OPEN YOUR MASK, PRINCESS!

OPEN YOUR MASK, PRINCESS!
Episode 401 PENGAKUAN MENGGEMPARKAN



Riuh cenderung kacau, suasana yang terlihat dalam ballroom yang dipenuhi rekan media. Tim pengacara sudah angkat bicara mewakili pihak Weini, sementara Lau dan yang lainnya masih bungkam memantau situasi. Titik riuh terjadi ketika para pers diberikan kesempatan bertanya, mereka berebut jatah bicara, bahkan banyak dari mereka yang datang dari luar negeri pun ikut berseru.


Tim pengacara yang tak menguasai bahasa asing, serta tak menyangka akan kedatangan tamu dari luar, tim yang dirangkul Lau itu agak kelabakan lantaran kendala bahasa. Lau melirik pada juru bicaranya, ia paham kesulitan yang mereka rasakan lalu mengambil alih panggung.


"Kejadian ini sudah menggemparkan dunia, bagaimana mungkin seorang gadis terhormat klan Li bisa meledakkan sesuatu yang aneh dan tidak bisa dijelaskan dengan nalar. Apakah benar rumor bahwa nona Li itu pembawa sial yang terkutuk hingga dulu hampir dibunuh ayahnya?" Pekik seorang wartawan dari Hongkong yang angkat bicara dalam bahasa Mandarin.


Stevan, Bams, serta tim pengacara bahkan wartawan lokal ikut mengerutkan dahi. Mereka merasa sesi prescon ini sudah keluar dari jalur, suasana justru terlihat seperti syuting drama China. Di mana para pers seperti kru-nya dan Lau serta wartawan asing tersebut sebagai pemerannya.


Lau diam sejenak berpikir apa yang akan ia sampaikan, efek kekacauan kemarin ternyata semakin merambat luas dan tak sesederhana yang ia pikirkan. Bukan hanya wartawan dari Hongkong, sejumlah wajah asing dari negara lainpun ikut hadir. Lau sudah cukup berpikir, ia tak akan mengulur waktu lagi.


"Selamat siang semuanya, menanggapi pertanyaan rekan semua yang tidak saya sangka datang dari banyak negara, maka saya akan menyampaikan dalam beberapa bahasa. Pertama, saya atas nama nona Weini meminta maaf atas kegaduhan kemarin malam. Adapun tudingan, rumor, dan persepsi negatif yang dituduhkan pada nona Weini adalah tidak benar. Yang perlu teman-teman ketahui bahwa nona Weini yang kita kenal sebagai artis terkenal di ibukota, juga merupakan salah satu putri terhormat keturunan terakhir klan Li yang berasal Hongkong. Dan kejadian kemarin bukanlah seperti yang anda-anda duga, semua itu murni masalah pribadi keluarga. Untuk anda yang berada di Indonesia, anda bisa mencari referensi berita dari luar yang sudah beredar sejak semalam. Weini adalah nama panggung nona kami, sementara nama aslinya adalah Li Yue Hwa. Dia putri bungsu keturunan Li San Jing, penguasa di Hongkong."


Lau sukses menggemparkan wartawan lokal, sorot kamera tertuju sepenuhnya pada dia. Namun Lau langsung membungkam niat pers untuk bertanya lebih lanjut, karena ia langsung beralih menjawab pertanyaan pers dari Hongkong dalam bahasa Mandarin.


"Tuan-tuan sekalian, kejadian semalam memang di luar nalar, tetapi tuduhan anda tadi terlalu kejam. Nona Yue Hwa memang kebetulan punya kekuatan untuk melindungi dirinya, meskipun menggemparkan dan membuat banyak orang ketakutan, tetapi sampai saat ini informasi yang kami himpun tidak menemukan kerugian pada publik. Jika ada yang merasa dirugikan, silahkan laporkan ke kami dan akan kamu usut. Pihak keluarga Li bersedia mengganti rugi apabila benar telah dirugikan, tetapi jika tidak terbukti dan hanya menjurus pada fitnah ataupun mencari keuntungan untuk menjelekkan klan Li yang terhormat, maka kami akan lakukan tindakan tegas sesuai peraturan klan Li." Tegas Lau. Ia yakin betul orang-orang dari negara asalnya tahu betul kekuasaan klan Li, terbukti setelah ia membeberkan jawabannya, mereka mulai bungkam.


Setelah menyampaikan dalam bahasa Inggris, mengulang penjelasan yang sama, Lau kembali ditodong pertanyaan dari wartawan lokal. "Pak, anda bilang Weini adalah putri keturunan terhormat negara lain, tapi kenapa identitasnya berasal dari sini? Dia tercatat lahir di Jakarta, dan juga dibesarkan oleh ayah tunggal yang sekarang ikut menghilang. Apa anda punya bukti kuat kalau Weini benar seorang putri terhormat?"


Bams menoleh dan berbisik pada Stevan, mereka berdua seperti pajangan saja saking diamnya sejak tadi. "Ini udah di luar kemampuan gue, gue nggak ngerti apa yang asisten tuan Xiao Jun bahas. Kok jadi ruwet masalahnya?"


Stevan hanya tersenyum nyengir, "Itulah sebabnya gue diperlukan di sini, pak sutradara." Jawabnya penuh percaya diri lalu berdiri meraih mik di dekatnya. Sikap Stevan yang tiba-tiba ikut berdiri mengikuti jejak Lau yang belum kembali duduk itu membuatnya disorot kamera.


"Teman-teman pers, saya punya bukti yang kalian minta. Terkait pertanyaan kalian tentang status Weini, sebenarnya kalian bisa cari referensi di media luar seperti yang tuan Lau sampaikan. Saya nggak akan bahas bagaimana data dan identitas Weini bisa jadi warga negara kita, tapi yang pasti saya mengenal Weini sejak kami terlibat satu produksi bersama sudah hampir dua tahun. Kami cukup dekat sebagai sahabat, dan saya sempat menjatuhkan sesuatu yang saya tidak tahu benda apa ini. Tapi belum sempat saya mengembalikannya, dia sudah menghilang. Mungkin teman-teman yang lain juga tidak akan mengerti benda ini, tapi rekan wartawan dari Hongkong barangkali tahu."


Panjang lebar Stevan menjelaskan, ia hanya ingin menunjukkan satu benda penting yang mengejutkan semua orang termasuk Lau. Stevan membiarkan kamera terus mengabadikan potretnya yang memegang sebuah plakat emas, plakat yang membuat gempar wartawan asal Hongkong karena bisa mengenali benda itu sebagai penunjuk penting identitas anggota klan Li.


Di antara segala kegemparan, hanya Fang Fang yang konsisten duduk diam sambil melipat tangan. Matanya cekatan melirik ke sekeliling, memastikan tidak ada yang mencurigakan dari sekitarnya. Namun begitu Stevan menunjukkan benda penting itu, ia bergegas berdiri dan membungkuk penuh menunjukkan rasa hormatnya. Begitu pula dengan orang-orang yang tahu benda itu, mereka otomatis mengambil sikap yang membuat orang di sekitar menatap heran. Mereka membungkuk hormat pada sebuah benda yang disebut plakat itu?


🎬🎬🎬


Flashback beberapa jam lalu....


"Percayakan keselamatan Grace padaku, dan kuharap kamu bisa membantuku menenangkan situasi." Xiao Jun terlihat serius bernegosiasi dengan Stevan.


Xiao Jun tersenyum tipis, ia paham betul Stevan memang bisa dipercaya. Itulah sebabnya ia memilih dia sebagai pemegang kunci, bahkan Lau pun tidak mengetahuinya. Tangannya meronggoh saku celananya kemudian menunjukkan benda berkilau keemasan itu pada Stevan.


"Ini adalah plakat Weini, ah... maksudku plakat nona Li Yue Hwa. Hanya anggota keluarga inti pewaris klan Li yang memilikinya sebagai identitas. Aku ingin kamu menunjukkan pada media agar mereka percaya bahwa Weini adalah nona Li, ini satu-satunya cara untuk membersihkan nama baik Weini dari tuduhan negatif." Xiao Jun memberikan benda penting itu kepada Stevan.


Haris yang telah memberikan benda itu padanya semalam, benda yang disimpan baik dalam dimensi lain dan sangat penting artinya bagi Weini. Stevan menganga lebar saking kagum dan tak percaya dengan apa yang ia lihat dan pegang.


"Ini emas asli? Berat juga, mungkin ada satu kilogram lebih. Apa istimewanya benda ini?" Tanya Stevan bingung sambil menimbang dengan tangannya.


Xiao Jun tersenyum simpul, "Kalau kamu memakainya di Hongkong, kamu bisa mendapatkan apa saja secara cuma-cuma hanya dengan menunjukkan itu. Tidak ada yang berani membantah perintahmu."


Stevan makin menganga lebar, "Sesakti itu? Di jaman modern gini masih berlaku sistem kuno kayak kerjaaan gitu? Wow.... Aku nggak nyangka Weini sehebat itu." Gumam Stevan luar biasa takjub pada Weini. Ia memang tahu gadis itu bukan gadis biasa tapi tak pernah menyangka akan seluar biasa ini.


Xiao Jun hanya mengangguk pelan, "Aku percayakan padamu. Setelah itu serahkan pada Lau untuk menjaganya. Barang ini tidak boleh hilang, karena ini barang penting Weini. Kau mengerti?"


Stevan mengangguk mantap, ia merasa sangat bangga mengemban tugas yang begitu penting. Demi Weini, demi Grace, apapun akan ia lakukan meskipun harus menghadapi sorot kamera dan beresiko hidupnya tidak tenang pasca pengakuan menggemparkan ini.


🌟🌟🌟


Makasih ya Stevan atas keberanianmu, kamu memang andalan kami he he πŸ‘πŸ‘πŸ‘


Yup, guys dalam episode kali ini author akan kenalkan visual salah satu tokoh penting dalam cerita ini. Tokoh yang muncul di episode pertama dan membuat kita tegang saat membacanya (masih ingat nggak nih ketegangannya? berhubung udah panjang ceritanya nih).


Author ingatkan sedikit ya, dia adalah sosok pemberani yang sangat kita sayangi. Dia yang mati-matian melindungi anak kecil sampai bertaruh nyawa, dia yang membuat anak kecil yang ketakutan itu merasa nyaman. Dan yang paling bikin nyesek adalah, dia memberikan jas (jubah) hitamnya yang kedodoran bagi anak kecil untuk pelindung di saat kabur.


Ah, kalian pasti sudah tahu siapa dia kan? Ya... Benar, dia lah ayah Haris kecintaan kita 😍. Dia kabur bersama Weini kecil, berganti wajah dan identitas namun masih memakai jubah kesayangannya, bahkan sampai dikuburkan pun masih dipakaikan kembali jubah kesayangannya. Ini adalah wajah versi muda Haris ya, kala dia melarikan diri bersama Weini. Dan wajah topengnya yang konon nggak bisa tua sampai bikin putranya pangling.


Oke langsung saja deh, Haris dipersilahkan menunjukkan diri... Jreng Jreng Jreng....