OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 200 BOLEHKAH BERHARAP MEMILIKIMU?



Wen Ting barusan menyelesaikan ancamannya pada Li San. Penguasa tua itu mulai terpojokkan, baru kali ini ia menganggap gertakan seseorang sebagai ancaman serius. Pria muda yang punya kharisma mematikan lawan lewat senyum manis yang menakutkan. Ia dengan santai menyampaikan gertakan, terkesan seperti pembicaraan biasa namun menggentarkan lawan. Li San tak berkutik dibuatnya.


“Nona Yue Xin dan non Yue Xiao tiba!” pengawal di depan membuka pintu aula untuk menyambut kedatangan


dua nona Li.


Kehadiran yang tidak terhindarkan lagi, Li San yang merencanakan tetapi ia pula yang lebih dulu menyesali strateginya. Kedua putrinya terlanjur datang di saat ia hendak angkat bendera putih. Li San menatap kedalaman sorot tegas Wen Ting, pria itu mulai tidak senang melihat dua gadis itu.


Yue Xiao menyikut lengan kakaknya saat melihat sosok pemuda berparas tampan, tinggi, putih dan terlihat berasal dari keluarga terhormat. “Kak, arah jam tiga.” Bisik Yue Xiao memberi kode.


Yue Xin melirik sesuai arahan adiknya, beruntungnya ia beradu tatap dengan pria ganteng itu hingga ia tersipu dan segera menundukkan wajah. Hatinya berdebar, tetapi ia tetap harus menahan diri sesuai aturan yang selama ini mengikatnya sebagai gadis terhormat. Andai ia menyukainya pun, ia hanya bisa menunggu didatangi pria itu.


Siapa dia? Apa dia orang yang dijodohkan untukku? Batin Yue Xin mengambil kesimpulan sendiri.


“Kami menghadap ayah, semoga ayah panjang umur.” Kedua gadis itu memberi hormat bersamaan. Selepas itu,


Yue Xiao dengan centil melirik penuh goda pada pria muda itu dan dibalas dengan senyum tipis.


“Baiklah tuan Li San, sekiranya itu yang aku sampaikan. Pikirkan baik-baik tawaranku, aku tidak memberi


kesempatan dua kali.” Wen Ting menunduk pelan pada tuan rumah sebelum ia berbalik meninggalkan ruangan.


Yue Xin dan Yue Xiao menatap pria itu dengan sorot kecewa, “Tuan kenapa terburur-buru, kami baru saja datang.” Protes Yue Xiao dengan lancang.


“Xiao!” Li San mengingatkan putrinya agar menahan diri.


Wen Ting tersenyum, “Ah, maaf nona aku tidak bisa bergabung dengan anda, masih ada urusan penting yang harus kuselesaikan. Urusanku dengan tuan Li San juga sudah selesai. Mari nona-nona, aku undur diri dulu.”


Li San tak punya pilihan selain membiarkan mangsanya lolos dengan umpan yang masih utuh tanpa tersentuh. “Sampai bertemu lagi tuan Wen Ting.” Li San mengantar kepergian pria muda itu dengan ucapan optimis itu, sebagai balasannya Wen Ting hanya melambaikan tangan tanpa menoleh.


“Cih, angkuh banget. Beraninya bersikap begitu pada ayah.” Cecar Yue Xiao yang sebenarnya tidak rela ditinggal


begitu saja.


Yue Xin lebih kalem, menurutnya pria yang belum ia ketahui namanya itu sangat menarik. Hanya dia yang berani meberi respon secuek itu pada ayahnya. Sementara itu, Li San masih belum punya komentar untuk bentuk protes Yue Xiao.


“Ayah, siapa pria itu?” tanya Yue Xin malu-malu.


Li San berputar otak sejenak, mencerna pertanyaan putrinya. Ia cukup berpengalaman dan tahu reaksi orang yang mulai tertarik pada lawan jenis, niat untuk memalingkan perhatian Wen Ting ke anak gadisnya justru terjadi sebaliknya. Dua gadis yang mulai beranjak dewasa itu menyukai satu pria yang sama.


“Dia calon kolega ayah.”


Pernyataaan itu malah terdengar menggembirakan kedua nona Li, mereka nampak berbinar mengira ada harapan. Li San melengos melihat tingkah kedua anak gadis yang ia banggakan tahu tata krama, sikap terang-terangan tertarik pada seorang pria justru tidak mencerminkan sifat terhormat.


“Dan dia calon suami Li An.” Lanjut Li San dengan suara berat, ia mengubur imajinasi indah putrinya. Mematahkan lebih dini perasaan yang tak layak tumbuh, karena ia pun tidak bisa mendapatkan pria itu sebagai menantunya.


Bukan main terkejutnya Yue Xin dan Yue Xiao, andai ayahnya menyebut nama salah satu di antara mereka masih terdengar wajar. Yang ada justru nama gadis yang mereka singkirkan yang jadi pemenang. “Li An? Ayah jodohkan sama Li An?” pekik Yue Xiao terhuyung saking pusing mendengar kenyataan yang tidak seindah harapan.


“Ayah memanggil kami kemari ada urusan apa? Apa hanya untuk memberitahukan kabar ini? Tanya Yue Xin


yang mencoba tenang walaupun hatinya hancur, ia menyukai pria itu namun faktanya sangat mengecewakan.


Li San merasa bersalah telah memberikan harapan palsu pada dua anak gadisnya, melihat mereka yang tampil cantik akhirnya menyadarkan Li San bahwa ia selama ini kurang memperhatikan perkembangan anaknya. Mereka sudah menjadi gadis dewasa dan punya ketertarikan untuk berumah tangga.


***


hidup.


“Kak, aku paham niatmu. Tapi mencari pria yang tepat itu perlu waktu baru bisa menilai ia hanya pakai topeng atau tidak. Aku sebentar lagi harus kembali ke Jakarta, tidak banyak waktu yang tersisa untuk menyaring pria yang tepat sementara kandidatnya saja belum ada.” Keluh Xiao Jun, mencoba menjelaskan dari sudut pandangnya yang


realistis.


“Tapi kau punya anugrah dari leluhur, kau bisa menilai orang dalam sekejab. Bukankah itu juga kau lakukan pada pria brengsek itu, kau bersikukuh meyakinkanku bahwa dia bukan pria baik.” Jawab Li An tak mau kalah pendapat.


Berdebat dengan wanita adalah hal yang paling melelahkan, Xiao Jun menyerah mempertahankan pendapatnya. Li An sangat jeli mencari titik lemah untuk menyerang balik dari omongan Xiao Jun, jika dibantah malah menimbulkan kesan menjilat ludah sendiri.


“Hai hai ... lagi ada perbincangan seru? Apa aku melewatkan jamuan makan siang?” Wen Ting muncul tak terduga dan memotong pembahasan serius antara dua bersaudara itu. Xiao Jun merasa diselamatkan pada saat yang tepat, dalam hati ia berucap terima kasih pada Wen Ting. Kalau bukan karena kemunculannya, Li An pasti kian gencar menodong.


“Tuan Wen Ting, anda datang sendiri? Apa urusan dengan ayahku sudah beres?” Xiao Jun lupa menyiapkan


pengawal untuk mengantarkan tamunya, malahan orang asing itu lebih cerdas menemukan kediamannya.


Wen Ting menggeleng kepala dan tersenyum, “Mana mungkin aku datang sendirian, kalau bukan karena pengawal ayahmu yang berbaik hati, mungkin aku masih tersasar di salah satu sudut istana ini.” Canda Wen Ting sambil curi pandang pada Li An yang tidak menyadari sedang diperhatikan.


Xiao Jun manggut-manggut, ia terkesima dengan sifat rendah hati dan ramah dari bos muda itu. Jauh dari kesan angkuh meskipun kekayaannya melimpah ruah, dia masih memuji kehebatan orang lain yang sebenarnya belum sepadan dengan yang dia miliki. “Anda sangat cerdas, pantas saja sudah sukses besar di usia muda. Kami masih


menunggumu untuk makan bersama, mari tuan ....”


Tatapan Wen Ting yang mencuri celah akhirnya tertangkap basah oleh Li An, ketika pandangan itu bertabrakan mereka menyunggingkan senyuman secara bersamaan. Li An belum sepenuhnya berterima kasih pada pria itu, semakin diperhatikan ia baru sadar pria itu sungguh rupawan. Ada getaran yang berdentum kencang saat melihat


senyumannya, mungkin ia jatuh cinta?


Tuan, bolehkah berharap memilikimu?


***


CORETAN DARI AUTHOR ^^


Yihaaaa ... pertama\, Thor ucapkan terima kasih atas kesetiaan teman-teman mengikuti kisah cinta Weini dan Xiao Jun yang lagi rumit-rumitnya. Tidak terasa juga\, kebersamaan kita sudah memasuki episode ke 200. *HOREEE*


Thor tahu di antara teman-teman pasti ada yang jenuh, hambar, bosen, malas dengan alurnya yang nyebelin. #kapankitabahagia


Tenang ya, guys. Dalam hidup pasang surut itu hal biasa, thor berusaha bikin alur yang realistis ya walau ada fantasinya sedikit. Thor sudah berjibaku agar menghasilkan karya yang bagus, apa daya kalau ada kalanya membuat kalian jengah. Please, dont leave me! But always support me ^^


Supaya karya ini semakin naik peringkatnya, makin banyak dikenal pembaca lain, plis bantu dengan dukungan nyata ya guys. Kabar baiknya, MT lagi ada event yang menjadi peluang bagi Author melebarkan sayap untuk menjadikan novel ini dalam versi audio. So, caranya boleh dibantu untuk teman-teman screenshot cover novel, seperti ini :



Lalu posting ke akun MangaToon Editor :



Jangan lupa beri caption ya, guys agar novel ini dijadikan versi audio. Sorry ya, Author merepotkan kalian, hehehe.


Semoga harimu menyenangkan, selalu sehat dan sukses ^^ dan juga untuk kondisi sekarang, di rumah aja lakukan hal positif dan tetap waspada.


Love you all, ^^


Author Chantie Lee