OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 403 TAK TERHINDARKAN



Fang Fang meneriakkan aba-aba di tengah kepanikan dua pria di bangku depan. “Tiga... Dua...”


Bams terpekik saat merasakan guncangan dari mobil yang ditumpangi, ditambah Fang Fang yang mengambil alih situasi. “Jangan gegabah! Gue belum mau mati! Tunggu gue berhasil hubungi bos Xiao Jun dulu., sekarang lu usahakan melaju lebih cepat lagi.” Pekik Bams.


Fang Fang tak mengindahkan komentar Bams, matanya jeli mencari peluang meskipun ia harus berspekulasi dengan nyawa mereka bertiga sebagai taruhannya. Begitupun dengan Stevan yang menaruh harapan sepenuhnya, menggantungkan nasib di tangan seorang gadis pengawal. Susah payah ia mempertahankan mobil agar tidak ambruk diterpa dari sisi kanan.


“Satu....” Pekik Fang Fang lantang, disusul dengan Stevan yang menabrakkan mobil ke mobil musuh hingga menciptakan benturan dasyat. Fang Fang membuka kaca mobil lalu melesatkan pisau khususnya yang tajam dan mematikan, pisau milik pengawal klan Li yang dapat menembus kaca bahkan besi sekalipun.


Serangan Fang Fang berhasil mengenai target, supir mobil musuh itu berhasil dilukai oleh senjatanya. Namun Fang Fang agaknya kurang memprediksi kesiapan lawan, komplotan itu tidak mungkin menyerang dengan tangan kosong. Fang Fang menutup kembali kaca mobil dengan cepat, ia sudah melihat pistol yang diarahkan kemari.


“Semuanya menunduk!” Pekik Fang Fang keras bahkan ia masih sempat mendorong kepala Stevan agar menunduk. Ia tahu pria itu pasti akan fokus menyetir dan bisa dipastikan akan menjadi sasaran empuk. Keselamatan Stevan adalah yang utama, itulah sebabnya Fang Fang mendampinginya terus atas perintah Grace. Jika ia lalai melindungi pria itu, Fang Fang tak bisa memaafkan dirinya sendiri.


“Menunduk!” Fang Fang mengulang teriakannya, saat melihat Bams masih kelabakan dan tidak mendengar


aba-abanya.


Dor... Dor....


Dua tembakan dilepaskan ke arah mobil Stevan yang sudah ia lepas kemudi sehingga jalannya tak beraturan. Jeritan panik Bams dan Stevan terdengar memekakkan, sementara Fang Fang melindungi kepalanya dan matanya tetap terbuka lebar. Gadis itu sebenarnya takut, namun ia terlatih bersikap tenang dalam situasi apapun.


Tembakan itu memang tidak mengenai siapapun, tetapi mobil musuh yang dikemudikan oleh supir yang terluka pun melaju tak karuan hingga menyenggol mobil Stevan. Saat itulah Fang Fang bangun dan berusaha meraih setir mobil, dalam keadaan genting membuatnya lupa bahwa ia tidak bisa menyetir. Stevan menyadari tindakan Fang Fang, ia pun segera bangun untuk menyelamatkan laju mobil namun terlambat.


Bruk... Duaaar....


Dua mobil itu tumpang tindih hingga mobil Stevan terbalik di tepi jalanan. Seketika tempat kejadian itu dipadati orang-orang yang terkejut melihat aksi balap-balapan mengerikan itu berujung mengenaskan. Fang Fang menggerakkan jemarinya, tubuhnya terasa remuk hingga ke dalam karena benturan hebat itu. Di tengah kondisinya itu, ia berusaha keras untuk tetap sadar lalu menyeret tubuhnya yang terhimpit dalam posisi mobil terbalik.


“Ste... van....” Lirih Fang Fang, batinnya tak bisa tenang sebelum mengecek keadaan Stevan dan Bams yang terdiam. Apa daya niatnya tak tersampaikan, kepalanya terlalu berat untuk dipaksakan mempertahankan kesadaran. Dalam sekejap, Fang Fang ikut terpejam seperti kedua pria yang di depannya.


***


Selepas pernyataan kontroversial yang disampaikan Stevan, seluruh media menayangkan berita tentang Weini yang ternyata memiliki status yang tidak disangka. Namun banyak pihak yang tidak percaya begitu saja kendati bukti telah ditunjukkan dan diakui keasliannya oleh kedutaan negara terkait. Para pemburu berita justru mencari


orang-orang yang pernah mengenal Weini dan ayahnya yang misterius keberadaannya sekarang.


“Weini? Dia seorang putri? Hah? Aku memang teman sekelasnya di SMA, tapi setahuku ayahnya hanya guru les.” Pernyataan itu keluar dari mulut Sisi, teman lama Weini semasa sekolah yang kini sudah jadi mahasiswi. Ia memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan sorotan panggung, dengan turut menyuarakan fakta yang ia ketahui tentang Weini.


“Apa hanya itu yang kamu tahu tentang Weini? Seberapa dekat kalian waktu itu? Apa kamu pernah ke rumahnya? Kenal ayahnya?” Tanya wartawan pada Sisi.


Sisi tampak diam berpikir, ia ragu untuk mengarang jawaban yang terlalu berlebihan. Apalagi jika ketahuan berbohong demi mencari sensasi, “Ng... Tidak sih, kami hanya ketemu di sekolah. Weini orang yang tertutup, temannya di sekolah cuman aku dan dia nggak ngebolehin aku ke rumahnya.”


“Apa hubungan anda dengan Weini atau ayahnya? Pak, bu... Jawab dikit dong.” Serbu awak media yang pantang menyerah mengerubuni Felix dan istrinya.


Felix melindungi Lina agar tidak diserobot wartawan, mereka memilih bungkam dan ingin segera meloloskan diri dari himpitan media. Satu-satunya hal yang tak bisa mereka hindari adalah sorotan kamera yang bahkan menjadikan stock shoot mereka kabur saat diwawancara sebagai bahan berita.


Felix memilih diam, demi kesetia-kawanannya kepada Haris yang masih ia kira sudah meninggal, dan demi Weini yang malang karena entah di mana keberadaannya sekarang. Dan banyak lagi artis-artis yang panjat sosial dalam kesempatan ini ikut angkat bicara hingga menyentil masalah pribadi yang tidak penting dibahas sebagai pemberitaan. Benar prediksi Xiao Jun dan Haris, media tidak akan berhenti menggali hingga ke akarny. Bahkan sekalipun Weini telah ditemukan, masalah ini tetap akan hangat diberitakan.


***


Lau tergesa-gesa melajukan mobil menuju rumah sakit, ketika sebuah pesan singkat dari Fang Fang terlambat dibacanya. Begitupun dengan Xiao Jun yang saat itu tidak siaga di dekat ponselnya hingga mengabaikan panggilan dari Bams. Barulah ketika Lau mengabari bahwa Fang Fang, Stevan dan Bams dalam bahaya, Xiao Jun mengerahkan anak buah Wen Ting untuk ikut bersama Lau.


Tuan, kami diikuti musuh. Tolong....


Itulah yang Fang Fang kirimkan pada Lau, untung saja keberadaan mereka bisa terlacak lewat GPS ponsel


Fang Fang. Dan ketika Lau serta empat orang pengawal Wen Ting sampai di lokasi, mobil Stevan sudah terbalik, bersebelahan dengan satu mobil yang tidak terbalik tetapi kondisinya cukup parah.


Supir di mobil yang satunya meninggal di tempat dengan pendarahan yang cukup parah. Sekilas akan terlihat penyebab kematiannya karena kecelakaan, tetapi saat Lau memperhatikan kondisi mayatnya, ia tahu betul bahwa itu adalah hasil perbuatan pengawal besutannya. Bahkan barang bukti berupa pisau khusus milik Fang Fang masih tertinggal di mobil, Lau bergegas mengamankannya sebelum kasus ini ditangani polisi.


Pengawal Wen Ting dengan penuh hati-hati dan kemampuan profesional berhasil mengeluarkan tubuh semua penumpang yang terjebak dalam mobil Stevan. Lau menatap cemas kondisi ketiga orang itu, lalu ikut berjongkok memeriksa keadaan mereka sembari menunggu ambulance tiba. Lau memeriksa nadi Stevan, pria itu tidak sadarkan diri namun dari kondisi luarnya tidak tampak terluka dan masih ada kemungkinan terluka bagian dalam.


Sama halnya dengan Fang Fang, saat Lau meraba nadinya, jemari gadis itu bergerak pelan. “Fang? Bangunlah!”


Ujar Lau mendekatkan wajahnya pada gadis itu agar suaranya terdengar.


Fang Fang perlahan membuka mata, meskipun samar-samar tapi ia bisa melihat dan tahu orang di hadapannya adalah Lau. “Tuan, Stevan....” Orang yang dicemaskan Fang Fang setelah ia sadar pun tetap Stevan. Ia tak bisa tenang sebelum tahu bagaimana kondisi pria yang dicintai nonanya, pria yang dipercayakan keselamatannya di


tangannya.


***


Yuhu... Kita update lagi, maaf ya rada sore hari ini. Maklum lagi hari minggu hehe... Apa kabar kalian guys? Kali ini author akan tampilkan lagi visual salah satu cast dalam cerita ini. Ya... Sebisa mungkin author cari yang karakter wajahnya mendekati karakter tokoh ya, maaf banget ya kalau ada yang kurang sesuai dengan ekspektasi kalian. Soalnya sulit juga ngepasin wajah yang bener-bener mirip ama karakter tokoh dan yang kita mau juga.


Nah, kali ini author ingatin lagi dengan karakter Li Yue Yan. Kakak pertama Weini ini memang munculnya hanya sebentar, itupun di episode awal-awal, soalnya udah keburu nikah ha ha ha.... Tapi boleh dong kita mengenang dia sesaat, biar lebih afdol gitu ^^ Karakter Yue Yan ini lembut, cantik, dewasa dan dia ada dalam peran kakak yang baik.


Langsung saja ya, inilah wajah Li Yue Yan.