


Sepasang kaki yang mengenakan sepatu hak tinggi Hanfu yang terpampang jelas dan sontak membuat semua penontonnya tegang hingga nyaris lupa bernapas. Baru penampakan kaki saja sudah membuat mereka merasakan ketegangan, pun tak henti menerka-nerka seperti apa gerangan paras ayu sang nona penguasa itu. Semua orang? Tentu saja tidak karena ada pengecualian pada mereka yang telah mengetahui wajah aslinya, terutama Dina. Ia lah yang paling bangga karena menjadi orang pertama yang melihat kecantikan tersembunyi di balik topeng gadis itu.


“Lihat dia turun... astaga seperti bidadari yang turun. Cantiknya....” Seru seorang wartawan yang tidak bisa mengendalikan diri lagi saat melihat gadis yang keluar dari mobil itu.


Semua yang menatapnya seketika terpesona, bahkan Dina yang awalnya sombong karena merasa sudah tahu seperti apa paras Weini pun ikut takjub karena penampilan Weini yang tampak anggun mempesona dan penuh kharisma.


“Itu beneran Weini? Gila... gue nggak nyangka wajah aslinya malah lebih cantik. OMG... gue panas dingin jadinya.” Seru Bams yang sibuk mengecek suhu keningnya, saking merasa terguncang dengan rasa terkejutnya. Terasa antara nyata atau khayalan belaka, orang yang selama ini dekat dengannya ternyata sehebat dan secantik itu. Bams merasa seluruh jiwanya dipenuhi rasa kagum pada gadis itu, ia benar benar menjadi fans sejatinya mulai detik ini.


“Itu mereka lagi ngapain? Wah... sampe dihormati segitunya.” Gumam wartawan yang lainnya tampak heboh saat melihat Weini menerima penghormatan dari semua orang yang berdiri di sana. Dan bukan hanya orang orang di sana, bahkan Lau dan Grace pun ikut membungkuk hormat, saking loyalnya pada nona yang begitu mereka hormati.


Xiao Jun yang sejak tadi memilih pasif pun hanya bisa merespon dengan seulas senyuman manis. Gadis kesayangannya telah mengepakkan sayapnya, kini dia sangat bersinar dan tiada lagi yang bisa mengekang sayapnya.


Teruskah langkahmu, Hwa... semua yang di sini menerimamu dengan baik.


❤️❤️❤️


“Li Gong Zhu, wan sui... wan wan sui.... (Hormat pada putri Li, panjang umur panjang umur....)” Semua pengawal dan pelayan yang tampil gagah dan cantik di hari penting ini, memberikan penghormatan kepada pemimpinnya. Dengan penuh rasa bangga, mereka sepenuhnya mendukung seorang nona yang kini dipercayakan untuk membawa perubahan lebih baik bagi mereka. Haris pun ikut memberikan penghormatannya, sekalipun Weini telah mengijinkannya untuk melewatkan bagian itu, tetapi nalurinya sebagai pengawal sejati klan Li membuatnya tergerak untuk melakukan ritual itu dengan penuh rasa bangga.


“Bangunlah.” Seru Weini tegas namun dengan senyum yang terukir jelas di lekuk bibirnya.


Weini terus menebarkan senyumannya saat ia melangkah, tipis saja dan seadanya namun begitu memperkuat nilai plus kecantikannya. Langkahnya mantap menuju aula utama, mendekati singgasana yang setiap hari ia duduki. Namun suasana kali ini berbeda, ada banyak tamu yang siap menantikan pidatonya, atau lebih tepatnya pengakuan diri.


Dua orang wartawan yang sempat berprasangka buruk terhadap Weini pun hanya bisa menatap lesu tanpa bisa berkutik. Sangat disayangkan mereka hanya datang untuk menyaksikan langsung namun akan kembali dengan tangan kosong. Haris yang melihat ekspresi penyesalan dua orang itu pun hanya bisa menyeringai, setidaknya ia sudah memberi mereka pelajaran hingga menyesal, dan kini Haris berniat mengakhiri masa hukuman mereka. Haris terus berjalan namun saat dekat dengan posisi mereka berdiri, ia kembali menjentikkan jemarinya dan sihirnya pun mulai bekerja.


“Eh... bisa nyala lagi?” Gumam wartawan itu saat melihat layar kamera di tangannya menyala. Antara senang dan heran, ia pun segera melakukan tugasnya yang sempat terlewatkan. Lebih baik ada daripada tidak sama sekali.


❤️❤️❤️


Weini duduk dengan tenang, meskipun sorotan semuanya tertuju padanya. Mentalnya sudah terlatih tenang menghadapi orang banyak, berbekal dari pekerjaannya sebagai entertainer.


Aku hanya perlu bicara, dan mereka akan bungkam. Andai saja apapun yang aku katakan adalah mutlak dan mereka tidak meragukannya sedikitpun. Ah, andaikan ada sihir yang sanggup mengontrol pikiran orang sebanyak itu. Gumam Weini dalam hatinya, suasana itu berubah tegang karena atas seijin Weini, juru bicaranya pun memulai jalannya acara.


“Terima kasih telah berkumpul di kediaman kami, seperti yang kalian semua ketahui bahwa aku adalah putri ke lima tuan besar Li San Jing yang dulu menghilang....” Weini menjelaskan segalanya, satu persatu kata dengan lancar terlontar dari bibirnya. Semua berubah hening dan tegang, sejauh ini tidak ada yang menyela dirinya. Weini pun tak mau ambil pusing dengan perkara di luar saja, apakah akan menerima apa yang ia jelaskan atau tidak.


“Benar adanya tentang wajahku yang memakai topeng, dan aku yakin banyak di antara kalian yang mengira bahwa ini pun hanya sebuah topeng. Tak masalah bagiku, apapun yang kalian pikirkan. Namun yang pasti, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini sekalipun itu adalah sihir. Ya... aku lah yang menyebabkan kehebohan di hari itu, dengungan sihir yang memekakkan pendengaran kalian. Tapi sejauh ini kami masih menunggu laporan dari segala pihak yang merasa dirugikan oleh insiden itu, dan sampai sekarang belum ada satu pun.”


Weini membaca pikiran dari semua wartawan yang ada di sana, banyak yang mempercayainya namun ada pula yang merasa takut padanya. Ia tahu ini sulit untuk memaksakan orang menerima keadaannya, namun ia sudah terlanjur angkat bicara.


Tubuh Weini merasakan chi-nya terasa panas dan bergetar dari dalam, ada sebuah dorongan energi yang kuat dan mengontrol apa yang ia pikirkan.


Dengarkan perintahku... siapapun yang mendengar ini akan percaya sepenuhnya padaku!


Pancaran dari sinar mata Weini tampak bersinar, secara nyata tertangkap oleh kamera yang menyorotinya dan juga pada orang-orang yang melihatnya dengan serius. Sinar mata itu bekerja, memengaruhi semua yang menyaksikannya bicara. Hipnotis massal yang dibayangkan Weini itu tersampaikan, mensugesti mereka menerima apapun yang mereka dengar.


Weini tak menyadari bahwa sihir yang ia pikirkan dengan kekuatan pikirannya sungguh tercipta, menghasilkan sebuah energi besar yang mencengangkan Haris yang berdiri di bawah, mengawasinya. Ia tak pernah mengenal sihir ini, dan tak menyangka bahwa Weini bisa melakukannya.


Anda benar-benar hebat, nona. Anda pantas menjadi penguasa di dunia nyata dan dunia dimensi gaib. Aku tunduk dan takjub sepenuhnya padamu, Li Yue Hwa.


Gumam Haris dengan sepenuh tekadnya, bahwa ia mengakui keunggulan Weini dan bersedia patuh padanya meskipun lebih senior dari gadis itu.


❤️❤️❤️


Sesekali boleh dong ya tampilin visualnya Yue Hwa, biar ada manis manisnya gitu he he....